Energi, Supporting

Cara Memperpanjang Usia Mesin dengan Pelumas Mobilᵀᴹ

Cara memperpanjang usia mesin dengan pelumas  Mobilᵀᴹ . Musuh mesin yang paling utama adalah suhu sangat tinggi yang menyebabkan timbulnya kepanasan dan kinerja mesin down sesewaktu. Bagaimana...

Written by Jurnalis Industri · 2 min read >
Cara Memperpanjang Usia Mesin
Cara memperpanjang usia mesin dengan pelumas  Mobilᵀᴹ . Musuh mesin yang paling utama adalah suhu sangat tinggi yang menyebabkan timbulnya kepanasan dan kinerja mesin down sesewaktu. Bagaimana mengatasinya? Syah Reza Presdir merangkap CEO PT ExxonMobil Lubricants Indonesia mengungkapkan rahasianya.
Cara Memperpanjang Usia Mesin
Steven Liesar (kiri > kanan) National Sector Manager General Manufacturing PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, Lucky Bayu Purnomo Ekonom dan Pendiri LBP Institute, Syah Reza President Director dan CEO PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, Lukman Hakim Chief Engineering Service PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, dan Colin Cui  General Manager Industrial Lubricants PT ExxonMobil Lubricants Indonesia. Cara memperpanjang usia mesin dengan pelumas  MobilTM  (Foto: PT ExxonMobil Lubricants Indonesia/File ).

Apa dampak kelemahan nilai rupiah terhadap mata uang asing khususnya dolar Amerika Serikat terhadap sektor manufaktur di Indonesias? Para pelaku industri berpeluang melakukan inovasi dan menciptakan atau menggali potensi bahan baku di dalam negeri.

Kita akui bahwa para pelaku manufaktur di Indonesia masih membeli mesin, tools, alat industri pendukung lainnya—termasuk bahan baku—masih mengandalkan buatan negara-negara asing.

Akan tetapi, para pelaku sektor manufaktur belum begitu terpengaruh (besar) terhadap depresiasi mata uang asing ke rupiah. Sektor industri manufaktur masih berada di peringkat lima di bawah sektor tambang, basik industri, konstruksi, dan keuangan.

Menurut Lucky Bayu Purnomo ekonom dan pendiri LBP enterprise, pertumbuhan PDB (year-on-year) mencapai 5,27 persen pada Juli 2018, sementara PDB sektor manufaktur mencapai Rp5.460.911 miliar.      

Lucky yang baru menerbitkan karyanya berupa buku berjudul Menjadi Raja Minyak Dunia (diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo) menambahkan, para pelaku industri manufaktur justru berkesempatan meningkatkan ekspor produk.

Sementara itu, sektor manufaktur berkontribusi sebesar 20,27 persen terhadap ekonomi nasional sepanjang kuartal pertama tahun 2018—seperti dijelaskan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui siaran pers pada Mei 2018.

Laju pertumbuhan industri disebabkan terjadinya peningkatan lini produksi pabrikan, baik industri skala besar, industri kecil,  dan skala menengah, ungkap Airlangga.

Jika para pelaku industri manufaktur meminjam uang (asing)—hal itu bisa dilindungi dengan melakukan hedging (lindung), saran Lucky, sehingga aktivitas pabrik tidak terganggu.

Badan Koordinasi Penanaman Modal melaporkan bahwa nilai investasi sektor industri manufaktur mencapai Rp62,7 triliun pada kuartal I/2018—realisasinya berasal dari penanaman modal dalam negeri sebesar Rp21,4 triliun, dan penanaman modal asing US$3,1 miliar.

Biaya operasional sektor manufaktur yang menggunakan mesin-mesin produksi seperti mesin CNC, gearbox, dan alat industri (manufaktur) dapat lebih efisien dengan merawat alat-alat produksi itu lebih baik dan tepat—sehingga usianya lebih lama dan terhindari dari khaos.

Salah satu cara yang baik adalah dengan memilih pelumas yang tepat dan berkualitas. Manajemen PT ExxonMobil Lubricants Indonesia mempunyai tim pakar yang dapat memberikan advis kepada para pelaku manufaktur di seluruh Indonesia.

Di kepalai oleh Lukman Hakim selaku Chief Engineering Service PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, tim teknisi akan menjelaskan  solusi bahkan jika diperlukan tim teknisi ExxonMobil melakukan pelatihan.

Pelatihan itu bertujuan agar pelaku manufaktur lebih paham untuk memilih dan menggunakan pelumas yang tepat—sesuai jenis mesin-mesin dan alat industri yang digunakan.

Selain mendukung program pemerintah yang mengagendakan Making Indonesia 4.0—merupakan road map yang terintegrasi dengan era Industry 4.0 berbasis digital disruption,  berupaya meningkatkan kinerja sektor industri,  manajemen PT ExxonMobil Lubricants Indonesia menyelenggarakan General Manufacturing Seminar 2018.

Even itu merupakan forum diskusi para pelaku industri, asosiasi, dan para ahli di sektor manufaktur—di Ayana Mid-Plaza hotel, Jakarta pada 24 Oktober 2018 .

Melalui seminar yang diikuti oleh sekitar 300 orang pada pelaku industri manufaktur,  manajemen MobilTM Lubricants Indonesia mendiskusikan peran dan solusi pelumasan yang lebih optimal.

Presiden Direktut dan Chief Executive Officer PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, Syah Reza yang yang menggantikan Osman Durrani (kini menempati posisi barunya di Singapura),  berusaha membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Lulusan  Institut Teknologi Bandung dan penyandang Master of Business Administration dari Monash University, Australia ini—berserta jajarannya seperti  Colin Cui  General Manager Industrial Lubricants, berkeinginan agar performa mesin lebih meniungat sekaligus meningkatkan efisiensi.

Panas yang sangat tinggi dan cairan yang terkontamnasi terhadap mesin merupakan musuh utama pelumas.

Oleh karena itu, para pelaku industri manufaktur harus ekstra hati-hati dan penuh perhitungan terhadap risiko jika menggunakan (sembarangan) suatu pelumas.

Bagaimana cara memperpanjang usia mesin dengan pelumas  MobilTM manajemen PT ExxonMobil Lubricants Indonesia menjelaskan jenis pelumas yang tepat untuk mesin-mesin di perusahaan Anda.

Tim teknisi PT ExxonMobil Lubricants Indonesia mempunyai alat yang mampu mendeteksi “penyakit” suatu mesin yang dioperasikan.

Ibarat seorang dokter yang mampu mendiagnosis penyakin seorang pasian, “dokter” ExxonMobil Lubricants Indonesia pun mampu membuka tabir penyakit mesin Anda, dan kemudian memberikan resep jitu yakni pelumas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *