Smartcity (1)

Merancang Masa Depan Bersama Hitachi

0
4
Dari kiri Takuya Yamakawa, President Director PT Hitachi Asia Indonesia; Ichiro Iino Chief Executive for Asia-Pacific, Hitachi Ltd.,  Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Setiaji Kepala Jakarta Smart City, Kozo Honsei Minister (Deputy Chief of Mission) Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan Kosuke Horiuchi Deputy Managing Director Hitachi Asia Ltd. (Sumber foto: Hitachi Asia Indonesia)

Teknologi inovatif mampu memecahkan beragam masalah—seperti mengurai kemacetan transportasi dan tumpukan calon penumpang.

Dari kiri Takuya Yamakawa, President Director PT Hitachi Asia Indonesia; Ichiro Iino Chief Executive for Asia-Pacific, Hitachi Ltd.,  Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Setiaji Kepala Jakarta Smart City, Kozo Honsei Minister (Deputy Chief of Mission) Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan Kosuke Horiuchi Deputy Managing Director Hitachi Asia Ltd. (Sumber foto: Hitachi Asia Indonesia)
Dari kiri Takuya Yamakawa, President Director PT Hitachi Asia Indonesia; Ichiro Iino Chief Executive for Asia-Pacific, Hitachi Ltd.,  Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Setiaji Kepala Jakarta Smart City, Kozo Honsei Minister (Deputy Chief of Mission) Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan Kosuke Horiuchi Deputy Managing Director Hitachi Asia Ltd. (Sumber foto: Hitachi Asia Indonesia)

Saat memasuki alat transporasi seperti kereta api dan kapal,orang-orang cenderung berebutan—selalu ingin terdahulu—tentu saja menimbulkan masalah baru. Antrian belum membudaya di Indonesia. Masalah sosial pun beragam di kota-kota besar di Indonesia.

Kemacetan kendaraan mengacaukan transportasi, dan menjadi salah satu isyu utama bagi paslon (pasangan calon) pemimpin daerah pada Pilkada serentak tahun 2017—seperti Pilkada DKI Jakarta. Para  paslon mempunyai rencana dan program jitu yang dapat mengurai dan mengatasi kemacetan, kata para paslon.

Advertisement

Program jitu tak serta merta dapat memecahkan kemacetan. Sebaiknya program dibarengi dengan penggunaan teknologi. Seperti dikutip KOMPAS.com, salah satu cara mengurangi kemacetan, menurut  World Economic Forum adalah dengan menerapkan teknologi ERP. Kota Stockhom, Swedia menggunakan Electronic Road Pricing (ERP) sejak tahun 2014. Dengan ERP itu, volume keramaian lalu lintas turun sebesar 25 persen setiap hari.

Sementara Sydney (Australia) menggunakan teknologi Sydney Coordinated Adaptive Traffic System (SCATS) lengkap dengan kamera dan sensor di berbagai jalan raya. Data kendaraan direkam dan diolah alat lampu lalu lintas melalui usat data. Jika kendaraan padat secara otomatis lampu menyala berwarna hijau lebih lama sehingga terhindari penumpukan kendaraan  di jalan raya dan persimpangan.

Lancar di Singapura

Untuk membantu masyarakat dan para pelaku bisnis di belahan Asia, grup perusahaan (Jepang) Hitachi Ltd melakukan Hitachi Social Innovation Forum termasuk di Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara yang membuka acara itu menyatakan Hitachi ikut membantu kota-kota besar di Indonesia menjadi smart city.

Tentu saja bantuan Hitachi tidak cuma-cuma. Di sinilah kepiawaian perusahaan ini untuk memperkenalkan Bisnis Inovasi Sosial Hitachi (Hitachi Social Innovation Business)—penggabungan infrastruktur dan teknologi informasi terdepan.

Baca juga :   Membuat Pelaku Industri pada Posisi Terdepan

Pelanggan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya di Indonesia berpeluang mendalami pemahaman yang lebih baik pada bidang bisnis utama Hitachi seperti manajemen energi, transportasi, sistem keamanan, solusi kesehatan, dan jasa keuangan. Hitachi  menyediakan beragam software dan fasilitas pendukung—tentu saja harus dibeli.

Peneliti yang bertugas pada Research & Development Hitatchi Asia Ltd. (Singapura) Yoko Kobayashi mengaku, Singapura telah menggunakan perangkat lunak—disebutkan People Flow Analysis Solution for Transportation sehingga sistem tranpostasi di negara berpenduduk lebih 4 juta itu lebih lancar.

Melalui monitor,  Hitachi memperagakan data detik-per-detik pergerakan alat transportasi dan calon penumpang di Singapura. Kapan Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia menjadi smartcity? Kita tunggu terobosan para kepala daerah.

Simak Smartcity (2)
Meraih Mimpi Bersama Hitachi

Advertisement

Tulis Opini Anda