Sebanyak 15 perusahaan teknologi global dari 10 negara meluncurkan Trusted Tech Alliance di Munich Security Conference. Fokus mereka adalaj AI, cloud, dan keamanan digital untuk membangun ekosistem teknologi tepercaya dan tangguh. Sikap pelaku industri di Indonesia?

Ilustrasi yang menggambarkan kemitraan 15 perusahaan dari 10 negara yang membangun aliansi TTA (Foto/@: TTA)
Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Ericsons & Trusted Tech Alliance (sumber): Di tengah lanskap geopolitik yang semakin terfragmentasi dan pesatnya perkembangan teknologi seperti AI dan cloud, sebanyak 15 perusahaan teknologi global membentuk Trusted Tech Alliance (TTA).
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
TTA diumumkan pada Munich Security Conference, Jerman, belum lama ini—sebagai aliansi strategis lintas negara untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman, transparan, dan dapat dipercaya, sekaligus menjawab tuntutan dunia industri dan masyarakat akan teknologi yang bertanggung jawab.
Ke-15 perusahaan itu berkedudukan di Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Utara—bersepakat pembentukan TTA.
TTA merupakan kolaborasi penyedia teknologi global dengan visi yang sama untuk bekerja melintasi batas negara, berlandaskan prinsip bersama dalam membangun ekosistem teknologi yang tepercaya–mulai dari konektivitas, infrastruktur cloud, semikonduktor, software, hingga kecerdasan buatan (AI).
Prinsip-prinsip ini dirancang untuk memastikan bahwa, terlepas dari asal negara pemasoknya, perusahaan-perusahaan dalam aliansi ini tetap mematuhi komitmen bersama terkait transparansi, keamanan, dan perlindungan data.
Melalui komitmen tersebut, aliansi ini bertujuan membangun kepercayaan sekaligus memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Sebagai respons terhadap laju perkembangan teknologi serta lingkungan yang kian kompleks, negara dan pengguna kini menuntut tingkat keandalan dan ketahanan yang lebih tinggi dari para penyedia teknologi.
Dan sekaligus memastikan potensi dampak negatif terhadap individu dan masyarakat dapat diminimalisir. Dalam konteks ini, penting untuk perusahaan dari berbagai sektor teknologi untuk bersinergi dan bersama-sama menjawab kebutuhan tersebut.
Dalam mendefinisikan karakteristik teknologi yang dapat dipercaya serta prinsip operasional yang akan dipatuhi oleh para penandatangan, anggota TTA berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah dan pelanggan.
Tujuannya adalah memastikan manfaat dari teknologi-teknologi terbaru dapat meningkatkan kepercayaan publik secara luas, sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
TTA menyatukan perusahaan-perusahaan terdepan yang berkomitmen menerapkan praktik dan prinsip yang jelas dan dapat diverifikasi, untuk memastikan teknologi dikembangkan secara aman, andal, dan bertanggung jawab, di mana pun teknologi tersebut dibuat atau digunakan.
Pimpinan perusahaan yang menandatangani Trusted Tech Alliance adalah Anthropic, AWS, Cassava Technologies, Cohere, Ericsson, Google Cloud, Hanwha, Jio Platforms, Microsoft, Nokia, Nscale, NTT, Rapidus, Saab, dan SAP.
Ke-15 perusahaan itu menyepakati lima prinsip utama—menjelaskan bagaimana mereka akan mengembangkan, menerapkan, mengoperasikan, serta berkolaborasi sebagai penyedia teknologi global yang meliputi:
Tata Kelola Korporasi yang Transparan dan Etis
Transparansi Operasional, Pengembangan yang Aman, dan Penilaian Independen
Supply Chain yang Tangguh dan Pengawasan Keamanan
Ekosistem Digital yang Terbuka, Kolaboratif, Inklusif, dan Tangguh
Kepatuhan terhadap Hukum dan Perlindungan Data
Komitmen itu mengharuskan perusahaan untuk memiliki tata kelola perusahaan yang kuat dan menjunjung tinggi etika, mengembangkan teknologi secara aman, serta mengelolanya secara bertanggung jawab sepanjang periode operasionalnya.
Selain itu, perusahaan juga memastikan adanya jaminan keamanan dan kualitas yang mengikat dengan para pemasok, serta mendorong penerapan standar keamanan global dalam ekosistem digital yang terbuka, kolaboratif, dan inovatif.
TTA akan terus membangun komunitas penyedia layanan global yang berdedikasi memajukan technology stack yang tepercaya, saling terhubung, dan terbuka, serta membentuk pendekatan bersama yang mendukung upaya nasional maupun internasional dalam meningkatkan kedaulatan, ketahanan, dan daya saing.
“Di tengah pesatnya perubahan teknologi, kolaborasi antara pelaku industri yang memiliki visi yang sama menjadi sangat penting untuk memperkuat kepercayaan konsumen dan memastikan manfaat teknologi dapat dimaksimalkan bagi kemajuan ekonomi dan Masyarakat,” jelas David Zapolsky, Chief Global Affairs & Legal Officer Amazon.
Pihaknya bergabung dengan TTA untuk menegaskan komitmen berkelanjutan Amazon dalam menghadirkan teknologi tepercaya, aman, dan tangguh bagi pelanggan Amazom.
Sementara, Head of External Affairs Anthropic, Sarah Heck berpendapat,“Seiring dengan bertambah kuatnya peran sistem AI dalam mendorong inovasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan membentuk lanskap keamanan nasional.”
Yang meliputi Amerika Serikat dan negara-negara sekutu perlu memastikan bahwa model AI yang paling luas diadopsi adalah model yang aman, andal, tepercaya, dan dikembangkan secara transparan.
Anthropic bangga dapat bergabung dengan TTA untuk mendukung kepemimpinan Amerika Serikat dalam industri AI dan memajukan prinsip-prinsip bersama bagi pengembangan AI yang tepercaya bersama para mitra yang memiliki satu visi demikian Sarah Heck.
Apa komentar Strive Masiyiwa, pendiri dan Executive Chairman Cassava Technologies? “Di tengah pesatnya adopsi teknologi global yang belum pernah terlihat sebelumnya, Cassava Technologies bangga menjadi anggota pendiri TTA.”
Strive Masiyiwa percaya kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kolaborasi di tingkat global akan memastikan teknologi terus mendorong kemajuan manusia serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, hal yang sangat penting bagi generasi muda dan masa depan.
Sedangkan President dan CEO Ericsson menjelaskan bahwa, “Tidak ada satu perusahaan atau negara pun yang dapat membangun sistem digital yang aman dan tepercaya sendirian. Kepercayaan dan keamanan hanya bisa dicapai melalui kerja sama.”
Oleh karena itu, lanjut Börje Ekholm bersama para pelaku industri yang memiliki visi serupa, Ericsson meluncurkan TTA – sebuah inisiatif yang berkomitmen menghadirkan praktik kepercayaan yang dapat dibuktikan di seluruh ekosistem digital.
Indonesia hendakanya ikut pemain, jangan hanya pasar
“Google Cloud sudah lama memiliki komitmen untuk mempromosikan pilihan, kepercayaan, dan kedaulatan yang tertanam dalam teknologi kami hari ini. Melalui TTA, kami ingin memperkuat prinsip-prinsip yang selama ini dijalankan Google Cloud,” tutur Marcus Jadotte, Vice President Government Affairs dan Public Policy Google Cloud.
Marcus Jadotte melanjutkan Google Cloud mendukung pilihan pelanggan melalui kendali teknis dan kemitraan lokal untuk memenuhi syarat kedaulatan dan regulasi regional yang ketat.
Menurut Vice Chairman Hanhwa Group, Dong Kwan (DK) Kim bahwa kepercayaan akan memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan teknologi demi memastikan berbagai kebutuhan mendesak masyarakat bisa terpenuhi.
Mulai dari keamanan energi dan ketahanan kedaulatan hingga manufaktur tingkat lanjut, pihaknya percaya ekosistem teknologi yang tepercaya adalah kunci untuk menjaga keamanan masyarakat, memperkuat industri, dan mendorong ketahanan masa depan.
Sedangkan CEO Jio Platforms, Kiran Thomas menjelaskan, “Teknologi yang tepercaya, aman, dan transparan merupakan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan digital yang inklusif dalam skala global.”
Jio Platforms bangga dapat bergabung dengan TTA untuk memajukan standar bersama serta praktik yang dapat diverifikasi di seluruh lapisan teknologi.
Melalui kolaborasi dengan para mitra global, pihaknya ingin memperkuat ketahanan, memperluas peluang digital, serta membangun kepercayaan jangka panjang terhadap sistem konektivitas generasi berikutnya, cloud, dan AI.
“Dalam lingkungan geopolitik saat ini, sangatlah penting bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki visi serupa untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan dan mendorong penerapan standar global yang tinggi guna mempertahankan kepercayaan terhadap teknologi lintas batas,” tambah Brad Smith, Vice Chair dan President Microsoft.
Aliansi ini tidak berlandaskan pada asal negara penyedia teknologi, melainkan pada komitmen bersama terhadap pelanggan.
Melalui prinsip-prinsip yang jelas dan dapat diverifikasi, aliansi ini mempertemukan perusahaan-perusahaan terkemuka untuk menunjukkan bahwa teknologi dapat aman, andal, dan dioperasikan secara bertanggung jawab di mana pun teknologi tersebut digunakan.
“AI mempercepat perubahan di seluruh lapisan teknologi sekaligus meningkatkan standar kepercayaan. Jaringan dan infrastruktur kritis harus dirancang agar aman, tangguh, dan saling terhubung sejak awal,” tutur Justin Hotard, President dan CEO Nokia.
“Melalui TTA, kami bergabung dengan para mitra industri untuk memperkuat fondasi tersebut seiring dengan semakin luasnya penerapan kecerdasan secara global,” ujarnya.
Infrastruktur AI merupakan fondasi tempat inovasi dibangun — dan fondasi tersebut harus tepercaya serta aman. Pelanggan harus memiliki keyakinan penuh mengenai di mana data mereka disimpan, bagaimana data tersebut dilindungi, serta siapa yang mengelola sistem yang mendukung AI mereka demikian Josh Payne, Founder dan CEO Nscale.
Infrastruktur AI mandiri kami dirancang khusus untuk memberikan jaminan tersebut, dengan menggabungkan kinerja tinggi, keamanan yang ketat, transparansi, serta kendali lokal. Kami bangga dapat bermitra dengan berbagai organisasi di seluruh dunia untuk mendorong pengembangan AI dengan cara yang aman, tepercaya, dan dibangun untuk ketahanan jangka panjang lanjut Josh Payne.
Tidak ketinggalan Jun Sawada, Executive Chairman NTT. “Tidak peduli seberapa canggihnya teknologi seperti AI dan keamanan siber dalam jaringan terhubung, diskusi yang beragam tetap menjadi hal yang esensial agar teknologi tersebut dapat diterima di masyarakat.”
“Sangat penting bagi perusahaan-perusahaan tepercaya dengan nilai dan prinsip moral yang sama untuk bekerja secara erat dalam mengoordinasikan serta memajukan berbagai inisiatif mereka.”
“Kami mengakui pentingnya ekosistem teknologi global yang tepercaya. Kami sepenuhnya sejalan dengan prinsip-prinsip yang diusung oleh aliansi ini dan berkomitmen untuk berkontribusi dalam mendorong transparansi, keamanan, inovasi terbuka, serta supply chain yang tangguh melalui kolaborasi dengan para mitra global yang memiliki visi serupa,” jelas Dr. Atsuyoshi Koike, CEO Rapidus Corporation.
“Melalui inisiatif pendirian TTA, kami ingin berkontribusi dalam meningkatkan keamanan digital serta mendorong inovasi melalui kerja sama internasional,” ungkap Micael Johansson, President dan CEO, Saab.
Di era transformasi digital yang berlangsung cepat, kolaborasi seperti ini bukan hanya langkah yang baik, tetapi juga menjadi hal yang diperlukan untuk mewujudkan masa depan digital yang lebih aman dan kompetitif tegas ujar Micael Johansson.
Bahkan Chief Financial Officer dan Anggota Dewan Eksekutif SAP, Dominik Asam menggaris bawahi pendapat para mitranya, “Kepercayaan dan kerja sama teknologi global tetap menjadi hal yang esensial untuk ekonomi yang kompetitif.”
“Dengan meningkatnya sensitivitas data dan regulasi saat ini, di mana kepercayaan dan kewenangan saling terkait, kepercayaan harus dibangun secara bertahap dan konsisten. Di SAP, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang dapat dipercaya dan diandalkan melalui ekosistem terbuka, standar keamanan yang transparan, serta inovasi yang bertanggung jawab,” tandas Dominik Asam.
Pembentukan Trusted Tech Alliance menjadi sinyal kuat bahwa masa depan industri teknologi tidak lagi ditentukan oleh satu negara atau perusahaan, melainkan oleh kolaborasi global berbasis kepercayaan dan standar bersama.
Bagi pelaku industri di Indonesia, momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola teknologi, meningkatkan standar keamanan data, serta membangun kemitraan strategis dengan ekosistem global.
Selain itu, perusahaan nasional harus mulai mengadopsi prinsip transparansi, ketahanan supply chain, serta kesiapan menghadapi regulasi lintas negara, khususnya dalam pengembangan AI dan infrastruktur digital.
Dengan langkah tersebut, industri Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam rantai nilai teknologi global yang semakin kompetitif dan berbasis trust. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form