Indonesia berpeluang mengadopsi teknologi presisi seperti diterapkan pada proyek PerioTrap—menjanjikan kesehatan gigi dengan produk oral care. Bisnis pun berkembang berbasiskan penelitian dan merupakan peluang bagi peruruan tinggi dan BRIN untuk mendirikan usaha rintisan.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer IZI (sumber): Sebagai kelanjutan dari riset Fraunhofer, teknologi presisi yang penghambat bakteri periodontitis—dikomersialkan melalui perusahaan rintisan atau spin-off dengan nama PerioTrap milik Fraunhofer.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Produk oral care yang dikembangkan tidak lagi membunuh seluruh bakteri di rongga mulut, melainkan menargetkan patogen utama periodontitis supaya keseimbangan mikrobioma tetap terjaga.
Pendekatan ini menjadi tren baru dalam industri produk kesehatan gigi global yang semakin mengedepankan presisi dan keamanan jangka panjang.
Produk perawatan mulut konvensional, seperti obat kumur yang mengandung alkohol atau antiseptik klorheksidin, memang membunuh patogen, tetapi juga membunuh semua kuman lainnya.
Ketika flora mulut pulih setelah perawatan, kuman patogen seperti Porphyromonas gingivalis memiliki keuntungan karena dapat berkembang biak dengan sangat baik pada gusi yang meradang.
Kuman sehat, di sisi lain, tumbuh lebih lambat, dan flora mulut dengan cepat bergeser dari keseimbangan alaminya kembali ke disbiosis – penyakit terus berulang.
Para peneliti di Institut Fraunhofer untuk Terapi Sel dan Imunologi IZI yang berkantor di Halle, Jerman, mengidentifikasi suatu zat yang secara khusus memblokir patogen berbahaya seperti Porphyromonas gingivalis sambil membiarkan kuman lain tidak terluka.
Kepala cabang Biokimia Obat Molekuler dan Pengembangan Terapi Fraunhofer IZI, Prof. Stephan Schilling menjelaskan mekanisme kerja unik dari zat yang disebut Guanidinoethyl Benzyl Amino Imidazopyridine Acetate nama bahan Kimia.
Sebagai catatan, bahwa Guanidinoethyl merupakan gugus kimia yang mengandung guanidine (sering terkait aktivitas biologis). Sedangkan Benzyl amino adalah struktur benzena yang terikat ke gugus amina dan Imidazopyridine merupakan cincin heterosiklik (sering dipakai dalam farmasi & kosmetik aktif).
Sedangkan Acetate adalah bentuk garam asam asetat, biasanya untuk menstabilkan senyawa.
Bahan Guanidinoethyl Benzyl Amino Imidazopyridine Acetate digunakan untuk senyawa dan nama ini sering muncul sebagai bahan aktif kosmetik, terutama produk perawatan rambut (anti–hair loss/penumbuh rambut) atau perawatan kulit dengan klaim stimulasi sel.
“Zat ini tidak hanya membunuh patogen gingivitis, tetapi hanya menghambat pertumbuhannya. Mereka tidak dapat memberikan efek toksiknya, dan kuman sehat dapat menempati ceruk yang seharusnya tidak tersedia bagi mereka,” urai Prof. Stephan Schilling.
Dengan cara ini, zat tersebut, bekerja selaras dengan bakteri sehat, membantu secara perlahan membangun dan mempertahankan keseimbangan mikroba yang stabil di mulut lanjut Prof. Stephan Schilling.
Dari ide hingga produk akhir
Teknologi ini didasarkan pada proyek Uni Eropa yang melibatkan banyak mitra internasional. Untuk mengembangkan produk perawatan mulut yang inovatif, perusahaan spin-off yakni PerioTrap Pharmaceuticals GmbH didirikan pada tahun 2018—berbasis di kota Halle, Jerman.
Pasta gigi mikrobioma PerioTrap dikembangkan dalam kolaborasi erat dengan Fraunhofer IZI dan Fraunhofer Institute for Microstructure of Materials and Systems IMWS.
“Produk ini membantu mencegah periodontitis. Seperti pasta gigi biasa, produk ini juga mengandung bahan abrasif dan fluoride untuk mencegah gigi berlubang,” jelas Dr. Mirko Buchholz, salah satu pendiri perusahaan spin-off milik Fraunhofer.
Banyak kendala teknologi yang harus diatasi dan eksperimen diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut zat yang diidentifikasi di Fraunhofer IZI menjadi bahan dengan semua sifat yang dibutuhkan.
Penggunaan produk tersebut harus mampu memblokir kuman yang tidak diinginkan tetapi tidak boleh beracun. Produk tersebut tidak boleh diserap oleh tubuh dan masuk ke aliran darah, dan tidak boleh menyebabkan perubahan warna pada gigi.
Tim ahli Fraunhofer IZI mendukung pengembangan produk dengan analisis biokimia dan investigasi biologi struktural.
“Hal ini memungkinkan kami untuk lebih memahami fungsi zat yang sedang diteliti dan untuk menemukan komposisi optimal dari berbagai bahan aktif dalam pasta gigi,” jelas Prof. Stephan Schilling.
Fraunhofer IZI memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengidentifikasi dan menguji zat yang cocok untuk mengatasi mekanisme patologis atau kuman, misalnya, pada penyakit menular.
Sementara itu, para ahli dari Fraunhofer IMWS menangani aspek ilmu material, menguji efek setiap varian pasta gigi baru pada gigi dan gusi.
Dr. Andreas Kiesow bertindak sebagai pemimpin kelompok untuk karakterisasi produk perawatan medis dan kosmetik.
“Melalui mikroskop elektron pemindaian, karakterisasi kimia, dan pengukuran kuantitatif, kita dapat membuat pernyataan terperinci tentang toleransi dan fungsi suatu zat. Sederhananya: Pada akhirnya kita menentukan apakah pasta gigi tersebut berfungsi,” tutur Dr. Andreas Kiesow.

Praktik laboratorium yang baik dan peluang bagi Indonesia
Para peneliti Fraunhofer dari kedua institut mendasarkan proyek penelitian mereka pada sistem jaminan kualitas Praktik Laboratorium yang baik atau disebut Good Laboratory Practice (GLP).
Hal ini memungkinkan pengujian bahan dan zat aktif sesuai dengan aturan yang diakui secara resmi dan ketat, dan hasilnya diterima oleh otoritas nasional dan internasional.
“Kepatuhan terhadap pedoman GLP merupakan komponen penting dari proyek ini. Kami tidak hanya mengembangkan pasta gigi yang baik dengan zat baru, tetapi produk perawatan gigi berkualitas tinggi dan berstandar medis,” rinci Prof. Stephan Schilling.
Pengembangan teknologi presisi terus berlanjut. Untuk digunakan dalam praktik kedokteran gigi, para ahli di perusahaan spin-off PerioTrap, bersama dengan Institut Fraunhofer mengembangkan gel perawatan yang diaplikasikan setelah pembersihan gigi profesional.
Teknologi yang presisi ini memblokir bakteri patogen, menstabilkan flora mulut, dan menjaga kesehatan gusi. Teknologi PerioTrap dapat digunakan untuk pengembangan produk lebih lanjut untuk perawatan gigi dan flora mulut. Para peneliti pun sedang mengerjakan obat kumur, serta produk untuk pasar lain.
Bahkan hewan peliharaan pun dapat memperoleh manfaat dari perawatan gigi di masa depan. Karena penyakit ini memiliki penyebab yang sangat mirip pada anjing dan kucing, produk perawatan hewan peliharaan juga menjadi agenda.
Bagi pelaku industri di Indonesia, perkembangan teknologi presisi khas PerioTrap memberikan beberapa pelajaran strategis seperti pendirian model spin-off riset—terbukti efektif dalam membawa inovasi laboratorium ke pasar.
Litbang di perguruan tinggi dan BRIN berpeluang mendirikan semacam usaha rintisan agar hasil penelitian dapat dikomersialkan bagi masyarakat yang lebih luas.
Sontohnya, industri oral care nasional dapat menjajaki lisensi teknologi, joint research atau produksi lokal.
Regulator dan pelaku industri perlu bersiap menghadapi produk kesehatan berbasis mikrobioma yang akan semakin berkembang.
Kehadiran PerioTrap menegaskan bahwa masa depan industri oral care terletak pada inovasi berbasis sains, teknologi presisi, dan keberlanjutan biologis.
Bagi Indonesia, tren ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara riset, industri, dan kebijakan kesehatan akan sangat menentukan daya saing produk kesehatan nasional di pasar global. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form