Monomaterial design set merupakan komposit yang terbuat dari berbagai jenis plastik—seringkali memperpanjang umur produk meski membuat daur ulang lebih sulit dalam ekonomi sirkular.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer CCPE (sumber): Monomaterial design set merupakan arah baru desain produk plastik berkelanjutan—hasil pengembangan para ahli di . Fraunhofer CCPE.
Fraunhofer CCPE menghasilkan karya monomaterial design set sebagai solusi inovatif untuk desain produk sirkular yang berkelanjutan, dan dapat diterapkan di Indonesia misalnya untuk industri furniture dan produk lainnya.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Pendekatan baru ini membantu mengurangi variasi plastik yang digunakan dalam produk tahan lama dan menawarkan solusi sirkular bagi para desainer dan pengembang produk yang baru.
Industri pengolahan plastik menghadapi tantangan besar yakni: Bagaimana perusahaan mengembangkan produk tahan lama yang juga sirkular?
Para ahli di Fraunhofer Cluster of Excellence Circular Plastics Economy (CCPE) menemukan dan memperkenalkan suatu solusi yang disebut dengan: monomaterial design set.
Dengan pendekatan yang baru ini memungkinkan untuk menghindari kombinasi berbagai jenis plastik dalam berbagai aplikasi, sehingga meningkatkan kemampuan daur ulang tanpa mengorbankan kinerja produk akhir.
Pendekatan inovatif bagi desainer dan pengembang produk
Solusi monomaterial design set berguna bagi para desainer dan pengembang produk yang ingin membuat produk tahan lama dan berspesifikasi tinggi lebih mudah didaur ulang.
Berkat penelitian yang dilakukan oleh Fraunhofer CCPE, termoplastik yang sama dapat diintegrasikan ke dalam suatu produk dalam berbagai bentuk (misalnya, sebagai serat, busa, atau senyawa pengecoran).
Penggunaan bahan termoplastik PET, PLA, dan PA telah diuji coba. Struktur desain set memungkinkan berbagai teknologi manufaktur untuk dikombinasikan guna menciptakan komponen kompleks dengan berbagai bentuk dan kinerja tinggi.
Proses yang digunakan meliputi pencetakan injeksi, produksi busa, dan pemrosesan tekstil serta panel yang diperkuat sendiri.
Salah satu tujuan atau manfaat utama monomaterial design set adalah untuk mencapai 100 persen daur ulang produk—hanya satu jenis plastik yang digunakan yang disebut monomaterial.
Dengan menghilangkan penggunaan perekat, pembongkaran komponen menjadi tidak perlu. Selain itu, para ahli Fraunhofer CCPE menawarkan solusi untuk pigmen warna yang dapat didaur ulang dan aditif tahan api yang idealnya melengkapi pendekatan ini.
Bergantung pada basis material yang dipilih dan infrastruktur daur ulang regional, perusahaan ditawarkan saran individual tentang cara memanfaatkan sistem pengumpulan atau fasilitas daur ulang yang ada secara optimal.
Kepala Departemen Penelitian Aplikasi dan Demonstrasi, Dipl.-Des. Sabrina Schreiner dan Dr. Jonathan Haas melihat potensi inovasi yang sangat besar dalam monomaterial design set.
Pendekatan ini memungkinkan untuk menerapkan tujuan keberlanjutan dan ekonomi sirkular sejak tahap pengembangan produk.
Dari sisi desain produk, monomaterial design set memungkinkan: fleksibilitas bentuk dan struktur; integrasi berbagai proses manufaktur; kinerja mekanik tinggi dengan kompleksitas desain tetap terjaga
Uji coba (demo prototipe) seperti pembuatan desain kursi anak sirkular dan kotak transportasi pakai ulang berinsulasi menunjukkan bahwa desain monomaterial tidak hanya fungsional, tetapi juga aplikatif untuk produk konsumen dan industri.
Bagi industri plastik di Indonesia, pendekatan monomaterial design set memiliki relevansi strategis. Struktur industri yang material-oriented; banyak produsen plastik nasional telah menguasai proses injection molding, extrusion, dan thermoforming.
Dengan monomaterial design set memungkinkan optimalisasi lini produksi yang sudah ada tanpa investasi radikal.
Dengan meningkatnya tekanan kebijakan pengurangan limbah dan skema EPR, desain monomaterial memberi solusi di hulu—bukan sekadar melakukan pengolahan limbah di hilir.
Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur daur ulang perlu ditingkatkan meski sistem daur ulang di Indonesia masih lebih efektif untuk plastik Tunggal (bahan satu jenis). Produk monomaterial akan lebih mudah masuk ke rantai daur ulang eksisting dibanding produk multilayer.
Sektor otomotif, elektronik rumah tangga, furnitur, dan logistik berpotensi memanfaatkan monomaterial design set monomaterial untuk produk tahan lama, modular, dan ramah lingkungan.
Capaian design for recycling merupakan standar baru yang dijadikan kemudahan pada daur ulang sebagai parameter desain utama, sejajar dengan kekuatan dan estetika.
Sebaiknya kurangi variasi resin dalam satu produk dan lebib fokus pada satu basis polimer dengan rekayasa struktur, bukan menambah jenis material.
Desain bentuk, tekstur, dan struktur menjadi kunci ketika material dibatasi pada satu jenis plastik. Manfaatkan aditif yang kompatibel daur ulang: Warna dan flame retardant perlu dirancang selaras dengan sistem daur ulang lokal.
Seperti yang dilakukan para peneliti Fraunhofer CCPE, prototipe aplikatif dapat menjadi sarana validasi teknologi dan pasar.
Pendekatan monomaterial design set menegaskan bahwa masa depan industri plastik tidak hanya ditentukan oleh material baru, tetapi oleh cara merancang produk.
Bagi industri plastik Indonesia, monomaterial bukan sekadar solusi lingkungan, melainkan alat strategis untuk meningkatkan efisiensi produksi, kesiapan regulasi, dan daya saing global.
Desain yang tepat akan menjadi kunci utama transformasi menuju ekonomi sirkular yang realistis dan aplikatif. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form