Industrialisasi, Sistem Produksi

Optimalkan Termoplastik dengan Kekuatan Serat, Teknologi 3D Cocok pada Industri

Begini cara optimalkan termoplastik dengan menggunakan kekuatan serat dengan menggunakan teknologi dan pencetakan 3D sesuai kebutuhan industri otomotif, dirgantara, dan konstruksi.   Penggunaan...

Written by Erwin Prasetyo · 2 min read >
Optimalkan termoplastik

Begini cara optimalkan termoplastik dengan menggunakan kekuatan serat dengan menggunakan teknologi dan pencetakan 3D sesuai kebutuhan industri otomotif, dirgantara, dan konstruksi.  

Optimalkan termoplastik
Komponen yang diproduksi dengan menggunakan pencetakan 3D dengan plastik yang diperkuat serat adalah fokus dari proyek kolaborasi. Optimalkan termoplastik dengan kekuatan serat, teknologi 3d cocok pada industri (Foto/©: Fraunhofer IMWS)

Penggunaan teknologi dan pencetakan berbasis 3D semakin penting untuk skala industri. Bagaimana optimalkan termoplastik dengan kekuatan serat? Para peneliti Fraunhofer IMWS bekerja bersama dengan perusahaan menemukan jawaban.

Para ahli menggunakan teknologi dan pencetakan 3D canggih dengan komposit termoplastik. Tim peneliti dari Institut Fraunhofer khususnya Mikrostruktur Bahan dan Sistem IMWS yang berlokasi di Halle, Jerman, mencapai hasil yang optimal.

Tim ahli bekerja sama dengan Brightlands Material Center sebuah lembaga termasuk Limburg dan TNO yang bermarkas di Belanda. 

Para peneliti mengoptimalkan penggunaan termoplastik yang diperkuat dengan serat agar fungsinya lebih ideal dan cocok dikerjakan sesuai dengan kelayakan teknologi dan pencetakan 3D saat diproduksi pada skala industri.

Dalam pencetakan 3D atau terkadang disebut manufaktur aditif, berbagai bahan seperti logam, resin, polimer sintetis, keramik, dan bahan karbon yang digunakan. 

Optimalkan Termoplastik

Menggunakan teknologi dan pencetakan 3D dengan bahan polimer menguntungkan karena berat rendah dibanding berat dari produk yang dihasilkan. Sementara desain sangat fleksibel dan berkesempatan untuk mengintegrasikan sensor. 

Proyek kerja sama Jerman-Belanda ini, Fraunhofer IMWS dan Brightlands Material Center  menggabungkan keunggulan produksi individu dengan cara pencetakan 3D dan sifat menarik dari bahan termoplastik yang diperkuat dengan menggunakan serat.

Para mitra mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang proses pembuatan dalam pencetakan 3D. Bagaimana serat penguat tertanam dalam matriks? Bagaimana hal itu  mempengaruhi sifat-sifat bagian komposit yang dicetak meliputi kekakuan atau kekuatan tarik. 

Optimalkan Termoplastik

Selannjutnya, para peneliti mengembangkan bahan dan teknologi yang memungkinkan pembuatan komponen yang sangat tangguh dan dapat dibuat secara khusus. 

Contohnya membuat suku cadang yang digunakan pada industri otomotif, dirgantara, dan konstruksi.

“Kisah sukses pencetakan 3D sejauh ini menunjukkan potensi besar dari penggunaan teknologi. Banyak parameter yang masih dapat ditingkatkan secara signifikan seperti kecepatan produksi dan stabilitas mekanik komponen,”  jelas Dr. Ralf Schlimper, Kepala Devisi Penilaian Sistem Komposit dari Fraunhofer IMWS.

Kompetensi Brightlands Material Center sehubungan dengan sifat dan pemrosesan bahan polimer, khususnya yang berkaitan dengan berbagai metode pencetakan 3D, merupakan tambahan yang sangat baik untuk profil yang dibuat oleh tim peneliti. 

“Saya yakin dengan kebersamaan para ahli untuk mencapai kemajuan besar dalam proyek yang kami kerjakan,” urai  Dr. Ralf Schlimper yang juga mengoordinasikan kerja sama di Halle itu.

“Kami senang kemitraan ini, Fraunhofer IMWS yang memiliki rekam jejak yang baik di bidang komposit termoplastik, dan diagnostik non-destruktif kualitas produk. Kolaborasi memberi akses menuju pencapaian keterampilan dengan fasilitas lengkap yang mendukung kami di bidang pencetakan 3D diperkuat serat berkelanjutan,” tutur Marnix van Gurp, Direktur Pelaksana Brightlands Material Center.

Teknologi 3D Cocok pada Industri

Kerja sama Saxony-Anhalt dan Limburg (Belanda) dilakukan secara intensif yang berlangsung lama (jangka panjang) sesuai kesepakatan kedua wilayah. 

“Kami memiliki banyak kesamaan, seperti industri kimia dan plastik yang kuat—menjadi ciri khas wilayah. Kami komit terhadap penggunaan sumber daya terbarukan di bidang ini dan minat untuk meningkatkan kerja sama perusahaan dan lembaga penelitian,” ujar  Dr. Jürgen Ude, Sekretaris Negara Kementerian Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Digitalisasi Saxony-Anhalt.

Mengerjakan beberapa proyek kolaboratif seperti Jaringan Wilayah Kimia Eropa, ChemSME, ChemClust, dan S3Chem, tim peneliti melihat potensi kerja sama yang besar di kedua wilayah dan sungguh bermanfaat. 

“Saya optimis kerja sama di bidang teknologi dan pencetakan 3D melanjutkan kisah sukses di hari-hari yang akan datang,” imbuh Joost van den Akker, Menteri Urusan Ekonomi provinsi Limburg, Belanda.

Kerja sama untuk  optimalkan termoplastik dengan kekuatan serat, dan menggunakan teknologi dan pencetakan berbasis 3D justru mendukung peningkatan produksi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *