Green & Waste Management, WATER-TECH

Teknologi Fragmentasi Elektrodinamik Hasilkan Bahan Baku Segar

Teknologi fragmentasi elektrodinamik hasilkan bahan baku segar yang dapat digunakan untuk beton. Bahkan limbah plastik dapat direkayasa menjadi bahan pembuatan bodi pesawat...

Written by Erwin Prasetyo · 1 min read >
Teknologi Fragmentasi Elektrodinamik

Teknologi fragmentasi elektrodinamik hasilkan bahan baku segar yang dapat digunakan untuk beton. Bahkan limbah plastik dapat direkayasa menjadi bahan pembuatan bodi pesawat terbang. Kapan Indonesia melakukannya?

Teknologi Fragmentasi Elektrodinamik
Limbah yang disortir (dipisah) menurut jenis menghasilkan bahan-bahan bernilai ekonomis. Teknologi fragmentasi elektrodinamik hasilkan bahan baku segar (Foto/©: Fraunhofer IBP)

Semua puing seperti kayu bekas, limbah pembakaran terak, dan bahan komposit dengan kandungan karbon atau disebut memo elektronik, jumlahnya ratusan juta ton—berbentuk limbah yang dihasilkan  seluruh dunia setiap tahun. Bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi?

Institut Fraunhofer untuk Fisika Bangunan melakukan penelitian tentang metode fragmentasi elektrodinamik untuk daur ulang bahan komposit.

Metode fragmentasi elektrodinamik merupakan  salah satu solusi untuk memisahkan bahan komposit yang berbeda-beda.

Misalnya limbah beton, terak insinerasi, dan plastik dengan kandungan serat karbon secara selektif dipisah menurut jenisnya masing-masing. Tujuannya agar komponen dipulihkan secara efisien agar dapat digunakan lagi.

Metode yang dilaksanakan didasarkan pada prinsip bahwa impuls bawah laut ultra-pendek (<500  nsec) menyebabkan fragmentasi terseleksi dari bahan komposit.

Pelepasan listrik mengalir di sepanjang batas fase untuk membongkar material komposit dari dalam komponennya. Dengan metode ini maka proses pemisahan bebas debu dan kontaminasi—tidak  seperti dalam proses mekanis.

Beton adalah bahan bangunan yang paling umum digunakan di berbagai negara. Beton terbuat dari semen, air, dan agregat lain seperti kerikil, batu kapur dengan ukuran butir yang berbeda.

Limbah konstruksi mineral mencapai 186,5 juta ton pada 2010, dan sebanyaj 53,1 juta ton merupakan puing-puing atau setara dengan 28,5 persen. Jumlah itu terus meningkat hingga sekarang.

Puing-puing beton menghasilkan debu dalam jumlah besar ketika dihancurkan, dan sebagian besar digunakan sebagai bahan sub-dasar untuk jalan.

Akan tetapi, dengan fragmentasi elektrodinamik, konstruksi dan pembongkaran limbah dapat didaur ulang untuk menghasilkan agregat yang berkualitas tinggi sebagai bahan produksi beton yang segar dan bahan baku untuk produksi semen.

Tim ilmuwan Fraunhofer melihat potensi besar daur ulang terak limbah insinerasi yakni 420 juta ton bahan ini diproduksi di seluruh dunia setiap tahun.

Menerapkan fragmentasi elektrodinamik bukan hanya bertujuan melestarikan ruang TPA (tempat pembuangan akhir) yang semakin langka—juga mencapai tingkat pemulihan yang jauh lebih tinggi dari bahan baku sekunder yang berharga seperto logam.

Area atau bidang lain untuk aplikasi (penggunaan) tambahan adalah industri penerbangan. Meningkatnya pemasangan polimer yang diperkuat serat karbon di pesawat membutuhkan teknologi daur ulang.

Hal iru akan menghemat sumber daya yang penting dan memperkenalkan kembali serat karbon daur ulang dalam bentuk produk-produk baru yang ekonomis.

Hal yang sama berlaku untuk skrap elektronik dan banyak material komposit lain yang hingga saat ini belum dapat dipisahkan dengan cukup bersih demikian rilis Fraunhofer.

Sejalan dengan pengembangan proses, para ilmuwan menciptakan neraca ekologis untuk sistem produk dari setiap metode yang dikembangkan dalam proyek internal Fraunhofer  yuang disebut “Penyortiran Molekuler”.

Hasil akhirnya adalah proses yang analisis ekologis memainkan peran kunci. Apakah Indonesia telah mengadopsi teknologi fragmentasi elektrodinamik hasilkan bahan baku segar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *