Friday
09 October 2026

Peningkatan Daya Jaringan Serat Optik

Mengapa peningkatan daya jaringan serat optik diperlukan? Aplikasi di masa depan, penggunaan serat optik lebih dibutuhkan daya untuk jaringan serat optic dan cahaya menyerkan data.

Proyek WESORAM memiliki cermin LCoS untuk membagi frekuensi sinyal data dan mendistribusikannya secara fleksibel ke berbagai keluaran (Foto/© Fraunhofer IOF)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUISTRI.co.id – Fraunhofer IOF (sumber): Peningkatan daya jaringan serat optik sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan transmisi data yang terus berkembang.

Seiring dengan perkembangan teknologi seperti pada kendaraan otonom, komunikasi mobile 6G, dan komunikasi kuantum, maka permintaan atas bandwidth yang lebih tinggi semakin meningkat.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Oleh sebab itu, jaringan serat optik harus diperbarui dan ditingkatkan daya dukungnya agar dapat mengakomodasi volume data yang lebih besar.

Selanjutnya mampu mengurangi latensi, dan meningkatkan kecepatan transmisi supaya lebih  mampu menghadirkan layanan yang lebih andal dan efisien

Aplikasi seperti kendaraan tanpa pengemudi, komunikasi seluler 6G, dan komunikasi kuantum mendorong jaringan serat optik hingga batas maksimal.

Kendaraan tanpa pengemudi atau self-driving vehicles  yakni kendaraan otonom atau autonomous vehicles adalah jenis kendaraan yang mampu beroperasi tanpa intervensi manusia.

Teknologi pada kendaraan otonom menggabungkan berbagai komponen canggih seperti kecerdasan buatan (AI), sensor, dan sistem pemrosesan data untuk memungkinkan kendaraan menjalankan tugasnya secara mandiri tanpa pengemudi.

Sementara komunikasi seluler 6G merupakan jaringan seluler generasi keenam yang diharapkan dapat membawa kecerdasan nirkabel (tanpa kabel) ke setiap sudut kehidupan kita.

Teknologi 6G  diperkirakan akan tersedia pada awal tahun 2030-an dan akan meningkatkan kapasitas jaringan seluler hingga 500 kali lipat dibandingkan 5G, dengan latensi mendekati nol.

Bagaimana cara kerja quantum communications? Komunikasi kuantum menggunakan partikel kuantum seperti foton untuk mentransmisikan informasi.

Salah satu aplikasi paling populer adalah quantum key distribution (QKD)  yang memungkinkan dua pihak bertukar kunci enkripsi secara aman.

Setiap upaya penyadapan pada saluran komunikasi akan mengubah keadaan kuantum dari partikel tersebut, sehingga penerima dapat mendeteksi adanya ancaman sejak dini.

Cahaya menyeberkan data 

Kita juga perlu memahami pengertian  pushing fiber optic networks yang merujuk pada metode pemasangan serat optik yang didorong ke tujuannya, biasanya di dalam saluran, baik dengan tangan atau mesin genggam berbiaya rendah.

Serat optik ini biasanya lebih kecil dan memiliki selubung yang menggabungkan sifat kekakuan dan fleksibilitas untuk memungkinkan pemasangan yang efisien.

Para peneliti Fraunhofer IOF bekerja sama dengan para mitra untuk merancang cara-cara cerdas yang bertujuan untuk mengoptimalkan transmisi data.

Sakelar optik dengan cermin kristal cair pada silicon atau liquid crystal on silicon  (LCoS) mengecilkan paket data hingga ke ukuran yang lebih kecil.

Teknologi microdisplay reflektif atau liquid crystal on silicon (LCoS) yang menggunakan lapisan kristal cair di atas pelat belakang silikon demikiam rifqimulyawan.com.

Teknologi ini menggabungkan keunggulan dari digital light processing (DLP) dan liquid crystal display (LCD) dan menggunakan kristal cair yang diterapkan pada pelat belakang silikon reflektif.

Dengan begitu, maka jaringan dapat membawa  lebih banyak data, sementara sinyal didistribusikan ke berbagai untaian serat untuk menciptakan lebih banyak fleksibilitas.

Pada proyek WESORAM cermin LCoS (liquid crystals on silicon) membagi frekuensi sinyal data menjadi beberapa bagian dan meningkatkan fleksibilitas sinyal menjadi beberapa bagian.

Kabel serat optik mengangkut sinyal pada kecepatan mendekati kecepatan cahaya dan dapat mengirimkan data dalam jumlah besar dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Meskipun demikian, sistem serat optik konvensional tidak lagi cukup kuat untuk mengakomodasi teknologi masa depan.

Proyek WESORAM dan Multi-Cap dikerjakan oleh para ahli dari Institut Fraunhofer untuk Optik Terapan dan Rekayasa Presisi IOF di Jena bekerja sama dengan para mitra. Tim ahli menyiapkan jaringan serat optik untuk dunia masa depan.

Jaringan serat optik sudah menggunakan teknologi seperti multiplexing pembagian panjang gelombang.

Dalam metode ini, cahaya digunakan sebagai pembawa aliran data, dengan sakelar optik membagi cahaya menjadi beberapa frekuensi.

Kisi spektrometer membagi sinyal menjadi panjang gelombang yang berbeda dan kemudian mentransmisikannya ke cermin LCoS.

Ini meneruskan sinyal ke serat keluaran, yang memungkinkan setiap serat untuk mengangkut beberapa aliran data. Namun, metode ini hanya dapat digunakan pada rentang frekuensi terbatas.

Dalam proyek WESORAM, kependekan dari Wellenlängenselektive Schalter für optisches Raummultiplex  yang artinya sakelar selektif panjang gelombang untuk multiplexing pembagian ruang optik.

Dr. Steffen Trautmann dan timnya di Fraunhofer IOF bekerja sama dengan mitra proyek untuk menyempurnakan teknologi ini.

Pertama-tama, tim menambahkan fleksibilitas pada mekanisme pengalihan di sakelar LCoS sehingga dapat mengalihkan aliran data ke serat mana pun.

Setelah kisi spektrometer membagi sinyal cahaya yang masuk menjadi frekuensi, cermin LCoS mengirimkan setiap frekuensi ke serat yang berbeda.

Bagaimana penggunaan serat optik di Indonesia?


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik