MARINE JOURNAL, Maritime-Tech

Membersihkan Sampah Plastik di Sungai dan Lautan, Kolaborasi MHE-Demag dan The Ocean Cleanup

Tiap negara wajib membersihkan sampah plastik di sungai dan lautan seperti sungai Ciliwung di Jakarta. Konecranes (Lifting Businesses™ Group) dan The Ocean...

Written by Erwin Prasetyo · 2 min read >
Membersihkan Sampah Plastik

Tiap negara wajib membersihkan sampah plastik di sungai dan lautan seperti sungai Ciliwung di Jakarta. Konecranes (Lifting Businesses™ Group) dan The Ocean Cleanup menunjuk MHE-Demag sebagai  pelaksana. 

Membersihkan Sampah Plastik
The Ocean Cleanup menyiapkan alat Interceptor (gambar kiri) yang digunakan untuk membersihkan sampah plastik yang mengotori sungai dan lautan seperti pernah dilakukan di Sungai Ciliwung bekerja sama dengan Mhe-Demag. Perusahaan MHE-Demag menyiapkan crane saat mengerjakan pembersihan laut di proyek LNG milik perusahaan British Petroleum di Tangguh, Papua Barat. Membersihkan sampah plastik di sungai dan lautan (Foto/@: Ocean Cleanup/MHE-Demag) 

Sebanyak 1000 sungai yang kotor atau sarat polusi di berbagai negara bakal dibersihkan. Sebagian sungai di beberapa negara termasuk di Indonesia seperti sungai Ciliwung   yang sarat polusi sampah plastik dan kotoran lainnya telah  dibersihkan beberapa waktu lalu.

Konecranes dari grup Lifting Businesses™ dan The Ocean Cleanup sebuah organisasi lingkungan teknik, menyatakan untuk menangani 1000 sungai yang paling kotor  di berbagai negara seperti sungai di Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan di negara lainnya terutama di Asia. 

Negara-negara di Asia sebagai penyumbang 86 persen  sungai yang sarat sampah plastik. Untuk membersihan sungai-sungai dari kotoran sampah plastic, para mitra menunjuk MHE-Demag sebagai produsen crane dan peralatan industri lainnya.

Konecranes dan The Ocean Cleanup memercayakan MHE-Demag yang memiliki cabang di Indonesia untuk merancang, memproduksi  peralatan (pembersih) sungai yang digunakan di sungai-sungai di Asia.

Sementara The Ocean Cleanup pembuat alat Interceptor dan  MHE-Demag selaku pembuat perangkat yang  mencegat dan mengekstrak plastik yang berasal dari sungai. Tujuannya agar tumpukan plastik dari sungai  dicegat lebih awal dan tidak mengotori air laut. 

Tiga sungai telah berhasil dibersihkan seperti sungai di kota Klang di Malaysia, sungai Ciliwung di Jakarta, dan sungai Santo Domingo di Dominika. 

Mitra berencana untuk meningkatkan inisiatif yang lebih tepat sehingga pembuatan Interceptors seri 005 dan 006 yang sedang diproduksi di pabrik milik MHE-Demag di Klang (Malaysia) yang juga produsen crane terbesar di Asia Tenggara. 

Polusi yang disebabkan sampah plastik di laut merupakan masalah besar dunia saat ini. Sungai-sungai menumpahkan berjuta ton plastik yang selanjutnya mencemari lautan kita dan berlangsung sepanajang tahun. 

Kebanyakan polusi sampah plastik yang mengotori laut, berasal dari sungai-sungai di tiap  negara termasuk Indonesia yang merupakan produsen sampah plastik terbesar kedua di dunia.

Oleh karena itu, dibutuhkan peralatan Interceptors yang digunakan dalam skala besar dengan tujuan untuk meringankan beban sungai dan laut dari polusi sampah plastik yang tak bisa terurai dalam beberapa tahun. Sampah plastik akan merusak ekosistem lingkungan di darat, sungai, dan laut. 

Berkat kemitraan The Ocean Cleanup, MHE-Demag sebuah perusahaan dari Konecranes yang memiliki  keahlian dan sarat pengalaman dari berbagai proyek yang dikerjakan di berbagai negara. Alat Interceptors seri 005 dan 006 yang diproduksi di pabrik MHE-Demag di Klang, Malaysia, direncanakan selesai pada Mei 2021. 

Rencana berikutnya, MHE-Demag menangani manufaktur, instalasi, dan pemeliharaan alat Interceptor. Sementara The Ocean Cleanup bertindak sebagai penyedia teknologi dan memimpin pengembangan bisnis dengan menggunakan alat Interceptor. 

Pendiri dan CEO The Ocean Cleanup, Boyan Slat berkata, “Saya senang melihat produksi seri Interceptor. Merupakan langkah penting untuk mengatasi polusi plastik ke lautan dalam skala besar. Konecranes sangat cocok melakukan pekerjaan itu. Saya berharap mereka membuat lebih banyak Interceptors nanti. Terima kasih atas komitmen mereka untuk membersihkan lautan.” 

“Selama 48 tahun, MHE-Demag mengandalkan kemampuan teknik yang luar biasa dan dukungan orang-orang terbaik di industri. Kemampuan untuk merancang dan membuat solusi yang direkayasa dan disesuaikan sehingga kami memenangkan banyak proyek penting di Asia,” timpal Karl Tilkorn, Wakil Presiden Senior MHE-Demag Asia Pasifik yang bermarkas di Singapura.

Karl Tilkorn yang menangani produk derek dan produk industri lainnya, menuturkan bahwa pihaknya mengerjakan proyek bekerja sama dengan The Ocean Cleanup yang mendesain alat Interceptor guna mencapai tujuan utama yakni mengatasi beban polusi sungai di seluruh dunia. 

”Konecranes terkenal dengan teknologi dan layanan terdepan dalam penanganan material dan mesin pengangkat. Keahlian teknik dan desain, bersama dengan jaringan layanan globalnya, akan menjadikan perusahaan untuk merakit dan memasang Interceptors di seluruh dunia. Dengan kekuatan desain dan manufaktur MHE-Demag,perusahaan Konecranes mampu merawat Interceptors sepanjang masa pakainya,” tandas Karl Tilkorn melalui rilisnya.

Alat Interceptor diluncurkan pada akhir 2019 dan tiga  ditempatkan di sungai di Klang (Malaysia), sungai Ciliwung di Jakarta, dan di Santo Domingo, Dominika. Sedangkan alat Interceptor seri 004  digunakan di Vietnam yang meski tertunda namun akan dimulai pada awal tahu 2021. 

The Ocean Cleanup menggunakan wawasan dari sistem percontohan ini untuk memahami dan mengembangkan lebih lanjut teknologi dan diproduksi secara massal agar lebih efisien.

Peningkatan produksi Interceptor termasuk perubahan pada konveyor, pesawat ulang-alik, tempat penampungan sampah, dan tongkang—diproduksi bekerja sama dengan MHE-Demag

Perubahan ke dalam desain generasi ke-3 yang merupakan cetak biru Interceptors dan diproduksi pada tahun 2020 dan 2021.

Proyek apa saja yang dikerjakan MHE-Demag di Indonesia? Selengkapnya di  MHE-Demag  Bangun Gondola di Menara Astra, Konecranes Memiliki Pabrik Crane di Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *