Manufacturing Expo 2026 mempercepat transformasi industri ASEAN melalui inovasi manufaktur, otomatisasi, robotika, elektronik, dan teknologi berkelanjutan. Ekspo berlangsung di Bangkok, Thailand pada 17-20 Juni 2026 dihadiri sekitar 2000 pebisnsis dari Indonesia.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – RX BITEC (sumber): Industri manufaktur Thailand dan kawasan ASEAN tengah menghadapi dinamika baru yang menuntut perusahaan untuk bergerak lebih cepat dalam mengadopsi teknologi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing global.
Oleh sebab itu, RX BITEC mengundang para pelaku industri, pemilik pabrik, eksekutif manufaktur, insinyur, dan investor dari seluruh dunia untuk menghadiri Manufacturing Expo 2026.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Pameran teknologi manufaktur dan industri pendukung paling komprehensif di ASEAN itu berlangsung pada 17–20 Juni 2026 di BITEC (Bangkok International Trade & Exhibition Centre), Bangkok, Thailand.
Dengan tajuk Innovations that Define All Industries, maka Manufacturing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 2.000 merek teknologi dari 30 negara mengisi 29 paviliun internasional guna menampilkan solusi terkini yang bermanfaat bagi pelaku sektor industri.
Pameran ini menempati area seluas lebih dari 45.000 meter persegi di Hall 98–104 BITEC dan menghadirkan tujuh sub tema pameran spesialis yang berlangsung secara bersamaan di satu lokasi.
Ke-7 sub tema meliputi: Assembly & Automation; Automotive Manufacturing; Electronics Manufacturing (NEPCON Thailand); Mold & Metalworking; Plastics & Rubber; Surface & Coatings; dan Factory & Commercial Building Design.
Berbagai teknologi unggulan yang dipamerkan mencakup manufaktur plastik, mold & die, komponen otomotif, robotika dan otomatisasi, manufaktur elektronik, teknologi pelapisan permukaan, hingga solusi pengelolaan fasilitas dan pabrik modern.
Kombinasi itu menjadikan Manufacturing Expo ini sebagai platform strategis bagi industri yang ingin mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis.
Managing Director of RX BITEC (Thailand) Co., Ltd., Varaporn Dhamcharee menjelaskan bahwa tema tahun 2026 ini dipilih berdasarkan kebutuhan nyata para pelaku industri yang terus mencari inovasi sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya saing usaha.
“Tema inovasi adalah hal yang dicari oleh para peserta. Tahun 2025, sekitar 30 persen pengunjung adalah pemilik pabrik dan eksekutif senior di berbagai departemen, diikuti oleh 29 persen profesional tingkat manajemen, sementara 41 persen terdiri dari insinyur, tim pengadaan, personel R&D, tim QC, profesional TI, dan fungsi operasional lainnya,” ungkap Varaporn Dhamcharee.
Pengunjung datang dari 37 provinsi di seluruh Thailand dan 86 negara yang tersebar di enam benua, termasuk ASEAN, Asia, Eropa, Afrika, Amerika Utara, Oseania, dan Amerika Selatan.
Para pebisnis mewakili berbagai industri termasuk otomotif, elektronik dan peralatan listrik, alat kesehatan, makanan dan minuman, kedirgantaraan, pengemasan, kosmetik, perhiasan dan jam tangan, furnitur, konstruksi dan bangunan, minyak dan gas, dan banyak lainnya lanjut Varaporn Dhamcharee.
Pernyataan Varaporn Dhamcharee itu menunjukkan bahwa Manufacturing Expo berkembang menjadi pusat pertemuan industri global yang mempertemukan para pengambil keputusan dengan penyedia teknologi kelas dunia.
Kehadiran pengunjung dari 86 negara—termasuk dari Indonesia, membuktikan bahwa pameran ini memiliki peran penting sebagai gerbang kolaborasi bisnis, investasi, transfer teknologi, serta pengembangan rantai pasok manufaktur internasional.
Salah satu sektor yang menjadi sorotan utama adalah industri plastik melalui InterPlas Thailand. Berdasarkan tren kunjungan tahun sebelumnya, pelaku industri menunjukkan minat tinggi terhadap mesin injeksi plastik, bahan kimia dan material baru, serta teknologi manufaktur kemasan.
Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap material ramah lingkungan dan proses produksi yang lebih efisien untuk memenuhi tuntutan pasar global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.
Pada sektor Automotive Manufacturing menampilkan berbagai inovasi terkini yang mendukung transformasi industri kendaraan masa depan.
Pengunjung dapat mengeksplorasi teknologi Automotive Electronics, mesin produksi komponen otomotif berpresisi tinggi, serta perangkat lunak desain dan rekayasa komponen yang mendukung percepatan pengembangan kendaraan listrik dan mobilitas pintar.
Sementara itu, perkembangan industri elektronik menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling signifikan.
Melalui NEPCON Thailand, para pelaku industri dapat menemukan berbagai solusi mulai dari desain komponen elektronik, teknologi Surface Mount Technology (SMT), sistem inspeksi dan pengukuran presisi, hingga teknologi PCB.
Menurut Nyonya Varaporn Dhamcharee, jumlah peserta pameran yang terkait dengan teknologi PCB meningkat hingga 91 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan pesatnya pertumbuhan industri elektronik dan semikonduktor di kawasan.
Kebutuhan industri terhadap teknologi mold dan die juga terus meningkat karena komponen ini menjadi fondasi hampir seluruh proses produksi modern.
Bagaimana posisi Indonesia?
Melalui InterMold Thailand, pengunjung dapat mempelajari perkembangan terkini dalam mesin manufaktur mold dan die, solusi tooling, perangkat lunak desain cetakan, serta inovasi pencetakan tiga dimensi yang semakin banyak digunakan untuk mempercepat proses pengembangan produk.
“Setelah komponen diproduksi, satu proses penting yang tidak boleh diabaikan adalah Penyelesaian Permukaan — termasuk persiapan permukaan, pelapisan, dan penyelesaian,” tutur Varaporn Dhamcharee.
Proses ini bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga memberikan sifat tambahan seperti perlindungan UV, anti-korosi, kinerja anti-bakteri, dan perlindungan anti-statis.
“Para pengunjung Surface & Coatings menunjukkan minat khusus pada material pelapis permukaan, peralatan pelapis permukaan, dan teknologi persiapan permukaan,” lanjut Varaporn Dhamcharee.
Pernyataan Varaporn Dhamcharee menegaskan bahwa teknologi pelapisan permukaan kini memiliki peran yang jauh lebih strategis dibandingkan sekadar meningkatkan estetika produk.
Berbagai industri seperti otomotif, elektronik, alat kesehatan, hingga aerospace semakin membutuhkan teknologi pelapisan yang mampu meningkatkan daya tahan, keamanan, serta performa produk.
Di sisi lain, otomatisasi dan robotika menjadi elemen penting dalam meningkatkan efisiensi manufaktur modern.
Pada Assembly & Autyaomation Technology, pengunjung akan menemukan berbagai solusi terkait teknologi perakitan, robot industri, sistem kontrol listrik, serta otomatisasi cerdas yang mampu mengurangi biaya operasional dan meningkatkan konsistensi kualitas produksi.
“Semua proses produksi ini harus beroperasi di dalam pabrik yang dapat secara efektif mengelola kinerja energi dan lingkungan, merangkul keberlanjutan, dan mengelola mesin dan sistem secara digital,” ujar Varaporn Dhamcharee wanita muda yang memahami denyut teknologi permesinan manufaktur.
Pemilik pabrik dan eksekutif bangunan dari berbagai industri yang mengunjungi FacTech tahun 2025 menunjukkan minat yang kuat pada sistem manajemen energi, solusi TI, serta teknologi konstruksi dan pemeliharaan lanjut Varaporn Dhamcharee.
Oleh karena itu, FacTech menghadirkan berbagai solusi untuk pengelolaan pabrik modern yang berfokus pada efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, digitalisasi fasilitas, dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Tren ini semakin relevan bagi perusahaan-perusahaan di ASEAN yang tengah menyesuaikan diri dengan standar ESG dan tuntutan pasar internasional terhadap praktik manufaktur yang bertanggung jawab.
Manufacturing Expo 2026 juga menghadirkan sejumlah inovasi unggulan dari berbagai perusahaan teknologi global. Di antaranya adalah mesin injeksi plastik all-electric precisionMolding yang dipersembahkan oleh KraussMaffei Machinery (China).
Gelaraan ini dilengkapi teknologi MuCell Micro-Foaming untuk mengurangi berat produk sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Teknologi ini sangat relevan untuk industri otomotif, alat kesehatan, dan elektronik.
Pada InterMold Thailand, SODICK (THAILAND) menampilkan Wire-cut EDM AL iGroove+ Edition yang mampu mengurangi konsumsi energi hingga 50 persen sekaligus meningkatkan produktivitas sebesar 20 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Sementara di sektor otomotif, SUZHOU TOX PRESSOTECHNIK menghadirkan solusi manufaktur pintar dari Jerman yang mencakup layanan desain produksi hingga lini produksi turnkey lengkap.
Teknologi logistik internal pabrik juga akan mendapatkan perhatian khusus melalui peluncuran Free Navigations AGV dari Creform Yazaki (Thailand), sistem kendaraan otomatis yang dapat bergerak tanpa jalur panduan di lantai sehingga memberikan fleksibilitas tinggi bagi pabrik yang sering melakukan perubahan tata letak produksi.
Pada sektor elektronik, ASMPT SMT Singapore memperkenalkan SIPLACE V, mesin penempatan komponen elektronik berkecepatan tinggi yang menggabungkan fleksibilitas, akurasi, dan kompatibilitas penuh dengan lini produksi SMT yang telah ada.
Selain area pameran teknologi, Manufacturing Expo 2026 menghadirkan program konferensi dan seminar industri berskala internasional dengan 90 topik yang dibawakan oleh 133 pembicara dan didukung oleh 43 organisasi mitra.
Agenda unggulan mencakup Automotive Summit 2026, TAPMA Conference, Robotics & Automation Symposium, NEPCON Forum, Surface & Coatings Forum, Industrial AI Developer Summit, hingga FacTech Focus yang membahas teknologi pengelolaan pabrik masa depan.
Pengunjung juga dapat mengeksplorasi berbagai zona khusus seperti BIOPLASTICS ZONE, 3D Tech Pavilion, dan Tools & Tooling Pavilion yang menampilkan inovasi terbaru untuk mendukung transformasi industri menuju era manufaktur cerdas.
Untuk memperluas peluang bisnis, RX BITEC menghadirkan layanan business matching: Meet My Match. Melalui platform digital ini, pengunjung yang melakukan registrasi sebelumnya dapat mengatur jadwal pertemuan dengan peserta pameran sebelum acara berlangsung dan melanjutkan diskusi bisnis secara langsung di Business Matching Lounge selama pameran berlangsung.
Menurut Varaporn Dhamcharee, layanan tersebut untuk membantu pengunjung memperoleh hasil yang lebih maksimal dari kunjungan mereka, sekaligus mempercepat terjadinya kerja sama bisnis, investasi, dan kemitraan strategis antarperusahaan lintas negara.
Bagi pelaku industri Indonesia, Manufacturing Expo 2026 merupakan peluang strategis untuk mengakses teknologi manufaktur terkini yang selama ini menjadi motor penggerak transformasi industri global.
Kehadiran lebih dari 2.000 merek internasional memungkinkan perusahaan Indonesia membandingkan berbagai solusi teknologi dalam satu lokasi, mulai dari otomatisasi, robotika, elektronik, AI industri, mold & die, hingga teknologi keberlanjutan.
Pameran ini juga memberikan kesempatan untuk membangun jaringan bisnis dengan pemasok teknologi global, investor, mitra produksi, serta pelaku industri dari puluhan negara.
Melalui program business matching dan berbagai forum industri, perusahaan Indonesia dapat memperluas akses pasar, menemukan peluang kolaborasi baru, dan mempercepat adopsi teknologi untuk meningkatkan daya saing.
Selain itu, berbagai seminar dan konferensi memberikan wawasan mendalam mengenai tren manufaktur masa depan seperti Smart Factory, Artificial Intelligence, elektrifikasi otomotif, industri elektronik, efisiensi energi, dan ESG yang semakin menjadi standar global.
Bagi Indonesia, ekspo ini bukan hanya melihat teknologi canggih dari Jepang. China, Jerman, dan negara lain. Di sini, kita bisa melihat di mana posisi kita (Indonesia) berdiri di antara raksasa-raksasa produksi.
Lihat Vietnam yang melesat cepat, Thailand yang bertransformasi menjadi hub EV, dan Malaysia yang kuat di sektor semikonduktor.
Peluang terbesar bagi Indonesia terletak pada hilirisasi sumber daya alam dan pasar domestik yang raksasa. Kita memiliki nikel untuk baterai, karet untuk ban, dan kelapa sawit untuk bioplastik.
Jika kita dapat mengintegrasikan teknologi pengolahan lanjutan yang dilihat di Bangkok dengan kebijakan hilirisasi yang konsisten, kita dapat bergerak naik dalam rantai nilai global.
Kita tidak harus menjadi produsen segala hal, tetapi kita bisa menjadi produsen kunci untuk komponen-komponen strategis. Dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di ASEAN, Manufacturing Expo 2026 dapat menjadi investasi strategis.
Khususnya bagi perusahaan yang ingin mempercepat transformasi industri, meningkatkan produktivitas, memperkuat keberlanjutan bisnis, serta memenangkan persaingan di pasar regional maupun global. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form