Wednesday
07 October 2026

Perusahaan Tambang Batubara Mencapai Volume All Time High

Bagaimana RMK Energy Tbk mencapai  volume all time high  pada Juni 2024? Perusahaan tambang batubara yang berlokasi di Sumatra Selatan ini berhasil mengangkut batubara tertinggi yang pernah dicapai dalam sejarah operasionalnya.

PT RMK Energy Tbk (RMKE) memiliki fasilitas stockpile batubara berkapasitas 2 juta ton di Pelabuhan Musi 2, Sumatera Selatan. Pelabuhan Musi 2 dilengkapi dengan 3 line barge loading conveyor yang dapat memuat hingga 25 juta ton batubara per tahun. Selain itu, RMKE menyediakan layanan logistik batubara yang terintegrasi melalui jalur kereta api dari wilayah produksi batubara yang berlokasi di Lahat dan Muara Enim,  Sumatera Selatan. RMKE bekerja sama dengan PT KAI demikian laman rmkenergy.com (Foto/@: PT RMK Energy Tbk)

Penulis/editor: Marinus L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT RMK Energy Tbk (sumber):  Capaian volume all time high  pada Juni 2024 mengukuhkan PT RMK Energy Tbk sebagai perusahaan tambang batubara yang mampu memuat 495 kapal dengan kapasitas volume sebesar 916,8 ribu MT batubara pada Juni 2024.

Peningkatan itu setara dengan 53 persen YoY (Year-over-Year)  dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023, dan volume ini merupakan jumlah yang tertinggi sepanjang RMKE beroperasi.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Apa arti capaiab volume all time high? Ini mengacu pada volume angkut batu bara tertinggi yang pernah dicapai oleh RMKE pada Juni 2024. Artinya RMKE mencatat rekor baru dengan memuat 916,8 ribu metrik ton (MT) batubara.

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra menjelaskan bahwa kinerja operasional perseroan yang dipimpinnya sangat positif berkat dukunan cuaca yang ramah, volume segmen jasa, dan penjualan batubara yang berlanjut naik secara signifikan.

Hingga Juni 2024, perseroan telah memuat 3,9 juta batubara ke 495 kapal tongkang dan membongkar 1.627 rangkaian kereta dengan total kapasitas 4,04 juta MT batubara.

Volume muatan kapal tongkang dan bongkaran kereta ini telah mencapai target tahun 2024 masing-masing sebesar 42 persen dan 40 persen.

Peningkatan kinerja operasional dari segmen jasa batubara ini tidak terlepas dari on-time performance (OTP) bongkar kereta yang dikelola dengan rata-rata waktu 3 jam per kereta hingga periode Juni 2024.

Sejalan dengan manajemen waktu, penggunaan bahan bakar menurun sebesar 14,0 perse YoY (Year-over-Year) hingga akhir Juni 2024 sehingga rasio penggunaan bahan bakar per MT batubara lebih efisien dari 0,88 liter/MT pada tahun lalu menjadi 0,84 liter/MT atau lebih efisien sebesar 5.0 persen YoY.

Dari segmen penjualan batubara, perseroan berhasil menjual batubara sebesar 1,2 juta MT batubara hingga Juni 2024 dengan pertumbuhan 6,5 persem YoY.

Pertumbuhan volume penjualan batubara ini ditopang oleh pertumbuhan produksi tambang in-house, PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE)—anak usaha RMKE—yang memproduksi 92,4 ribu MT batubara pada bulan Juni 2024 atau meningkat sebesar 31,8 persen MoM atau telah mencapai target tahun ini sebesar 30,7 persen.

Peningkatan volume produksi batubara pada bulan Juni 2024 didukung oleh kondisi cuaca yang mulai membaik pada kuartal kedua 2024. Tidak hanya TBBE saja, produksi tambang-tambang di area Sumatra Selatan juga membaik sehingga volume muatan loading tongkang RMKE juga mengalami peningkatan.

Hingga Juni 2024, RMKE telah mencapai target penjualan batubara tahun 2024 sebesar 34,1 persen.

Direktur Utama Perseroan, Vincent Saputra mengatakan bahwa pada kuartal kedua tahun ini cuaca semakin ramah, volume segmen jasa dan penjualan batubara pada bulan Juni 2024  berlanjut meningkat signifikan.

“Kinerja operasional bulan Juni sangat positif, bahkan volume muat batubara ke tongkang bulan ini mencapai volume tertinggi selama RMKE beroperasi. Semoga kondisi cuaca semakin membaik di bulan-bulan berikutnya, sehingga kami dapat mencapai target tahun ini pada semester kedua tahun 2024,” lanjut Vincent Saputra.

Dengan kinerja operasional yang membaik, hal ini akan berdampak positif bagi kinerja keuangan di kuartal kedua tahun ini. RMKE juga akan mengembangkan usaha logistik batubara di luar area Sumatra Selatan pada tahun ini dengan kolaborasi bersama tambang-tambang baru.

Dengan peluang ekspansi di luar Sumatra Selatan dan kolaborasi yang lebih banyak, manajemem semakin optimistis untuk dapat menjaga pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan yang berkelanjutan demikian Vincent Saputra.

Apa rencana RMKE selanjutnya?

RMKE berencana untuk membangun infrastruktur dan replacement unit dengan total belanja modal mencapai Rp503 miliar pada tahun 2024. Rencana itu termasuk pembangunan jalan, crushing plant, hauling road bridge, serta sarana dan prasarana lainnya demikian laporan laman researchgate.net

Ditambahkan bahwa  RMKE akan mengembangkan usaha logistik batubara di luar area Sumatra Selatan dengan kolaborasi bersama tambang-tambang baru.

Bagaimana RMKW memperbaiki lingkungan? Kegiatan tambang batubara tidak lepas dari beragam polusi seperti debu dan limbah produksi. Oleh karena itu, RMKE menggunakan teknologi baru untuk mengatasi debu dan limbah produksi.

Manajemen RMKE menambah fasilitas sprinkler dan water sprayer pada lokasi stockpile, scrapper, dan conveyor belt.

Alat-alat itu digunakan untuk menyemprot coal dust suppressant chemical (bahan kimia untuk mengurangi efek debu) pada seluruh lini kegiatan operasional tulis market.bisnis.com

Sementara itu, tambang PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE), anak usaha RMKE, memiliki total luas area pertambangan seluas 10.220 hektar.

Lokasi tambang ini berada di Gunung Megang dan Benakat, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan demikian dikutip dari researchgate.net

PT RMK Energy Tbk yang berdiri pada 22 Juni 2009 bergerak di bidang pelayanan jasa logistik batubara yang meliputi bongkar muat batubara melalui jalur kereta api di Sumatra Selatan, jasa pelabuhan batubara, serta penjualan batubara dari tambang in-house dan pihak ketiga.

Perseroan memiliki beberapa fasilitas di Sumaera Selatan seperti Stasiun Muat Gunung Megang, Stasiun Bongkar Simpang, hauling road sepanjang 8 km, Pelabuhan Musi 2, dan tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik