Wednesday
07 October 2026

Wujudkan Transformasi Digital di Indonesia

Bagaimana cara Siemens wujudkan transformasi digital bagi pelaku industri seperti manufaktur, energi, dan bisnis di Indonesia? Melalui forum Siemens Tech Summit 2025 beberapa petinggi Siemens menjelaskan kepada lebih 500 pebisnis. 

Siemens Indonesia menyelenggarakan Siemens Tech Summit 2025 di Jakarta belum lama ini. Melalui forum tersebut, Siemens mempertemukan para pemimpin industri dengan sejumlah nara sumber yang menyajikan peran teknologi digital dan dekarbonisasi. Acara ditandai dengan peringatan 50 tahun usia pabrik Switchgear Siemens di Jakarta. Siemens meluncurkan sejumlah inisiatif baru, seperti Siemens Xperience Center, Call Center, dan menandatangani dokumen kerja sama dengan mitra bisnis (Foto/@: PT Siemens Indonesia)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Siemens Indoensia (sumber): Para pelaku industri dan bisnis harus mewujudkan transformasi digital di organisasi atau perusahaan mereka.  

Disarikan dari uraian para pembicara pada Siemens Tech Summit 2025 yang dihadirkan oleh PT Siemen Indonesia, bahwa teknologi berperan penting dalam merancang bangunan, menciptakan sistem energi, dan membangun industri yang berkelanjutan. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Menurut Siemens status transformasi digital terkini adalah tentang kemajuan penggunaan data, manfaat utama teknologi digital, prediksi hambatan yang (mungkin)  bisa mencegah kemajuan, dan potensi platform bisnis digital untuk meningkatkan hasil yang berkelanjutan. 

Tajuk Technology with purpose Transforming the everyday with technology dijelaskan oleh  Member of the Managing Board, Chief Technology Officer and Chief Strategy Officer, Siemens AG, Dr. Peter Koerte yang menekankan peran teknologi digital untuk meningkatkan transformasi industri menuju masa depan yang berkelanjutan, efisien, dan tangguh.

Indonesia sedang berada dalam fase penting transformasi industri, dan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), kembaran digital (digital twin), dan metaverse yang menjadi katalis utama dalam proses perwujudan itu demikian Dr. Peter Koerte melanjutkan. 

Dengan menggabungkan inovasi global dan kekuatan lokal—terutama dalam bidang manufaktur dan talenta digital,  Dr. Peter Koerte yakin bahwa Indonesia mampu membangun pabrik yang lebih cerdas dan infrastruktur yang lebih berdaya saing.

Dr. Peter Koerte menegaskan bahwa teknologi digital adalah kunci untuk memajukan tujuan keberlanjutan nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia terhadap manufaktur global.

Kembaran digital atau digital twin  adalah representasi digital dari objek fisik atau sistem nyata—misalnya mesin, pabrik, atau bahkan kota. Dengan teknologi ini, dimungkinkan pemantauan, simulasi, dan analisis secara real-time terhadap performa dan kondisi suatu objek.  

Sedangkan metaverse merupakan ruang virtual imersif berbasis teknologi realitas virtual (VR), augmented reality (AR), dan AI yang memungkinkan kolaborasi, pelatihan, dan simulasi industri secara interaktif. Ini bukan sekadar dunia virtual, melainkan lingkungan kerja digital yang mendukung efisiensi dan inovasi.

Cara kerja digital twin melalui tiga tahap:

  • Pengumpulan data: sensor dan perangkat IoT atau internet of things dipasang pada objek fisik untuk mengumpulkan data seperti suhu, tekanan, getaran, dan lain-lain.
  • Pemrosesan dan analisis: data dikirim ke sistem cloud dan dianalisis dengan menggunakan AI dan machine learning atau mesin pembelajaran untuk menciptakan model digital yang akurat.
  • Simulasi & prediksi:  model digital digunakan untuk memantau performa, melakukan simulasi, dan memprediksi potensi masalah sebelum terjadi.

Contoh wujudnya di lapangan, turbin angin bisa dimonitor secara real-time melalui digital twin untuk mendeteksi kerusakan sebelum benar-benar terjadi.

Beberapa perusahaan dan institusi yang telah mengadopsi atau mengembangkan teknologi digital twin dan metaverse di industri Indonesia. Sejumlah perusahaan  menekankan penggunaan digital twin dan metaverse di industri untuk mewujudkan dan menciptakan pabrik cerdas dan infrastruktur berkelanjutan.

PLN Electricity Services dan PT Surya Energi Indotama melakukan kerja sama  dengan Siemens untuk integrasi AI dan digital twin dalam sektor energi. Demikian juga  Esri Indonesia mengembangkan solusi digital twin berbasis geospasial untuk infrastruktur dan kota pintar.

Sementara Fractal Twins & Cityzenith ikut dalam proyek digital twin factory untuk arsitektur dan infrastruktur. 

Dengan aplikasi digital twin memungkinkan pemeliharaan prediktif dan pengambilan keputusan berbasis data real-time, mengurangi downtime sehingga biaya operasional lebih efisien.

Perusahaan pengguna dapat melakukan simulasi digital untuk mempercepat pengembangan produk dan pengujian tanpa risiko fisik.

Sedangkan metaverse digunakan untuk pelatihan karyawan secara virtual, kolaborasi lintas lokasi, dan simulasi proses kerja. Perusahaan di Indonesia dapat meningkatkan kemampuan manufaktur  agar lebih kompetitif di pasar global.

Oleh sebab itu, para para pengguna aplikasi harus melakukan investasi, dan menghadapi keterbatasan infrastruktur digital, dan mencari tenaga ahli yang mumpuni misalnya dari Siemens.

Dengan judul  Indonesia’s energy transition and the role of Digitalization in Industry and Infrastructure, CEO, Smart Infrastructure – Electrification and Automation, Siemens AG, Stephan May menyatakan peran digitalisasi guna mempercepat transisi energi di Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien.

Stephan May menjelaskan bahwa digitalisasi sebagai enabler utama dalam mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan nasional, termasuk melalui otomatisasi jaringan dan pemantauan real-time.

Oleh sebab itu, penting membangun infrastruktur cerdas yang mampu merespons kebutuhan energi secara dinamis, seperti smart grid dan sistem manajemen energi berbasis AI demikian Stephan May.

Smart grid menghemat energi

Dalam hal ini, Siemens berkomitmen mendukung dengan menyediakan PSS® SINCAL yakni perangkat lunak simulasi sistem tenaga listrik dan melakukan pelatihan teknis untuk universitas dan mitra industri di Indonesia. 

Kolaborasi Siemens dengan Kementerian Perindustrian bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi digital dan elektrifikasi di sektor industri dan energi.

Selanjutnya, Stephan May menekankan bahwa digitalisasi bukan hanya soal efisiensi, juga tentang membangun ketahanan energi nasional dan menciptakan ekosistem industri yang lebih adaptif terhadap tantangan iklim dan kebutuhan masa depan.

Jaringan listrik cerdas atau smart grid  adalah sistem jaringan listrik yang dilengkapi dengan teknologi digital dan alat komunikasi canggih untuk mengelola aliran listrik secara efisien, andal, dan berkelanjutan. 

Jaringan listrik konvensional jauh berbeda dengan  smart grid yang mampu untuk memantau dan merespons permintaan energi secara real-time, dan mengintegrasikan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.

Perangkat jaringan listrik cerdas juga mampu mendeteksi gangguan dan memperbaikinya secara otomatis dan memberdayakan konsumen untuk mengelola konsumsi energi dengan menggunakan smart meter yang menyediakan data konsumsi listrik secara real-time. 

Penggunaan smart grid memungkinkan penghematan energi, pengurangan emisi karbon, dan ketahanan sistem kelistrikan di tengah tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan populasi.

Sedangkan PSS® SINCAL (Siemens Network Calculation) adalah perangkat lunak simulasi dan analisis sistem tenaga listrik yang digunakan oleh perencana jaringan, operator industri, dan konsultan energi di lebih dari 100 negara. 

Fungsi PSS® SINCAL seperti, perencanaan dan analisis jaringan listrik (tegangan rendah, menengah, tinggi); simulasi aliran daya, gangguan, stabilitas dinamis, dan kualitas daya; integrasi energi terbarukan seperti PV, baterai, dan kendaraan listrik serta. 

Pembicara lainnya juga menambah luas wawasan para pelaku industri dan bisnis. Seperti Vice President for Digital Enterprise Services for the ASEAN Region, Siemens Singapura, Shalabh Bakshi dengan presentasi: Technology Stream A1: Digital Twins leading the way to Industrial Metaverse for Smart Manufacturing. 

Dilanjutkan dengan topik Energy Transition with NRE integration and Smart Grids evolution yang disampaikan oleh Ismail Muttaqin, Technical Sales and Promotion Manager, PT Siemens Indonesia. 

Topik Digitalization and Sustainability: Transforming Buildings and Infrastructure disajikan oleh Derek Del Nevo, Head of Software and Digital for the Southeast Asia Region, Siemens Singapura. 

Selain mendapatkan informasi terkini tentang digital transformation, para peserta diskusi berkesempatan mengamati booth beberapa perusahaan.

Para mitra PT Siemens Indonesia itu siap mendukung perusahaan lain yang ingin segera mewujudkan transformasi digital di organisasi mereka.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik