Wednesday
07 October 2026

Mesin Cetak Digital Impor Kuasai Pasar Kita

Apakah ada mesin cetak digital pada AllPack & AllPrint Expo 2024 buatan insinyur Indonesia? Pemeran yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta pada 9–12 Oktober 2024 diramaikan oleh 1500 peserta—semua perusahaan dari 30 negara.

(CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim (4 dari kiri) bersama para pejabat Kemenperin dan pengurus beberapa asosiasi seperti Ariana Susanti (IPF), Ahmad Mughira Nurhani (PPGI), F. TirtoKoesnadi (Farmasi), Yedi Sabaryadi (Direktur IKM), Daniel Ibrahim (Kemenperin),dan lainnua yang mendukung pameran ALLPack Indonesia & ALLPrint Indonesia 2024 (Foto/@: mmINDUSTRI/Rayendra L Toruan)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT Krista Exhibitions (sumber): Apakah Anda bangga jika menemukan mesin cetak digital, mesin kemasan digital, kemasan digital, dan beragam lagi tools dan alat pendukung industri modern—merupakan hasil rancangan dan buatan putra-putri bangsa?    

Mendengar pertanyaan di atas, beberapa pejabat teras dari Kementerian Perindustrian, pengurus beberapa asosiasi (Indonesia), dan Chief Execitive Officer (CEO) PT Krista Exhibition penyelenggara pameran, Daud D Salim tampak “kaget” dan kemudian tersenyum.  



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Masak pameran bertemakan mesin cetak dan mesin kemasan sudah diselenggarakan selama 25 tahun, namun  tak satu mesin cetak digital—hasil rancangan anak Indonesia. “Mesin konvensional hampir tidak ada lagi, digantikan oleh mesin yang telah terdigital, dan membuatnya bukan pekerjaan muda,” imbuh Daud seolah membela para insinyur di Indonesia.

“Kenapa instansi terkait tidak jemput bola misalnya menyelenggarakan sayembara bagi anak-anak muda untuk merancang mesin yang inovatif dan terdigital?” jurnalis masih penasaran. 

Daud D Salim yang selalu sukses menyelenggarakan pameran sekali dalam tiap bulan sepanjang tahun di Jakarta dan Surabaya, menjelaskan bahwa pihaknya menyelenggarakan talk show, seminar, forum diskusi, dan menyediakan para ahli di bidang masing-masing. Para mahasiswa yang diundang gratis dan para pihak  lain, imbuh Daud,  berkesempatan bertukar ilmu.

“Kita bangun rumah kemasan dan 25 sudah aktif mulai dari Aceh dan sebentar lagi kita buka di NTt,” tutur Yedi Sabaryadi pejabat dari Kementerian Perindustrian yang mengurusi usaha kecil menengah bidang makanan,minuman dan furniture.

Menurut Yedi Sabaryadi, kantor Kemenperin mendirikan rumah kemasan di berbagai daerah yang bertujuan untuk membantu Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam meningkatkan kualitas kemasan produk mereka. Rumah kemasan menyediakan layanan seperti konsultasi, desain kemasan, dan penyediaan bahan kemasan. 

Program rumah kemasan mencakup berbagai layanan untuk mendukung IKM, antara lain, memberikan pelatihan tentang teknik pengemasan dan pendampingan dalam pembuatan desain kemasan. Para pelaku IKM dilatiih membuat desain kemasan yang menarik dan sesuai standar. Sayangnya, para IKM belum dilatih untuk membuat mesin cetak meski skala kecil.

Menurut Daniel Ibrahim Kepala Agroindustri dan Produk Kehutanan, Kemenperin, pemerintah juga menyediakan bahan kemasan yang berkualitas untuk IKM, dan membantu dalam hal promosi serta meningkatkan kualitas kemasan buatan IKM. Indonesia masih mengandalkan bahan kemasan dari plastik dan kertas.

Daniel mengakui bahwa bahan kemasan dari alam Indonesia begitu banyak dan beragam seperti daun pelepah pisang, jagung, padi-padian, dan serat lainnya. Akan tetapi, kita belum menguasai teknologi sehingga penggunaan bahan kemasan dari alam (asli) Indonesia masih terbatas untuk kalangan atas.       

Sementara pihak Krista Exhibitions mengakui bahwa perkembangan industri makanan dan minuman mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada triwulan pertama tahun 20 24, struktur PDB industri non-migas didominasi oleh industri makanan dan minuman sebesar 39,91 persen  atau 6,47 persen dari total PDB nasional.

Demikian pula industri pengemasan makanan (food packaging industry) melaju hingga   6 persen—melampaui  pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan 5 persen  pada tahun 2024. Industri kemasan berperan penting baik di banyak Industri, baik untuk melindungi produk maupun untuk media pemasaran produk. 

Kita paham bahwa pertumbuhan industri makanan dan minuman demikian relevan dengan pertumbuhan industri kemasan. Industri makanan dan minuman yang berkembang pesat membutuhkan kemasan yang berkualitas untuk menjaga produk tetap segar, menarik konsumen, dan mematuhi standar keamanan. 

“Kemasan yang baik juga membantu dalam branding dan pemasaran produk,” ujar Tirto Koesnadi, Ketua Umum Gabungan Farmasi Indonesia. Tirto menyatakan bahwa kemasan untuk produk farmasi harus memenuhi standar nasional dan internasional. “Kita diplototin (awasi) oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan,” ujar Tirto.    .

Demikian juga ragam bisnis yang mengandalkan kemasan dengan cetakan untuk produk sebagai salah satu aspek penting dalam strategi pemasaran dan branding produk pebisnis. Mengikuti tren terkini dalam teknologi cetak dan desain kemasan, produsen dapat tetap bersaing di pasar yang semakin kompleks dan dinamis. 

Oleh karena itu, Krista Exhibitions menggelar pameran dengan teknologi pengolahan dan pengemasan untuk makanan, minuman, biskuit, confectionary, produk farmasi/obat-obatan, minuman herbal tradisional, kosmetik, peralatan pribadi, kecantikan, pertanian, elektronik, pendingin dan industri terkait lainnya. 

Para pebisnis dan pengunjung pun berkesempatan menyaksikan teknologi dan mesin yang berkaitan dengan kemasan plastik, teknologi dan permesinan pengolah makanan dan minuman, dibarengi dengan proses produksi untuk farmasi, minuman, dan sebagainya.

Para peserta pameran menggelar teknologi dan mesin terkini yang berkaitan dengan perkembangan industri percetakan, peralatan, dan suplai mesin sertaa pameran mesin kertas tisyu, mesin cetak tekstil, mesin kemasan cetak, teknologi perlabelan, dan sebagainya.

Menurut CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, peserta pameran yang berjumlah dari 1.500 perusahaan diharapkan akan dikunjungi oleh lebih 80.000 orang pada 2024, meningkat dari dari 69,000 pengunjung tahun 2023. 

Kerja mesin cetak digital gunakan laser

Ke-1500 perusahaan berasal dari lebih dari 30 negara seperti, Australia, Austria, Belgia, Kanada, China, Prancis, Jerman, dan Greece.

Selanjutnya Hongkong, India, Indonesia, Italia, Jepanh, Kazakhstan, Malaysia, Pakistan, Polandia, Singapore, South Korea, Spain, Switzerland, Taiwan, Thailand, Turki, United Kingdom, USA, Vietnam, Bavaria, Belanda, dan Denmark.

Penyelenggara ALLPack Indonesia dan ALLPrint Indonesia 2024, juga menghadirkan ratusan tenaga profesional di bidang pengolahan, pengemasan, percetakan, otomasi, di bidang makanan dan minuman, farmasi dan kosmetik. 

Krista Exhibitions juga meluncurkan Program Business Matching sebagai wadah bagi calon pembeli/pengunjung untuk bergabung memanfaatkan temu bisnis secara eksklusif: membina hubungan baik untuk menghasilkan kemitraan bisnis yang sukses  (silakan akses https://forms.gle/gLoVNAUPVEjhbXEdA) 

Pameran ALLPack Indonesia & ALLPrint Indonesia 2024 didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan asosiasi seperti Indonesia Packaging Federation, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia.

Selanjutnya, Asosiasi Kotak Karton Gelombang Indonesia, Gabungan Industri Aneka Tenun Plastik Indonesia, Asosiasi Logistik Indonesia, Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia, Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia, Packaging Development Federation, dan Gabungan Pengusaha Jamu & Obat Tradisional Indonesia.

Termasuk Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, Pharma Materials Management Club, Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia, Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia, Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia, Asosiasi Produsen Kemas Kaleng Indonesia, dan Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika.

Lalu,  Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia, Asian Packaging Federation, Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, Asian Packaging Federation, dan The Japan Food Machinery Manufacturers’ Association.

Kembali ke mesin cetak konvensional, apakah mungkin diubah ke mesin cetak digital? Mengubah mesin cetak konvensional menjadi mesin cetak digital bukanlah proses yang sederhana demikian disarikan dari bhinneka.com. 

Mesin cetak konvensional menggunakan pelat cetak untuk mentransfer gambar ke media, sedangkan mesin cetak digital mencetak langsung dari file digital tanpa memerlukan pelat namun membutuhkan laser. 

Oleh karena itu, konversi ini memerlukan perubahan besar pada mekanisme dan teknologi mesin. Mesin cetak digital adalah alat cetak modern yang menggunakan teknologi digital untuk mencetak gambar atau teks langsung ke berbagai media tanpa memerlukan pelat cetak. Proses ini memungkinkan pencetakan yang cepat, efisien, dan fleksibel.

Para pebisnis yang berharap cuan dari penyelenggaraan Pilkada 27 November 2024 di Indonesia, pameran AllPack & AllPrint Indonesia mampu menjawab dan memenuhi kebutuhan Anda. Lagi pula pameran ini tidak berbayar seperti dilakukan oleh event organizer yang lain.

Dapatkan tiket gratis dengan mengakses ke https://register.kristaonline.com/visitor/allpackindonesia 

Catatan redaksi: Laporan tentang teknologi mesin cetak digital dan kemasan (mesin) digital di pelbagai industi akan  dipostingkan melalui www.mmindustri.co.id  dan channel www.youtube.com/@mmINDUSTRI   Semua informasi gratis melalui registrasi www.mmINDUSTRI.co.id/insight  


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik