BISNIS SPECTRUM-DEMATIC (2)

Fantastis, Total Pasar Logistik Rp4.396 Triliun

0
43
Dengan Zone Routing System “perjalanan” setiap kemasan barang (dalam kemasan kadus) berjalan secara otomatis sehingga penggunaan gudang lebih efisien. (Sumber foto: Spectrum Group)

Frost and Sullivan melaporkan, industri transportasi dan logistik di Indonesia naik hingga 15,4 persen pada 2015-2020. Spektrum  Group menyiapkan diri dengan menguasai 50 persen pasar domestik.

Dengan Zone Routing System “perjalanan” setiap kemasan barang (dalam kemasan kadus) berjalan secara otomatis sehingga penggunaan gudang lebih efisien. (Sumber foto: Spectrum Group)
Dengan Zone Routing System “perjalanan” setiap kemasan barang (dalam kemasan kadus) berjalan secara otomatis sehingga penggunaan gudang lebih efisien. (Sumber foto: Spectrum Group)

Menurut Lembaga riset pasar global Frost and Sullivan, pada 2015, total pasar logistik Indonesia mencapai sekitar Rp1.573 triliun. Hingga 2020, Frost and Sullivan memperkirakan pasar transportasi dan logistik di Indonesia akan mencapai Rp4.396 triliun—mayoritasn merupakan pasar bagi industri logistik.

Berdasarkan analisis itu, bisnis logistik demikian dinamis sehingga Spectrum Group harus selalu inovatif dan kompetitif. Salah satu caranya adalah tetap fokus pada segmen ritel, sektor industri, dan komersial yang merupakan lokomotif perekonomian. Indonesia.

Advertisement

“Dengan strategi dan layanan yang terintegrasi, kami optimis Spectrum Group dapat memberikan solusi terbaik bagi industri logistik Indonesia,” tandas Henry Henry Wibisono pendiri Spectrum Group. Oleh karena itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan Dematic untuk memperkuat Intramega Global dalam memberikan solusi logistik yang terintegrasi.

Sistem otomatisasi yang akan dikembangkan agar Intramega Global mampu menjawab tantangan dalam ketersediaan lahan dan tingginya harga lahan di kota-kota besar di Indonesia seiring dengan cepatnya dan tingginya pertumbuhan sektor makanan dan minuman, industri pakaian, dan merchandising secara umum yang didorong oleh kebiasaan belanja online konsumen serta pertumbuhan kelas menengah yang dinamis, demikian Henry.  

Direktur Marketing Dematic Asia Pacific Bob Chua menyatakan, kerja sama dengan Intermega Global (Spectrum Group) merupakan langkah penting untuk memperkenalkan solusi logistik automasi di Indonesia. Ia menyatakan  teknologi dan solusi yang dikembangkan oleh Dematic ini telah diimplementasikan ke dalam lebih dari 4,500 sistem di seluruh dunia.

“Dematic telah menyelami bisnis ini selama hampir 100 tahun, dan beroperasi di enam benua. Kerja sama dengan IG akan memberikan kemudahan kepada perusahaan di Indonesia untuk memanfaatkan khasanah pengetahuan yang luas dan keahlian dari Dematic untuk mendapatkan solusi logistik yang lebih efisien, sehingga akan memberikan ruang bagi mereka untuk melakukan ekspansi bisnis yang lebih luas,” kata Bob.

Pusat Logistik Berikat

Mahendra Rianto Ketua Harian Asosiasi Logistik Indonesia, bisnis logistik di Indonesia akan semakin berkembang saat memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sejak Indonesia memberikan izin kepada pihak swasta untuk mengelola Pusat Logistik Berikat (PLB). Bahkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah melakukan evaluasi terhadap kinerja 11 PLB pada pertengahan Juni 2016. Dari 11 PLB yang sudah diresmikan pada tahap I, sebanyak 7 perusahaan telah beroperasi dan 4 lagi sedang menyelesaikan hambatan kontrak dari pemasok yang harus diregulasi oleh Kementerian Keuangan.

Menurut  Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), seperti dikutip Bisnis Indonesia, 60 persen perekonomian ASEAN berada di Indonesia. Oleh karena itu, seharusnya Indonesia merupakan pusat perekonomian ASEAN yang seharusnya juga merupakan pusat logistik se-ASEAN.

Zaldy menjelaskan bahwa penyebabnya, Indonesia belum memiliki free trade zone yang efektif, justru yang lebih dominan adalah kawasan fregat. Batam kurang efektif sebagai free trade zone Indonesia, Jakarta dan Surabaya memiliki potensi yang lebih prospektif karenakan banyaknya jalur logistik yang masuk. Zadly mengatakan, jika Indonesia memiliki free trade zone yang efektif, maka biaya logistik dapat melakukan penghematan sebesar sebesar US$30 juta.  

Melihat potensi bisnis logistik di Indonesia, perusahaan-perusahaan asing semakin gencar memasuki pasar logistik di dalam negeri. Lembaga Frost & Sullivan memprediksi pertumbuhan pasar transportasi dan logistik mencapai 15,2 persen tentu saja hal itu merupakan daya tarik bagi perusahaan-perusahaan asing.

Sebagai contoh, Menko Maritim Rizal Ramli pernah menerima 22 orang delegasi dari Prancis yang tergabung dalam Kluster Maritim, beranggotakan beberapa asosiasi dan federasi perusahaan besar, pemilik kapal, pemilik pabrik kapal, dan pemilik usaha olah raga air. Kluster maritim ini mewadahi pengusaha-pengusaha dari golongan bisnis dan industri maritim Prancis. Pada prinsipnya kluster tersebut tertarik untuk melakukan kerja sama dengan Indonesia terkait dengan maritim, energi, teknologi, dan lain-lain karena melihat keseriusan pemerintah Indonesia dalam upaya pengembangan poros maritim.

Kluster maritim Prancis merupakan gabungan dari sekitar 400 perusahaan besar yang bergerak di bidang maritim, perikanan, logistik, ahli bidang IT, ahli pelacak dan pengurangan polusi, dan ahli energi. Pimpinan Kluster  berencana mempromosikan potensi kelautan dan kegiatan maritime—perkapalan, sektor energi untuk kekuatan

Spectrum Group siap menghadapi perusahaan-perusahaan asing. Di bidang retail, demikian Henry Wibisono, Spectrum Group menjadi market leader sebagai pemasok utama industri retail. Dengan pembukaan cabang di beberapa kota di Indonesia dan mampu mengekspor sejumlah produk ke sejumlah negara di luar Asia, Spectrum Group telah menguasai sekitar 50 persen pasar domestik.

Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam industri transportasi dan logistik bergantung pada penguatan industri manufaktur dalam negeri, penguatan jasa layanan logistik utamanya kargo, dan penggunaan jasa logstik dalam e-commerce.

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda