Thursday
08 October 2026

SATRIA-1 Dukung Satelit Nusantara 1

Satelit SATRIA-1 dukung Nusantara 1 yang diluncurkan oleh Alcatel Lucent perusahaan dari Prancis. Pebisnis bidang telekomunikasi menyatakan peningkatan pengetahuan digital diperlukan oleh para pelaku industri dan masyarakat agar digitalisasi semakin meningkat.

Satria-1 milik Indonesia terbesar di Asia (Foto/@: TVOneNews)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Alcatel-Lucent Enterprise (sumber): Satelit Satria-1 mendukung satelit Nusantara 1  yang diluncurkan pada tahun 2019. Nusantara 1 dan Satria-1 menyediakan peluang besar di bidang teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital driver.

Indonesia telah memasuki era Industry 4.0 sejak tahun 2018. Dengan satelit Nusantara 1 itu, maka proses digitalisasi lebih meningkat secara signifikan dan lebih cepat di Indonesia.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Indonesia berencana ingin menerapkan digitalisasi ekonomi yang terbesar di wilayah Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 2020.

Setelah peluncuran satelit Nusantara 1 pada 2019, Indonesia terus memperkuat infrastruktur digitalnya. Salah satu langkah besar adalah peluncuran satelit SATRIA-1 pada 2023, yang menjadi satelit multifungsi pertama Indonesia dengan kapasitas terbesar di Asia.

SATRIA-1 dirancang untuk meningkatkan akses internet di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T), mendukung pendidikan, kesehatan, dan layanan pemerintah.

Indonesia telah menjadi salah satu pemain utama dalam transformasi digital di Asia Tenggara. Dengan peta jalan “Making Indonesia 4.0,” pemerintah menargetkan Indonesia masuk dalam 10 besar ekonomi global pada 2030. Transformasi ini mencakup penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan pengembangan ekosistem 5G. Indonesia juga memiliki ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai transaksi digital mencapai USD 90 miliar pada 2024.

Sayangnya, peluncuran satelit Nusantara 2 pada 2020 mengalami kegagalan teknis, sehingga satelit tersebut tidak berhasil mencapai orbit. Indonesia beralih ke SpaceX untuk peluncuran satelit-satelit berikutnya, termasuk SATRIA-1, yang berhasil diluncurkan pada 2023.

Apa keunggulan SATRIA-1?   SATRIA-1 adalah satelit multifungsi pertama Indonesia dengan kapasitas terbesar di Asia. Beberapa keunggulannya antara lain, menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan frekuensi Ka-Band, memungkinkan kecepatan internet hingga 150 Gbps.

Memancarkan 116 spot beam untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Penggunaan energi cukup efisien karena dilengkapi teknologi electric propulsion yang memperpanjang usia pakai satelit hingga 15 tahun.

Kapasitas besar atas kemampuan untuk melayani hingga 370.000 titik layanan publik, termasuk sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan.

SATRIA-1 punya impak terhadap pendidikan di Indonesia karena berdampak signifikan pada pendidikan, terutama di daerah terpencil. Memungkinkan siswa dan guru di daerah terpencil mengakses materi pembelajaran online, e-learning platform, dan sumber daya pendidikan interaktif.

Mengurangi kesenjangan pendidikan dengan menyediakan akses internet berkualitas di seluruh Indonesia, dan mendukung pembelajaran jarak jauh, terutama selama pandemi, dengan konektivitas yang lebih baik.

Penggunaan SATRIA-1 memfasilitasi akses ke jurnal ilmiah dan basis data global, mendorong inovasi dan kolaborasi antarpeneliti.

Peran Alcatel-Lucent Enterprise

Kemajuan yang dicapai di atas berkaitan dengan sumbangan Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) perusahaan telekomunikasi yang berkantor pusat di Prancis dan beraktivitas di Indonesia sejak lebih 40 tahun dan punya andil meningkatkan kemajuan sektor telekomunikasi dan komunikasi di Indonesia.

Salah satu contoh konkrit, ALE Indonesia mengundang partner bisnisnya untuk merayakan a century of fame dan memberikan penghargaan kepada beberapa partner yang telah memberikan performa terbaiknya kepada ALE demi membantu pelanggan mengatasi tantangan bisnis saat ini.

“Seratus tahun merupakan langkah panjang bagi Alcatel-Lucent Enterprise. Berkat dukungan partner, kami melakukan inovasi dan membantu banyak pelanggan untuk melakukan transformasi di era digital yang sedang berlangsung,” ungkap Damien Delard.

Damien menambahkan, bersamaan dengan bisnis partner yang telah melakukan pekerjaan luar biasa, ALE melanjutkan kolaborasi untuk menciptaan diferensiasi dalam pasar teknologi informasi dan inovasi teknologi yang berguna bagi masa depan era digital di Indonesia.

ALE berkolaborasi dengan perusahaan Fujitsu, IBM, Samsung, dan PT Virtus Technologies Indonesia yang bertindak sebagai distributor.

Salah satu bentuk kolaborasi yang telah dilakukan adalah melalui platform komunikasi andalan ALE yakni  Rainbow. Contohnya, untuk memperluas kepuasan pelanggan dalam menerapkan digitalisasi, IBM Watson memberikan Rainbow API Hub.

Sementara itu, Presiden Direktur IBM Indonesia, Megawaty Khie menjelaskan, sebuah komunikasi platform terdepan dalam kemampuan AI (kecerdasan buatan) dan cognitive di area bots pintar, kepiawaian berinteraksi dengan bahasa lokal hingga mengenali video/wajah.

“Kolaborasi dengan ALE merupakan salah satu wujud komitmen IBM dalam berinovasi. Kami terus mengembangkan solusi-solusi terdepan khususnya dalam bidang AI, cloud, security, dan blockchain. Kami berkomitmen untuk membantu terwujudnya Industry 4.0 di Indonesia,” tandas Megawaty.

Sales Director Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia, Ubayt Kurniawan menambahkan, ALE  memberikan fleksibilitas, mobilitas, dan komunikasi mobile yang aman melalui kerja sama dengan Samsung Knox.

Contoh solusi buatan ALE dan Samsung dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan tertentu perusahaan—terintegrasi dengan proses, aplikasi, dan teknologi bisnis seperti sales tools, HR apps, dan lain-lain.

“Mobilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan kerja saat ini. Mengoptimalkan Samsung Knox dengan security yang sudah disertifikasi militer Pentagon, Samsung dan ALE mendukung organisasi memaksimalkan manfaat dari tren mobilitas sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan bisnis,” tutur Roy Nugroho, Head of IT & Mobile B2B Samsung Electronics Indonesia.

Sementara itu, PT Fujitsu Indonesia medukung  seluruh solusi yang ditawarkan ALE—melalui data center yang menggunakan teknologi Fujitsu cloud—berlokasi di Indonesia.

Dengan memanfaatkan kefleksibilitasan Fujitsu Cloud, ALE memberikan solusi Unified Communication as a Services untuk berbagai segmen dan industri di seluruh Indonesia.

Teknologi ini membantu perusahaan mencapai tingkat fleksibilitas, efisiensi biaya dan mampu menjawab semua tantangan bisnis secara efektif.

“Kolaborasi Fujitsu Cloud dengan ALE Rainbow UCaaS memungkinkan pelanggan fokus terhadap core business dan memudahkan operasional sehari-hari dengan memberikan enterprise class servicesdengan investasi serendah mungkin,” imbuh Ewin Tan, Country Head Managed Infrastructure Services, PT Fujitsu Indonesia.

Mulai tahun 2019, ALE fokus mengembangkan pasar di Indonesia bagian Timur dengan menggandeng PT Virtus Technology Indonesia sebagai value-added distributor baru.

Country Manager ALE Indonesia, Adios Purnama berharap, kolaborasi dengan PT Virtus Technology Indonesia yang dikumandani oleh Erwin Kuncoro (Presiden Direktur),  lebih proaktif membantu perusahaan-perusahaan yang bertransformasi digital di kawasan Indonesia bagian Timur.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik