Para ahli Fraunhofer membuka pintu bagi publik melalui Stuttgart Science Festival 2026 dengan demonstrasikan AI, robotika, biofabrikasi, bangunan berkelanjutan, dan shuttle otonom BumbleB—guna mempercepat adopsi minibus otonom dalam sistem transportasi publik di Jerman.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer Fraunhofer IGB (sumber): Perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, dan teknologi manufaktur canggih semakin mempercepat transformasi berbagai sektor industri dan kehidupan sehari-hari.
Menjawab kebutuhan publik untuk memahami dampak teknologi masa depan secara lebih dekat, Fraunhofer Institutes di Stuttgart-Vaihingen, Jerman, menggelar open house pada 27 Juni 2026 sebagai bagian dari Stuttgart Science Festival.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Kegiatan ini menghadirkan berbagai demonstrasi interaktif yang menampilkan riset terapan terkini, mulai dari AI, biofabrikasi, hingga mobilitas otonom.
Dalam penyelenggaraan Stuttgart Science Festival—pada 26 Juni – 5 Juli 2026, lima institut Fraunhofer di kawasan Stuttgart-Vaihingen akan membuka akses kepada masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai inovasi teknologi yang berpotensi mengubah cara bekerja, berproduksi, dan berinteraksi di masa depan.
Fraunhofer IAO menampilkan beragam aplikasi AI melalui studio AI dengan memperlihatkan generator gambar, alat komposisi musik berbasis AI, hingga model riset cerdas yang dapat mendukung aktivitas kerja sehari-hari.
Pengunjung dapat berinteraksi dengan avatar Joseph von Fraunhofer (nama pandori Lembaga Fraunhofer) dalam berbagai bahasa, menjelajahi dunia virtual, serta menyaksikan eksperimen sensor kuantum.
Sementara itu, Fraunhofer IGB bersama University of Stuttgart menampilkan inovasi biofabrikasi dengan menggunakan teknologi pencetakan 3D untuk menghasilkan jaringan biologis dan produk berbasis sel.
Teknologi ini memiliki potensi besar dalam pengembangan sistem pengujian medis alternatif pengganti hewan serta rekayasa jaringan untuk terapi kesehatan masa depan.
Di sisi manufaktur, Fraunhofer IPA menghadirkan model pabrik masa depan yang menampilkan robot humanoid dan exoskeleton. Demonstrasi atau uji coba tersebut menggambarkan mengenai kolaborasi manusia dan robot dalam lingkungan produksi yang lebih efisien, aman, dan fleksibel.
Fraunhofer IRB menawarkan pengalaman interaktif melalui pelatihan berbasis mixed reality dan virtual reality. Selain itu, institut ini memperkenalkan konsep Private AI, yaitu pengembangan model kecerdasan buatan yang memperhatikan aspek perlindungan data dan keamanan informasi.
Sedangkan Fraunhofer IBP menampilkan berbagai demonstrator fisika bangunan yang menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Salah satu daya tarik utama acara ini adalah kehadiran shuttle otonom BumbleB yang beroperasi secara gratis di area kampus Fraunhofer selama open house berlangsung.
Kendaraan ini merupakan bagian dari proyek penelitian yang bertujuan mempercepat adopsi minibus otonom dalam sistem transportasi publik di Jerman.
Sementara itu, pada 11 Juni 2026, Fraunhofer FIT membagi informasi kepada 100 orang anak muda pada konferensi tentang peningkatan keterampilan berorientasi pada masa depan yang berlangsung di Kastil Birlinghoven, Jerman.
Dengan motto Masa Depan Tetap Manusiawi, konferensi itu mengeksplorasi tantangan dan peluang yang semakin penting di dunia kerja berkat pengaruh kehadiran AI.
Para peserta berkesempatan pro-akif pada diskusi dengan para ahli dari akademisi dan industri serta mengembangkan keterampilan yang relevan yang dibutuhkan pada masa depan.
Implementasi semakin dekat dengan kehidupan dan operasional industri
Prof. Wolfgang Prinz, Wakil Direktur Institut dan Profesor di Universitas RWTH Aachen, menjelaskan teknologi baru dan dampaknya pada hubungan antara manusia dan komputer.
“Alih-alih hanya mengonsumsi perhitungan dan hasilnya, partisipasi aktif menjadi pusat perhatian berkat alat-alat baru yang mudah diakses. Dengan alat-alat ini, kita bertransformasi dari konsumen menjadi perancang,” jelas Prof. Wolfgang Prinz.
Salah satu sorotan lainnya adalah kesempatan bagi para peserta untuk menyumbangkan pengalaman, penilaian, atau kekhawatiran mereka sendiri pada diskusi panel dengan para ahli dari bidang bisnis, politik, dan administrasi.
Dari berbagai perspektif profesional, tujuh lokakarya praktis membahas pembentukan masa depan yang bertanggung jawab dan bermakna.
Misalnya, tujuan lokakarya Kerja Sama Manusia-AI adalah untuk mengembangkan kesadaran akan tugas-tugas di mana AI dapat meringankan, mempersiapkan, atau membantu – dan di mana AI harus dihindari secara sengaja.
Dengan permainan simulasi berbasis skenario KASSANDRA, peserta dapat menguji keterampilan AI mereka dalam situasi kerja sehari-hari. Kursus lain berfokus pada ketahanan di tempat kerja modern dan menyajikan faktor-faktor yang berkontribusi pada ketahanan mental yang lebih besar.
Mereka yang tertarik pada lokakarya Memahami Pengguna – Membuat Keputusan yang Lebih Baik: Pemahaman Peran dan Kompetensi Metodologis dalam Riset Pengguna—berkesempatan untuk memperbarui sertifikat dari Fraunhofer—bergelar “Insinyur Kegunaan,” “Praktisi Pemikiran Desain,” dan “Pembuat Prototipe Inovasi.”
Setelah respons positif lainnya, Konvensi Keterampilan Masa Depan berikutnya direncanakan pada tahun 2027 untuk memanfaatkan perkembangan terkini dan lebih lanjut mempromosikan keterampilan masa depan bersama dengan mitra, perusahaan, dan pihak yang berkepentingan.
Bagi lembaga riset, perguruan tinggi, pelaku industri manufaktur, serta pemerintah daerah, kegiatan seperti yang dilakukan Fraunhofer dapat menjadi model efektif dalam membangun ekosistem inovasi yang inklusif.
Organisasi disarankan untuk memperluas program keterlibatan publik melalui demonstrasi teknologi, laboratorium terbuka, dan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan literasi teknologi masyarakat sekaligus mempercepat adopsi inovasi di dunia industri.
Selain itu, penguatan sinergi antara riset, pendidikan, dan industri akan menjadi faktor penting dalam menciptakan talenta serta solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kegiatan open house khas Fraunhofer pada Stuttgart Science Festival 2026 menunjukkan bagaimana riset terapan dapat dikomunikasikan secara efektif kepada masyarakat sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai masa depan industri berbasis AI, robotika, biofabrikasi, dan mobilitas otonom.
Bagi pelaku bisnis, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa transformasi teknologi tidak lagi berada pada tahap konsep, melainkan telah memasuki fase implementasi yang semakin dekat dengan kehidupan dan operasional industri sehari-hari.
Organisasi yang mampu mengantisipasi dan mengadopsi perkembangan tersebut berpotensi memperoleh keunggulan kompetitif yang lebih kuat dalam menghadapi era industri berbasis inovasi. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form