Bagaimana para pengelola kota menciptakan smart parking agar kota semakin cerdas sesuai tuntutan digital transformation? Centrepark menawarkan solusi berbasis smart technology.

Penulis/editor: Marinus L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Centrepark (sumber): Sistem smart parking mestinya lebih berperan dibanding tukang parkir atau disebut ‘Pak Ogah’ yang mengatur kendaraan di arena parkir di kota-kota besar di Indonesia.
Gagasan itu mengemuka dari rilis yang diterbitkan oleh Centrepark sebuah perusahaan yang mempelopori solusi perparkiran cerdas di Indonesia. Caranya? Terhimpun dalam program Smart Parking Outlook 2025.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Tujuan program Centrepark adalah solusi inovatif yang dirancang untuk mentransformasi industri perparkiran di era modern dan diperkenalkan belum lama ini di Jakarta.
Centrepark ingin mengurai berbagai kebutuhan para pemangku kepentingan di industri perparkiran. Masyarakat membutuhkan kemudahan parkir yang lebih kondusif dan aman, dan pun pemilik gedung mencari solusi yang efisien.
Dari sisi kepentingan operator maka smart parking merupakan peluang monetisasi, dan pelaku industri pun menghadapi tantangan penggunaan ruang parkir yang terbatas. Solusi terbaik adalah mengadopsi dan menggunakan teknologi cerdas dan keberlanjutan.
Oleh sebab itu, Centrepark optimis atas kehadirannya guna menjawab kebutuhan perparkiran dengan menawarkan sistem smart parking yang inovatif berbasis teknologi cerdas dan ramah lingkungan.
Faktor urbanisasi yang pesat dan meningkatnya kepemilikan kendaraan, menumbuhkan bisnsis baru: terjadi industri perparkiran yang di dalam penyelenggaraan sarat tantangan seperti keterbatasan ruang parkir. Hal itu dapat diatasi dengan penerapan digitalisasi yang keberlanjutan.
Director Centrepark Group, Charles R. Oentomo mengurai gagasan smart parking yang diusungnya: mengadopsi teknologi cerdas untuk menciptakan sistem parkir modern dan ramah lingkungan.
“Masa depan perparkiran harus sejalan dengan kebutuhan mobilitas modern yang mendukung keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan. Teknologi yang kami rancang berguna untuk memberikan pengalaman parkir yang lebih efisien dan mudah,” janji Charles.
Penggunaan teknologi baru itu akan berkontribusi pada upaya pengurangan emisi karbon dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau serta kota yang lebih ramah untuk ditinggali lanjut Charles R. Oentomo.
Sistem traffic dispatching misalnya, membantu mengarahkan kendaraan dengan lebih cepat ke tempat parkir yang tersedia, sehingga mengurangi kemacetan dan waktu pencarian parkir.
Sedangkan penggunaan teknologi license plate recognition bertujuan guna memastikan hanya kendaraan yang terdaftar atau memenuhi syarat yang dapat menggunakan fasilitas parkir, mendeteksi perilaku mencurigakan—seperti penggunaan area terlalu lama.
Teknologi ini juga memberikan warning kepada pengelola. Centrepark dengan teknologi wireless RFID—WUZZ—memungkinkan transaksi dilakukan tanpa membuka jendela kendaraan, dan memudahkan pengguna.
Hal itu akan mempercepat proses masuk dan keluar area parkir. Solusi ini meminimalkan interaksi fisik, menjadikannya sebagai pilihan yang ideal yang mengutamakan efisiensi dan keamanan.
Catat manfaat teknologi blue charge: solusi praktis dan efisien bagi pemilik gedung, perumahan, atau properti lain yang menyediakan infrastruktur pendukung untuk kendaraan listrik—ini bagian dari bisnis (baru).
Centrepark mendukung transisi transportasi ke berkelanjutan, memberikan nilai tambah bagi pengelola property, dan memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang semakin meningkat. Fasilitas ini mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam ekosistem perparkiran modern ramah lingkungan.
Karya anak bangsa ke mancanegara
Director PARKEE, Wilson Sumanang membahas kehadiran kendaraan otonom—yakni kendaraan tanpa pengemudi dan merupakan salah satu peluang (bisnis) besar di masa depan—menambah diversifikasi industri perparkiran di Indonesia.
Teknologi perpakiran kendaraan otonom mampu mencari dan memarkir sendiri tanpa intervensi manusia, dan akan mengurangi waktu pencarian parkir dan memaksimalkan efisiensi ruang parkir.
Bagi pemilik gedung, teknologi ini membuka peluang untuk mengoptimalkan tata kelola area parkir, meningkatkan kapasitas tanpa perlu memperluas infrastruktur fisik.
“Adopsi teknologi pendukung kendaraan otonom, seperti traffic dispatching system dan license plate recognition, merupakan langkah awal menuju integrasi kendaraan otonom. Peluang ini menguntungkan dari sisi efisiensi operasional pemilik gedung, dan menjadikan Indonesia bagian dari revolusi global dalam mobilitas pintar,” jelas Sumanang.
Centrepark memproyeksikan teknologi cerdas seperti face recognition, dan automated visitor management system (AVMS)—menjadi pilar utama dalam menciptakan pengalaman parkir yang lebih personal dan efisien pada tahun 2025.
Teknologi AVMS dirancang untuk memperkuat hubungan dengan pengguna melalui program loyalitas yang berbasis data, serta memberikan wawasan strategis kepada pemilik gedung melalui solusi dengan menggunakan people counting dan AI solutions for malls.
Dengan AI, pemilik gedung mampu menganalisis pola penggunaan parkir, seperti waktu-waktu sibuk, jenis kendaraan yang sering parkir, dan durasi rata-rata pemarkiran.
Keberadaan data guna membantu pemilik gedung untuk memahami kebutuhan pengunjung. Mereka dapat merencanakan kebijakan tarif dinamis, menambah fasilitas seperti stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik, atau meningkatkan layanan di jam-jam tertentu.
“Pada tahun 2025, kami melihat teknologi berbasis AI sebagai kunci untuk memaksimalkan efisiensi operasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi pengguna dan pemilik gedung,” jelas Anton Darnando, Director Centrepark Group.
Dengan memanfaatkan teknologi berbasis AI, Centrepark memproyeksikan masa depan di mana kota menjadi lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan. Sistem face recognition mendukung keamanan operasional, dan menjadi bagian integral dari transparansi dan pengelolaan yang lebih baik.
“Visi tahun 2025 adalah menciptakan ekosistem perparkiran yang mendukung keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan, selaras dengan cita-cita kota cerdas di masa depan,” Anton optimistik.
Centrepark berkomitmen untuk menciptakan nilai ekonomi bagi Indonesia melalui inovasi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi di sektor properti dan transportasi. Komitmen ini sejalan dengan visi Centrepark 2025 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, Centrepark merencanakan ekspansi regional untuk mengusung teknologi karya anak bangsa ke pasar internasional atau mancanegara.
Centrepark berharap dapat membuktikan bahwa inovasi Indonesia memiliki daya saing global di sektor perparkiran seperti smart parking.
Lengkapi informasi dengan mengakses ke https://youtu.be/l_XvogBCue0
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form