Wednesday
07 October 2026

Inovasi Logistik: Uji Coba Truk Listrik Scania dan DHL

Scania dan DHL melakukan inovasi logistik dengan mengembangkan truk listrik berbahan bakar. Melalui PT United Tractors Tbk, Scania AB (Swedia) menawarkan truk, truk, truk kargo, bus, mesin industri,  dan alat industri kelautan. 

Truk Listrik buatan Scania AB (Foto/@: Scania AB)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI-.co.id – Scania AB (sumber): Perusahaan Scania AB dan DHL melakukan inovasi logistik dengan menawarkan kendaraan (truk) listrik atau electric vehicle (EV).

Jangkauan kendaraan listrik itu telah  diperpanjang dengan tenaga bahan bakar yang merupakan solusi (sementara) truk listrik yang sepenuhnya ditingkatkan dan infrastruktur pengisian daya sedang dibangun.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Kendaraan Listrik Jangkauan Luas atau disebut Extended Range Electric Vehicle (EREV) dikembangkan bersama dan digunakan oleh divisi Post & Parcel Germany sejak Februari 2025: sebagai transportasi pengiriman paket (logistik) yang menghubungkan Berlin dengan Hamburg di Jerman. 

Scania dan DHL menyampaikan pernyataan bersama yang secara politis berbunyi: “Kesempurnaan tidak boleh menjadi musuh kebaikan”. 

Pernyataan itu dikumandangkan di Södertälje, Bonn, Jerman belum lama ini. Scania dan DHL mengembangkan truk listrik dengan pembangkit generator yang bertenaga bahan bakar.

Hal itu  memungkinkan peralihan ke transportasi jalan raya bertenaga baterai tanpa harus menunggu jaringan pengisian daya yang lengkap. Kendaraan listrik sepenuhnya adalah solusi utama dalam sistem transportasi yang berkelanjutan, dan peralihan ke listrik harus dipercepat. 

Akan tetapi, terdapat kendala anatara lain, kurangnya titik atau lokasi pengisian daya, dan tingginya biaya untuk memastikan kapasitas pengisian daya yang cukup di depo selama puncak musim dingin berlangsung.

Selanjutnya, tekanan pada jaringan listrik serta harga listrik yang tinggi pada hari-hari musim dingin. Oleh sebab itu, kehadiran inovasi logistik buatan  Scania dan DHL melalui Extended Range Electric Vehicle (EREV) merupak solusi yang tepat untuk industri logistik. 

Kendaraan EREV  membantu mengatasi kendala ini sekaligus memungkinkan DHL untuk menggunakan listrik terbarukan hingga 80 – 90 persen.

Generator bertenaga bahan bakar menggantikan salah satu paket baterai.

Truk listrik buatan Scania ini digunakan oleh divisi Post & Parcel Germany sejak Februari 2025: sebagai sarana transportasi paket antara Berlin dan Hamburg. Uji kinerja dalam operasi sehari-hari itu merupakan percobaan, sebelum kendaraan tambahan itu dimasukkan sebagai bagian armada DHL. 

Generator bertenaga bahan bakar menggantikan salah satu paket baterai di truk listrik penuh yang tidak diperlukan untuk sebagian besar rute transportasi, sehingga mengurangi jarak tempuh yang berasal dari baterai, tetapi menyediakan energi cadangan untuk skenario yang disebutkan. 

Kendaraan ini mampu mencapai jarak tempuh sejauh 650 hingga 800 kilometer—jarak dapat ditambah atau kurangi bergantung pada hasil pengujian,  dan bahan bakar diisi ulang di stasiun pengisian konvensional mana pun jika diperlukan. 

Jarak tempuh ini sebanding dengan truk Scania 100 persen listrik yang paling modern dan terdepan di industri dengan berat maksimum yang berjarak 550 kilometer.

Solusi pragmatis untuk membuat logistik lebih berkelanjutan

CEO grup DHL,  Tobias Meyer menjelaskan, “Butuh waktu sebelum listrik terbarukan, jaringan listrik, dan infrastruktur pengisian daya tersedia,  dan cukup tangguh yang sepenuhnya bergantung pada truk bertenaga baterai-listrik.”

Hal itu dilakukan terutama untuk sistem berskala besar seperti jaringan parsel DHL Jerman demikian Tobias Meyer melanjutkan. 

Daripada menunggu waktu yang lama maka DHL dan Scania berkolaborasi untuk menemukan solusi pragmatis guna membuat inovasi logistik yang berkelanjutan dan mengurangi emisi CO2 hingga lebih dari 80 persen.

Kendaraan ini merupakan solusi yang masuk akal dan praktis yang berkontribusi langsung untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dalam transportasi barang dalam jangka pendek. 

“Pengurangan tersebut harus tercermin secara proporsional dalam penetapan harga tol jalan raya dan skema emisi armada UE. Kami melihat kolaborasi ini sebagai proyek inovasi logistik yang sukses dari dua perusahaan yang berkomitmen untuk memerangi dampak perubahan iklim,” ujar Tobias Meyer. 

Kendaraan EREV dikembangkan oleh Scania Pilot Partner, mengeksplorasi teknologi dan solusi baru, dalam hal ini bersama dengan mitra strategis DHL. 

Kendaraan listrik dengan jangkauan yang diperluas menawarkan solusi (sementara) yang menjanjikan untuk pengurangan CO₂ yang signifikan, terutama di tempat-tempat yang infrastruktur dan kondisi lain untuk transportasi listrik sepenuhnya masih kurang. 

Melalui PT United YTractors Tbk

Kebijakan Uni Eropa dan tiap negara harus mengakui dan memberi insentif bagi konsep ini melalui pengakuan yang memadai terhadap intensitas emisi yang realistis dan pengurangan tol jalan yang proporsional.

CEO Scania, Christian Levin menjelaskan, “Masa depan adalah listrik, tetapi kesempurnaan tidak boleh menjadi musuh kebaikan karena kita sedang menuju ke sana. Kendaraan yang kami kembangkan bersama dengan DHL adalah contoh Solusi.”

Sementara yang dapat meningkatkan skala transportasi berat  didekarbonisasi sebelum sistem transportasi akhirnya menjadi 100 persen terelektrifikasi lanjut Christian Levin. 

“Transisi iklim yang efektif mengharuskan para pembuat kebijakan menerima solusi tersebut, sambil meningkatkan investasi mereka dalam infrastruktur publik dan kondisi yang memungkinkan lainnya,” pinta Christian Levin.

EREV adalah truk dengan panjang 10,5 meter dan berat maksimum 40 metrik ton dengan tenaga mesin listrik 230 kW (puncak 295 kW). 

Energi disalurkan oleh baterai 416 kWh dan generator bertenaga bensin 120 kW. Dengan bantuan generator onboard – awalnya ditenagai oleh bensin dan kemudian oleh bahan bakar diesel/HVO – jangkauan truk meluas hingga 800 kilometer. 

EREV dilengkapi dengan perangkat lunak yang membatasi penggunaan generator bertenaga bahan bakar, sehingga memungkinkan emisi CO2 dikurangi dan dibatasi pada tingkat yang ditentukan. 

Kecepatan maksimumnya adalah 89 km/jam, dengan kapasitas kargo sekitar 1.000 paket (volume bak swap). Truk ini mampu menarik trailer dengan bak swap tambahan. 

Kendaraan tersebut digunakan untuk transportasi “kereta utama” antara kota Berlin dan Hamburg, Jerman.

Apakah truk listrik buatan Scania AB beroperasi di Indonesia?  

Di Indonesia, Scania bekerja sama dengan PT United Tractors Tbk sebagai distributor tunggal sejak tahun 2004. 

Scania menawarkan berbagai kebutuhan transportasi seperti truk, truk kargo, bus, mesin industri,  dan alat pendukung industri kelautan. 

Sesuai komitmennya, Scania AB yang berkantor pusat di Södertälje, Swedia, menciptakan sistem transportasi berkelanjutan dengan prinsip-prinsip efisiensi energi, bahan bakar alternatif, elektrifikasi, dan transportasi cerdas dan aman.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik