Orang yang Menguasai Otomasi Industri, Masa Depannya Cerah

0
24
Gambar kiri adalah PLC SIMATIC S7 sedangkan gambar kanan TIA Portal Versi 14 perangkat otomasi yang digunakan pada industri 4.0. (Sumber foto: Siemens.com)

Ingin berkarier di industri dengan gaji tinggi? Kuncinya adalah orang yang menguasai otomasi industri, masa depannya cerah. Buruh atau karyawan yang ingin mendapatkan upah (besar) jangan cuma pandai berdemo. Pelajarilah dengan baik apa dan bagaimana otomasi itu diterapkan di sektor industri.

 

Gambar kiri adalah PLC SIMATIC S7 sedangkan gambar kanan TIA Portal Versi 14 perangkat otomasi yang digunakan pada industri 4.0. (Sumber foto: Siemens.com)

Anak-anak muda seperti siswa dan mahasiswa—termasuk kalangan muda yang sudah bekerja di sektor industri—biasanya senang mengikuti kompetisi di bidang robot. Untuk menyalurkan hasrat anak-anak muda, PT Siemens Indonesia dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, bekerja sama menyelenggarakan kompetisi, dan tahun 2017 kompetisi lebih tinggi yang berkaitan dengan dukungan dan pemeliharaan daya saing industri nasional.

Advertisement

Artinya, kompetisi itu tidak hanya untuk hura-hura dan lucu-lucuan.  Orang yang menguasai otomasi industri, masa depannya cerah harus belajar sebaik mungkin—termasuk lewat suatu kompetisi seperti diselenggarakan Siemens.

Niat baik Siemens itu disambut oleh Lembaga Mechatronic Technology Center dengan Mechatronic and Industrial Automation-Research Center (MIA-RC) milik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. ITS dan PT Siemens Indonesia menyelenggarakan Siemens SciTech Competition 2017 pada 9-11 Oktober 2017.

Peluang bagi orang yang menguasai otomasi industri, masa depannya cerah telah dilaksanakan sejak tahun 2015 yang diikuti oleh 99 tim dari 22 universitas dan 8 sekolah menengah dan teknik dari seluruh Indonesia. Siemens tidak mencantumkan daftar para pemenang lomba robot tahun 2015 itu, dan bagaimana hasil temuan para peserta dimembangkan kemudian. Namun, kita yakin bahwa pemenang merupakan, orang yang menguasai otomasi industri, masa depannya cerah.

Kompetisi tahun 2017 mengetengahkan Industrial Mechatronic and Automation Expo  (IMAE)—sebagai sebuah forum bagi siswa-siswi sekolah menengah atas dan mahasiswa agar mereka lebih produktif  mengeksplorasi keterampilan di bidang otomasi industri.

Kompetisi ini  berkembang menjadi tolak ukur bagi peserta yang ingin memajukan pengetahuan atau mengejar karier di sektor otomasi industri. Kepedulian Siemens benar-benar memberikan peluang kepada orang yang menguasai otomasi industri, masa depannya cerah.

Hal itu ditandaskan oleh Kepala Otomasi Pabrik PT Siemens Indonesia Pascal Dricot, bahwa penting untuk membekali para siswa dengan pengetahuan yang diperlukan di bidang otomasi.

Menguasai otomasi industri menjadi kunci dalam mendorong daya saing industri nasional untuk mengantisipasi tren global dan memanfaatkan peluang dari revolusi industri 4.0.

Baca juga :   Neuro Furnace Control: Turunkan Pemakaian Energi dan Elektroda di Pabrik Baja

Pergerakan di bidang otomasi industri demikian  cepat. Oleh  karena itu,  anak muda harus mendapatkan pengetahuan, keahlian, dan berbagai keterampilan yang kuat melalui pelatihan dan partisipasi. Intinya adalah orang yang menguasai otomasi industri, masa depannya cerah.

Peserta Siemens SciTech Competition masuk ke empat kelompok: Programmable Logic Controller (PLC), Human Machine Interface (HMI), Distributed Control Systems (DCS) atau sistem SCADA, serta Matematika dan Ilmu Pengetahuan.

Peserta lomba berkesempatan mendalami pengetahuan tentang PLC SIMATIC S7 dan TIA Portal Versi 14 beserta rangkaian lengkap perangkat layanan otomasi digital yang dipamerkan pada saat bersamaan.

PLC SIMATIC S7 dan TIA Portal Versi 14 mewakili sistem kontrol perancangan yang inovatif dan memberikan kinerja serta peningkatan efisiensi tinggi dalam proses industri. Para peserta berkesempatan untuk mengeksplorasi dan memahami perbaikan perangkat ini, mulai dari perencanaan digital dan rekayasa terpadu hingga operasi yang transparan.

Rektor ITS, Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES. Ph.D, menuturkan bahwa kompetisi itu menarik bagi anak muda bertalenta yang berguna dalam memajukan industri di Indonesia. Anak-anak mudalah yang membangun pabrik cerdas, bangunan cerdas, smart grids, dan akhirnya memahami konsep mobilitas cerdas.

Oleh karena itu, ITS dengan MIA-RC berupaya berkontribusi nyata untuk memperkaya kompetensi generasi mendatang. Joni berharap ITS menjadi pusat pengembangan teknologi mekatronik dan otomasi industri sejak gedung sentra robotika didirikan.

Sementara itu, PT Siemens Indonesia memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mendapatkan wawasan tentang teknologi terbaru dalam otomasi industri melalui acara Siemens Digitalization Day 2017.

Siemens menyajikan beragam solusi digitalisasi di sektor energi, manufaktur, dan transportasi. Kita tunggu nama-nama pemenang lomba. Selamat bagi peserta yang berupaya menjadi orang yang menguasai otomasi industri, masa depannya cerah.

Advertisement

Tulis Opini Anda