Wednesday
07 October 2026

KOMDIGI Resmikan  GSIH Ericsson Tingkatkan Inovasi  5G

KOMDIGI resmikan Garuda Spark Innovation Hub BSD City—merupakan salah satu upaya Ericsson untuk  meningkatkan kolaborasi 5G, AI, dan Industry 4.0 demi memperkuat ekosistem inovasi digital di Indonesia.

Foto bersama setelah Ericsson menandatangani letter of intent (LoI) dokumen Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City, Banten. Penandatangan dilakukan oleh President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, dan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Sonny Hendra Sudaryana, bersama mitra ekosistem digital, Sinar Mas Land dan Indosat Ooredoo Hutchinson. disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid . (Foto/@: PT Ericcson Indonesia)

 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Penulis/editor: Rayendra L Toruan 

mmINDUSTRI.co.id – PT Ericsson Indonesia (sumber): Seberapa besar peran teknologi 5G, AI, dan Industry 4.0 akan meningkatkan pertumbuhan industri di Indonesia? Menarik dipahami tentang penjelasan peran GSIH dan Ericsson dalam mendorong inovasi digital dari prototipe hingga penerapan nyata.

Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) bersama Ericsson memperkuat ekosistem inovasi digital Indonesia melalui 5G Innovation Center (5GIC) di Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), BSD City, Banten. 

 

Peresmian yang berlangsung belum lama ini menjadi momentum kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, startup, investor, dan mitra ekosistem untuk mengembangkan serta menguji solusi berbasis 5G, artificial intelligence (AI), dan Industry 4.0 agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan industri dan masyarakat.

 

President Director PT Ericsson Indonesia, Nora Wahby menandatangani letter of intent (LoI) bersama Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

 

Juga mitra ekosistem digital lainnya sebagai bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital nasional. 

 

Peluncuran GSIH BSD City dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital Repurblik Indonesia, Meutya Hafid yang juga dihadiri oleh 500 orang peserta dari unsur pemerintah, industri, akademisi, startup, dan investor, dengan 10 kota mitra GSIH yang turut terhubung secara hybrid.

 

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menjelaskan Garuda Spark Innovation Hub menjadi ruang kerja bersama untuk mempertemukan berbagai elemen ekosistem digital dan memastikan potensi digital Indonesia dapat berkembang secara lebih merata. 

 

“Keberhasilan GSIH tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau kolaborasi, tetapi dari output yang dihasilkan dan dampaknya bagi masyarakat. Dari BSD dan sepuluh kota mitra, kita ingin memastikan inovasi dan talenta digital dapat tumbuh di berbagai daerah, sehingga konektivitas dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” tandas Meutya Hafid. 

Meningkatkan literasi digital dan keterampilan

Kiri > kanan: President Director PT Ericsson Indonesia, Nora Wahby dan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid pada peresmian Ericsson 5G Innovation Center (5GIC)—merupakan  bagian dari Ericsson 5G Innovation Center (5GIC), yang menampilkan berbagai penerapan teknologi 5G, AI, dan Industry 4.0. Salah satu solusi yang ditampilkan adalah MINERVA, platform industrial intelligence berbasis AI dari Future of Tech (Foto/@: PT Ericsson Indonesia)

 

Sementara President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby menyampaikan, “Garuda Spark Innovation Hub merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi dan talenta, startup/komunitas, serta mitra ekosistem untuk mengembangkan solusi digital yang aplikatif.”

 

Melalui Ericsson 5G Innovation Center yang menjadi bagian dari GSIH, pihaknya ingin menghadirkan ruang kolaborasi terbuka untuk mengembangkan, menguji, dan memvalidasi solusi berbasis 5G, AI, dan Industry 4.0.

 

Ericsson yang menggagas ide, termasuk yang lahir dari hackathon dan kolaborasi ekosistem, dari tahap prototipe menjadi use case yang teruji, pilot, hingga solusi yang siap dikembangkan dan diterapkan lebih luas.

 

5GIC merupakan kelanjutan dari platform inovasi Ericsson dan menjadi pusat open innovation untuk teknologi 5G, AI, dan Industry 4.0 demikian Nora Wahby. 

 

Melalui pendekatan Pentahelix, 5GIC mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, talenta, startup, dan mitra ekosistem untuk mengembangkan dan menerapkan solusi bagi tantangan industri. 

 

5GIC juga menampilkan solusi dari hackathon Ericsson 2025 dan mitra ekosistem, termasuk MINERVA, platform industrial intelligence berbasis AI yang dikembangkan oleh Future of Tech, pemenang Hackathon 2025 yang mengubah data operasional menjadi actionable insights. 

 

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Ericsson untuk mendorong inovasi lokal, mengembangkan talenta digital, dan memperkuat industri digital Indonesia. 

 

Bagi pelaku industri, keberadaan 5GIC sebaiknya dimanfaatkan bukan sekadar sebagai pusat demonstrasi teknologi, tetapi sebagai ruang untuk menguji use case yang benar-benar menjawab persoalan operasional. 

Industri dapat berkolaborasi dengan startup, akademisi, dan penyedia teknologi untuk mengembangkan solusi seperti otomasi, predictive maintenance, pemantauan aset secara real-time, industrial intelligence, hingga analisis data berbasis AI.

Perusahaan juga perlu mulai menyiapkan infrastruktur data, keamanan siber, kompetensi SDM, dan tata kelola AI agar adopsi 5G tidak berhenti pada konektivitas yang lebih cepat. 

Keberhasilan inovasi akan lebih terukur apabila prototipe dapat dilanjutkan menjadi pilot project, menghasilkan manfaat bisnis, kemudian direplikasi secara lebih luas.

Bagi masyarakat umum, hadirnya GSIH dan 5GIC menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi telekomunikasi, tetapi juga peluang pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, dan layanan publik. 

Masyarakat perlu meningkatkan literasi digital dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan AI, otomasi, dan ekonomi digital agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat mengambil bagian sebagai pencipta solusi.

Kolaborasi KOMDIGI dan Ericsson melalui GSIH serta 5GIC menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem digital Indonesia mulai diarahkan dari sekadar membangun konektivitas menuju menciptakan solusi teknologi yang memiliki dampak nyata. 

Pendekatan Pentahelix yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, talenta, startup, dan mitra ekosistem menjadi penting untuk mempercepat lahirnya inovasi lokal.

Bagi pelaku industri, momentum ini merupakan peluang untuk mempercepat transformasi menuju industri yang lebih cerdas, terhubung, dan berbasis data. 

Sementara bagi masyarakat, perkembangan 5G, AI, dan Industry 4.0 perlu dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan kompetensi dan membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Yang menjadi tantangan berikutnya bukan lagi sekadar seberapa cepat teknologi dikembangkan, tetapi seberapa nyata teknologi tersebut menyelesaikan persoalan industri dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. #SalamSobatmmINDUSTRI

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik