PGE Area Kamojang menambah kapasitas listrik panas bumi sebesar 23,8 MW setelah proyek pemipaan sumur produksi rampung. Langkah ini memperkuat pasokan listrik bersih bagi lebih dari 260 ribu rumah tangga sekaligus mendukung transisi energi Indonesia.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (sumber): PGE Area Kamojang rampungkan proyek pemipaan sumur produksi panas bumi yang memperkuat pasokan energi bersih nasional.
Pasokan energi bersih dari panas bumi di Jawa Barat itu semakin kuat. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang berhasil merampungkan proyek pemipaan dua sumur produksi yang meningkatkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang sebesar 23,8 megawatt (MW).
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Penambahan kapasitas ini semakin memperkuat peran Kamojang sebagai salah satu tulang punggung pembangkit listrik panas bumi nasional.
PGE Area Kamojang mencatatkan capaian strategis dengan berhasil merampungkan proyek pemipaan sumur produksi KMJ-19.5 dan KMJ-30.3 belum lama ini.
Penyelesaian proyek itu meningkatkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang sebesar 23,8 megawatt (MW), sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis panas bumi di wilayah Kamojang dan Jawa Barat.
Capaian itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PGE dalam mengoptimalkan potensi panas bumi serta menjaga kinerja operasional pembangkit agar tetap andal dan efisien.
Proyek pemipaan semakin memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis panas bumi di Kamojang yang memiliki total daya terpasang 235 MW dari lima unit PLTP.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin optimal, operasional pembangkit dapat berjalan lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan listrik.
Melalui pencapaian ini, manajemen PGE Area Kamojang menegaskan perannya dalam mengakselerasi transisi energi Indonesia menuju sistem kelistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan.
Pengembangan proyek lanjutan
General Manager PGE Area Kamojang, I Made Budi Kesuma Adi Putra menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini merupakan bagian dari langkah konkret perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional.
“Setiap peningkatan pasokan uap panas bumi memperkuat kontribusi energi baru dan terbarukan (EBT) terhadap bauran energi nasional,” jelas I Made Budi Kesuma Adi Putra.
Selama ini, PLTP Kamojang telah memasok listrik untuk lebih dari 260.000 rumah tangga selama 24 jam sehari tanpa bergantung pada sinar matahari, cuaca, maupun bahan bakar fosil demikian I Made Budi Kesuma Adi Putra.
Dengan rampungnya proyek pemipaan ini, lanjut I Made Budi Kesuma Adi Putra maka pihaknya semakin semangat dalam menyediakan pasokan energi bersih yang andal bagi masyarakat Kamojang dan Jawa Barat, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Hingga September 2025, produksi listrik dari Kamojang mencapai 1.326 gigawatt hour (GWh), tertinggi di antara seluruh WKP PGE.
Operasi bersih ini juga berkontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun, sejalan dengan upaya Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Saat ini PGE juga tengah mengoptimalkan pemanfaatan uap dari sumur-sumur bertekanan rendah di Kamojang dengan kapasitas sebesar 5 MW yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Selain di Kamojang, PGE juga tengah memperluas kapasitas terpasang secara nasional melalui berbagai proyek strategis.
Dalam jangka panjang, PGE menargetkan kapasitas total sebesar 3 gigawatt (GW) yang telah teridentifikasi dari 10 WKP yang dikelolanya. Untuk mewujudkan hal tersebut, PGE tengah memprioritaskan sejumlah proyek quick win.
Keberhasilan proyek pemipaan sumur produksi ini menegaskan komitmen PGE dalam mempercepat pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber listrik yang stabil dan rendah emisi.
Dengan kapasitas yang terus meningkat serta berbagai proyek pengembangan yang tengah diprioritaskan, PGE memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem energi baru terbarukan nasional.
Bagi industri energi dan pemangku kepentingan, pengembangan panas bumi seperti di Kamojang menjadi bukti bahwa energi bersih dapat diandalkan untuk menopang kebutuhan listrik nasional.
Sementara bagi PGE, pencapaian ini membuka peluang pengembangan proyek lanjutan yang semakin memperkuat kontribusi perusahaan dalam mewujudkan target Net Zero Emission Indonesia pada 2060. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form