Distribusi, Energi

Mendistribusikan Listrik ke Rumah Apung, Peran Komunitas Energi

Bagaimana cara mendistribusikan listrik ke rumah apung di Amsterdam, Belanda? Komunitas energi yakni para penghuni rumah apung saling berbagi. Misalnya saat pemilik...

Written by Erwin Prasetyo · 2 min read >
Rumah Apung

Bagaimana cara mendistribusikan listrik ke rumah apung di Amsterdam, Belanda? Komunitas energi yakni para penghuni rumah apung saling berbagi. Misalnya saat pemilik rumah A berlibur maka daya di rumahnya digunakan warga pemilik rumah lain yang sedang berpesta.  

Rumah Apung
Salah satu rumah yang sedang “berlabuh” di dermaga. Mendistribusikan listrik ke rumah apung (Foto/©: Fraunhofer ITWM)

Mendistribusikan Listrik ke Rumah Apung

Pasokan energi terbarukan mengalami pasang surut seperti pasang surut gelombang laut. 

Jumlah energi yang dihasilkan oleh sumber terbarukan juga mengalami pasang surut di berbagai negara seperti di negeri Kincir Angin, Belanda. 

Bagaimana membantu para warga yang menghuni rumah apung?

Para ilmuwan di bidang energi dari Institut Fraunhofer untuk Matematika Industri ITWM (Jerman)   telah menemukan solusi cerdas untuk mengatasi fluktuasi daya yang menimpa masyarakat yang tinggal di rumah-rumah apung di seantero Amsterdam, Belanda. 

Para ilmuwan mengembangkan sistem manajemen energi yang inovatif agar dapat menghubungkan sistem yang bersumber secara fotovoltaik (konvensional), baterai, mesin listrik, dan mobil listrik untuk mendistribusikan daya (listrik) ke setiap rumah tangga khususnya rumah apung.

Begitu juga kebutuhan seluruh lingkungan yang bersumberkan dari energi terbarukan yang diproduksi secara lokal yakni di lingkungan rumah-rumah apung yang jarak antarrumah berbeda dan setiap waktu bisa berubah. 

Rumah yang dibangun di atas permukaan air laut disebut houseboats atau rumah terapung merupakan salah satu ciri khas tempat tinggal atau dikenal dengan sebutan cityscapes di Belanda. 

Banyak saluran air di Amsterdam, demikian juga lingkungan baru di kota yang memiliki jenis rumah terapung, namun bukan seperti rumah kapal tradisional di Belanda. 

Tiap komunitas dilengkapi dengan catu daya terbarukan yang canggih untuk mengaliri daya (listrik) ke 30 unit rumah  apung atau orang Belanda juga menyebutnya dengan rumah air. 

Para penghuni rumah apung berswasembada daya dan sangat minim mendapatkan daya dari PLN Belanda. 

Operator jaringan meletakkan hanya satu saluran listrik untuk kepentingan bersama bagi komunitas dermaga. 

Sebuah alat yang disebut pita sempit berfungsi sebagai cadangan untuk memberikan daya (listrik) jarak jauh ketika pada hari tertentu sedang berawan. Bagaimana mengelolanya? 

Pengelolaannya berdasarkan sistem manajemen yang pelakunya adalah komunitas energi setempat.
Institut Fraunhofer untuk Matematika Industri ITWM bekerja sama dengan mitra menggarap proyek ERA Net Smart Grids Plus atau  Grid Friends.

Tim peneliti mengembangkan sistem manajemen energi yang memungkinkan tercipta otonom secara mandiri. 

Para pelakunya adalah komunitas energi yakni warga yang tinggal di rumah-rumah apung. 

“Kami membangun sistem manajemen energi yang dimiliki oleh setiap rumah. Kami mengembangkan sistem yang berlaku bagi seluruh komunitas energi di rumah-rumah apung,” tutur  Matthias Klein, Manajer Proyek ERA Net Smart Grids Plus

“Sistem yang kami bentuk mengontrol sistem fotovoltaik dan mesin listrik, mengisi ulang baterai, dan mengoordinasikannya dengan mobil listrik—tentu bertujuan untuk mendukung kopling sektor,” tambah Matthias Klein. 

Manajemen komunitas energi harus menyediakan energi yang cukup bagi semua orang di lingkungan rumah apung sepanjang waktu tanpa pernah atau minim pemadaman. 

Jika terjadi hari-hari yang gelap misalnya cuaca tidak bersahabat, penghuni rumah apung tetap kebagian daya tanpa membebani saluran listrik bersama ke jaringan public yakni PLN Belanda.

Pengelolaan energi di rumah apung bukanlah masalah yang mudah dan sederhana.

Secara kolektif, mereka berfungsi sebagai pusat energi komunal. Hubungan komunitas selalu menganalisis situasi untuk menentukan tujuan dan arah distribusi energi bagi warga yang membutuhkan. 

Dengan 30 sistem fotovoltaik, mesin listrik, dan baterai yang dipasang di tiap rumah milik warga di lingkungan Amsterdam berfungsi sebagai satu sistem yang besar, mencakup seluruh rumah apung yang penggunaan daya berbeda. 

Contoh kasus (untuk mudah memahami keadaan di lapangan): penghuni rumah apung A sedang berlibur maka otomatis daya listrik yang digunakan sangat minim di rumah apung A. 

Sementara konsumsi daya bagi pemilik  rumah B sangat tinggi, misalnya karena penghuninya sedang berpesta merayakan ulang tahun pernikahan.

Bagaimana cara menyeimbangkan penggunaan daya sehingga  daya (listrik) yang tidak digunakan di rumah apung A dapat digunakan oleh penghuni rumah apung B yang sedang berpesta, dan jarak kedua rumah apung bisa berubah tiap saat sesuai gelombang air laut?

Temukan ulasannya di artikel lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *