CLOUD COMPUTING (4)

Tersedia Back-up Software dalam Beragam Provider

0
2
Cloud computing dan virtualisasi terhitung di antara tren paling penting pada Teknologi Informasi (TI). Teknologi ini tetap pada tahap yang sanngat awal dari pengembangannya.  Pada TI terdapat kebutuhan yang mendesak yakni saran dan pengembangan kerja—secara khusus di area keamanan, pemenuhan, ketersediaan, dan proteksi data.  Fraunhofer Cloud Computing Alliance memiliki  8 institusi bekerja sama untuk mempromosikan penggunaan efisiensi dari layanan cloud untuk aplikasi sektor bisnis. (Sumber: www.cloud.fraunhofer.de)

Banyak agen publik dan perusahaan masih ragu untuk memasuki dunia cloud. Mereka khawatir menjadi terpaku pada provider tertentu dan mengganggu keamanan data.

Cloud computing dan virtualisasi terhitung di antara tren paling penting pada Teknologi Informasi (TI). Teknologi ini tetap pada tahap yang sanngat awal dari pengembangannya.  Pada TI terdapat kebutuhan yang mendesak yakni saran dan pengembangan kerja—secara khusus di area keamanan, pemenuhan, ketersediaan, dan proteksi data.  Fraunhofer Cloud Computing Alliance memiliki  8 institusi bekerja sama untuk mempromosikan penggunaan efisiensi dari layanan cloud untuk aplikasi sektor bisnis. (Sumber: www.cloud.fraunhofer.de)
Cloud computing dan virtualisasi terhitung di antara tren paling penting pada Teknologi Informasi (TI). Teknologi ini tetap pada tahap yang sanngat awal dari pengembangannya.  Pada TI terdapat kebutuhan yang mendesak yakni saran dan pengembangan kerja—secara khusus di area keamanan, pemenuhan, ketersediaan, dan proteksi data.  Fraunhofer Cloud Computing Alliance memiliki  8 institusi bekerja sama untuk mempromosikan penggunaan efisiensi dari layanan cloud untuk aplikasi sektor bisnis. (Sumber: www.cloud.fraunhofer.de)

Dengan file OmniCloud dalam server yang memfasilitasi akses tak terlihat ke segala layanan cloud provider maka sistem itu mengenali berbagai program interface dari layanan provider untuk melakukan sebuah migrasi data. Ini berarti data dengan cepat dan mudah dipindahkan ke tempat penyimpanan provider yang baru saat kita membutuhkannya. Sistem ini mampu menyambungkan segala aplikasi dan adanya back-up atas software dengan provider apa pun.

Perangkat lunak OmniCloud juga mampu mengenkripsi seluruh data secara lokal sebelum data-data tersebut meninggalkan jaringan perusahaan yang kemudian disimpan di cloud computing. Menurut pimpinan proyek Cloud, Identity and Privacy di SIT, Michael Herfert OmniCloud menjamin data perusahaan tetap dalam rahasia, keamanan apa pun yang diukur provider penyimpanan perusahaan berada tetap di tempatnya.

Advertisement

Dengan OmniCloud, tiap file dienkripsi menggunakan kunci yang terpisah, melindungi  konten aktual (dari file), nama file, dan struktur direktori. Juga terdapat sebuah sistem akses kontrol untuk menetapkan pengguna dapat mengakses file yang diinginkan.

Cloud computing membuka kesempatan baru bagi agen pemerintahan. Contohnya, Anda bisa memberi tahu kepada pihak berwenang tentang perubahan alamat Anda melalui komputer sederhana dengan menggunakan fitur eID kartu tanda pengenal yang baru. Pada proyek goBerlin, para peneliti  Fraunhofer  Institue for Open Communications Systems  (FOKUS) mengembangkan sebuah layanan terpercaya dan aman yang dipasarkan kepada penduduk, pebisnis, dan badan administratif berbasis teknologi cloud.

FOKUS juga berkoordinasi dengan proyek CloudforEurope yang disponsori perhimpunan Masyarakat Eropa (UE). Masyarakat Eropa telah membangun cloud computing yang terpercaya dan membentuk satu pasar Eropa.

Uni Eropa ikut  membiayai sebesar Euro 10 juta tender pra-komersial pemetaan permintaan sektor publik dan membantu layanan provider cloud berukuran kecil dan menengah di Eropa. Lembaga otoritas publik, sekolah, dan kolese teknik memanfaatkan layanan cloud. Layanan ini memfasilitasi pekerjaan berjaringan dan fleksibel bagi kolega yang berbeda lokasi.

Menyimpan data di cloud juga berarti program pusat dapat dibagi dan digunakan seperti perangkat lunak—sebagai sebuah layanan baru. Namun, banyak agen publik dan perusahaan menengh masih ragu untuk memasuki dunia cloud. Mereka khawatir menjadi terpaku pada provider tertentu dan mengganggu keamanan data.

Mereka tak yakin pelaksanaan hukum, tata cara dan regulasi proteksi data yang semestinya  dihormati. Untuk itulah proyek CloudCycle meredam kekhawatiran publik  dan memastikan kepada penyelenggara pemerintahan dan perusahaan menengah memiliki akses yang aman dengan layan cloud dengan harga yang terjangkau.

Untuk menjawab keraguan para pebisnis dan publik, para ahli Fraunhofer di SIT, IBM Deustchland Research and Development, Kommunale Informationsverarbeitung Baden-Franken dan University of Stuttgart saling bekerja sama. Mereka menciptakan sistem pendukung layanan cloud melalui seluruh siklus kehidupan: dari mendesain sebuah layanan dan menjalankannya pada sebuah cloud platform yang secara potensial memigrasikannya ke platform lain dan akhirnya menghapuskannya secara bertahap.

Jika perusahaan dan otoritas dapat mengakses layanan cloud dan seluruh data, membutuhkan ketersediaan jaringan yang aman tingkat tinggi. Akses itu dapat dihambat oleh masalah teknis atau mendapat serangan dari hackers.

Baca juga :   Pengerjaan Permukaan Membuka Peluang Bagi Robot

Pernah dilaporkan ancaman jaringan yang terjadi hampir tiap minggu—berupa serangan denial-of-service sampai spyware dan pembajakan komputer hingga bentuk botnet. Masih ingat peristiwa di Estonia pada tahun 2007? Peristiwa itu harus dijadikan sebagai sebuah pengingat seberapa rapuhnya masyarakat modern dan ekonomi yang telah terikat dengan penggunaan internet berbasis digital driver.

Menyimak kasus Estonia, serangan cyber memaksa internet negara mati dan sejumlah besar aparatus publik dibungkam tak berdaya. Kita harus mengambil hikmahnya untuk menyusun konsep baru yang memungkinkan operasi darurat dan berarti bagi pengguna cloud  agar dapat melanjutkan pekerjaan.

“Dunia Cyber memanggil strategi pertahanannya sendiri,” ujar Dr. Jens Tölle dari Fraunhofer Institute for Communication, Information Processing and Ergonomics FKIE di Wachtberg dekat Bonn.

Para peneliti di FKIE mengerjakan strategi ini di Cyber Defense Lab. “Ini adalah kasus untuk tetap mengikuti langkah kemajuan teknologi infrastruktur jaringan dan mengikuti diversifikasi ancaman potensial. Serangan denial-of-service, mengalirkan informasi dengan bebas, manipulasi sistem kontrol industrial dan memata-matai penggunan adalah seluruh risiko yang masing-maisng perlu dilakukan tindakan pencegahan yang tepat,” kata Tölle.

Jadi, pengguna tidak perlu bergantung semata-mata pada pengukuran kemanan provider ketika bekerja di cloud. Para peneliti dari grup Usable Cyber Security FKIE mengerjakan teknik baru untuk menyimpan data secara aman di cloud.

Metode enkripsi data yang ada seperti Boxcryptor atau Wuala tidak menawarkan proses integrasi yang diperluan perusahaan. Apalagi, produk hanya dapat digunakan di instansi tertentu dan memiliki fungsi terbatas. Hal yang sama juga ada pada keamanan yang ditawarkan oleh basis provider layanan cloud besar seperti Amazon.

“Hingga sekarang, konsumen diharuskan untuk mengambil pengukuran keamanan saat mereka datang atau untuk menambahkan mekanisme enkripsi pada milik mereka sendiri–diasumsikan mereka memiliki keahlian yang dibutuhkan,” kata Dr. Matthew Smith Profesor untuk  Usable Security and Privacy pada University of Bonn.

Untuk membantu, para peneliti dari FKIE menciptakan sebuah jalan inovatif dengan mengombinasikan teknik dari keamanan Teknologi Informasi dan konsep security-as-a-service (SecaaS). Dengan demikian,  perusahaan dapat mengolaborasikan penyimpanan data.

Menemukan kesuksesan di cloud

Penggunaan cloud computing benar-benar bermanfaat: sebuah studi komparatif yang dilakukan oleh IBM Center for Applied Insights beberapa tahun, haslnya menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan sistematis cloud computing mengalami perumbuhan dua kali lebih cepat,  dan menghasilkan 2.5 kali gross profit dari kompetitor yang tidak menggunakan cloud.

Jika ingin lebih banyak perusahaan, otoritas, dan agensi publik menggunakan cloud computing pada tahun-tahun mendatang, kita perlu memastikan tindakan ini benar-benar dapat diandalkan, aman, dan siap tersedia saat menawarkan proteksi data terbaik. Bagaimana potensi bisnis cloud di Indonesia? (Bahan diolah dari Security in the cloud tulisan  Birgit Niesingwww.fraunhofer.de/ dan sumber-sumber lain)

Simak Cloud  Computing (5)

Internet Tanpa Kabel Semakin Digemari

Advertisement

Tulis Opini Anda