Wednesday
07 October 2026

Lazada Terapkan Teknologi AI

Lazada terapkan teknologi AI untuk meningkatkan penjual secara online, Hasil riset menunjukkan baru 29 persen penjual yang mahir menggunakan AI di Indonesia. Peluang bisnis melalui e-commerce cukup besar.   

Head of Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo menyatakan penerapan AI bukan hanya mengikuti arus perubahan. Lazada ingin menjadi pelaku e-commcerce yang terdepan (kiri). Fitur AI Lazzie chatbot terbaru dengan GenAI di aplikasi Lazada (Foto/@: Lazada)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Lazada (sumber): Pengembangan dan penerapan teknologi AI (artificial intelligence) atau kecerdsan buatan diprediksi akan menjadi awal dari transformasi besar pada industri e-Commerce platform yang terus berkembang. 

Pekerjaan yang sifatnya repetitif akan mulai digantikan dengan otomatisasi yang berbasis teknologi AI—berdamapak terhadap peningkatan produktivitas dan tenaga kerja. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Demikian simpul yang disampaikan oleh McKinsey & Company dua tahun lalu. 

Hasil studi itu menemukan bahwa kegiatan bisnis dengan menerapkan teknologi AI misalnya pada programa penjualan dan pemasaran, maka pendapatan mencapai 15 persen yang berpengaruh terhadao pengurangan biaya operasional sebesar 20 persen.

Hasil studi PwC pada tahun 2025 juga memprediksi implementasi AI secara signifikan meningkatkan pendapatan pada ekonomi global. Hasil tiset itu memproyeksikan peningkatan produk domestik bruto (PDB/GDP) sebesar US$15 triliun hingga 2030.

Menanggapi kedigdayaan dampak teknologi AI dalam bisnis secara global, Lazada sebagai pionir penerapan AI dan GenAI pada e-Commerce platform di Asia Tenggara, berupaya mendorong penerapan AI para penjual secara  online Indonesia ke dalam operasional bisnis dengan inovasi kaliber dunia.

“Mengintegrasikan teknologi baru yang belum familiar bukan hanya soal waktu dan usaha, namun jugau dibutuhkan sumber daya yang tepat, panduan yang jelas, dan perencanaan yang matang agar dapat berhasil,” tutur James Dong. Chief Executive Officer Lazada Group.

James Dong melanjutkan Lazada berkomitmen untuk mempermudah pengembangan bisnis bagi para penjual dengan dengan menyediakan teknologi inovasi kelas dunia dan fitur pendukung yang berbasis teknologi AI canggih demi kesuksesan mereka. 

Riset bertajuk Menjembatani Kesenjangan AI: Persepsi dan Tren Adopsi Penjual Online di Asia Tenggara yang dilaksanakan oleh  Lazada dan Kantar pada 2025. Kedua mitra ini menemukan penjual di Indonesia menyambut implementasi teknologi AI secara positif.

Buktinua, 91 persen dari responden menyatakan siap mengadopsi teknologi  AI dalam kehidupan berbisnis (pribadi) yang mereka lakukan, lebih tinggi dibandingkan pembeli yang mencapai 78 persen. 

Indonesia menyimpan potensi besar untuk menjadi negara adidaya penggunaan teknologi AI di Asia Tenggara. Saat ini, 29 persen penjual secara online—mahir mengintegrasikan AI di berbagai aspek operasional bisnis yang mereka lakukan.

Meski begitu, mayoritas penjual masih memiliki keraguan mengenai manfaat kegunaan teknologi AI (68 persen), dan investasi awal yang harus dikeluarkan dalam implementasinya mrncapai 69 persen. 

Temuan ini menandakan perlunya sistem pendukung untuk mendorong penggunaan teknologi AI dan menjadikan Indonesia menjadi negara adidayaengguna teknologo AI.

Buku panduan AI 

Menjawab kesenjangan AI di antara para pelaku usaha di e-Commerce, Lazada dan Kantar memfasilitasi penjualan secara  online dengan menyediakan Buku Panduan Kesiapan AI Penjual Online. 

Buku itu dirancang untuk membantu penjual guna memaksimalkan kecanggihan teknologi  AI ke dalam bisnis mereka. konten buku panduan itu mengategorikan penjual ke dalam tiga model kesiapan yang merepresentasikan berbagai tahapan adopsi dan kesiapan AI.

Ketiga model itu dinamai AI Adepts (bagi pengguna lanjutan AI), AI Aspirants (khusus untuk pengguna parsial AI), dan AI Agnostics (pengguna minimal AI).

Berdasarkan tingkat kesiapan ini, Lazada merancang panduan strategis yang membantu penjual sesuai tingkat masing-masing—guna mengintegrasikan AI ke dalam operasional bisnisnya. 

Integrasi AI sesuai dengan tingkat kesiapan ini dilakukan demi mendukung penjual dalam mengadopsi AI ke dalam operasional bisnis hingga bisa meraih kesuksesan di lanskap ekonomi digital yang terus berkembang.

Menurut Head of Business Growth and Operations, Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo manajemen Lazada menyadari bahwa AI akan menjadi bagian integral dari ekosistem e-Commerce. 

Lazada mengembangkan berbagai fitur AI untuk menjawab kebutuhan penjual, mulai dari membuat daftar produk, mengelola hubungan dengan pelanggan, hingga meningkatkan konvensi penjualan.

“Fitur-fitur ini dapat dengan mudah diakses bagi penjual di Lazada untuk memaksimalkan performa dan efisiensi bisnis dalam ekosistem Lazada,” imbuh Amelia Tediarjor.

Pada tahap awal, penjual dapat memanfaatkan Lazada Business Advisor untuk wawasan tren pasar dan analitik performa toko, dan AI Smart Listing yang membantu penjual menciptakan product listing yang menarik dan dipersonalisasi. 

Teknologi AI akan menonjolkan fitur-fitur penting produk. Penjual kategori fesyen bisa menggunakan model AI dalam fitur ini untuk membuat produk jualannya semakin terlihat menarik.

Untuk optimalisasi efisiensi operasional, tersedia Lazada IM Shop Assistant (LISA) yang mempercepat komunikasi dengan pelanggan, serta Lazada Sponsored Solutions yang menawarkan iklan berbasis AI dengan target audiens yang tepat.

Lazada menghadirkan inovasi  AI-Powered Skin Test yang menganalisis kondisi kulit menggunakan AR untuk rekomendasi produk lebih tepat, serta Virtual Try-On untuk pengalaman mencoba produk secara virtual. 

Data yang dihasilkan saat pelanggan mencoba fitur ini terkoneksi dengan chatbot AI Lazzie yang akan memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. 

Semua fitur itu dirancang untuk membantu penjual meningkatkan peluang konversi ke penjualan agar mereka mampu mengembangkan bisnis mereka secara efektif dan kompetitif.

Sebagai e-Commerce platform terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara, Lazada  berkomitmen dalam pengembangan teknologi, termasuk investasi pada AI, sebagai katalisator pertumbuhan dan pemberdayaan penjual.

Pihak Amelia Tediarjo menerapkan teknologi AI bukan berarti hanya sekadar  mengikuti arus perubahan, melainkan menjadi yang terdepan. Penjual yang siap mengadopsi teknologi AI adalah penjual yang siap menghadapi masa depan. 

“Kami bangga mendampingi perjalanan ini dengan berbagai dukungan dan teknologi yang dibutuhkan oleh para penjual untuk mencapai kesuksesan di era baru,” tandas Amelia Tediarjo.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik