BATERAI ENERGI (3)

Energi Berbasis Baterai Ion Litium

0
7
Menghimpun energi di rumah kaca. (Sumber foto/@: http://g03.s.alicdn.com/)

Kita harus mencari energi alternatif sebagai sumber energi pengganti agar tidak terjadi masalah energi. Salah satu caranya adalahd dengan sistem penyimpanan baterai yang diproduksi oleh SK Innovation, sebuah perusahaan di Korea Selatan dan partnernya IFF.

Menghimpun energi di rumah kaca. (Sumber foto/@: http://g03.s.alicdn.com/)
Menghimpun energi di rumah kaca. (Sumber foto/@: http://g03.s.alicdn.com/)

Kebutuhan energi terbarukan semakin meningkat dengan perkembangan era abad industrialisasi. Para ahli memperkirakan kebutuhan energi dunia meningkat dua kali atau hampir mendekati angka tiga kali lipat sebanding dengan pertumbuhan populasi penduduk secara global pada tahun 2050.

Ketergantungan kita terhadap sumber energi fosil—sebagai pemasok energi utama yang demikian tinggi—dapat menimbulkan kelangkaan dan persediaan sumber energi fosil dari tahun ke tahun. Kondisi itu bisa menimbulkan krisis energi dan secara tidak langsung membuat harga energi menjadi mahal dan semakin bertambah melambung tinggi.

Advertisement

Oleh karena itu, kita harus mencari energi alternatif sebagai sumber energi pengganti agar tidak terjadi masalah energi. Salah satu caranya adalahd dengan sistem penyimpanan baterai diproduksi oleh SK Innovation, sebuah perusahaan Korea Selatan dan partner IFF.

SK Innovation mengembangkan sistem penyimpanan energi berbasis pada baterai litium-ion untuk kendaraan dan aplikasi skala besar seperti pendirian grid pintar. Pada output tenaga penuh, sistem penyimpanan besar IFF dapat menyuplai satu megawatt listrik dalam periode 30 menit.

Diasumsikan satu rumah membutuhkan tiga kilowatt hours tenaga, unit dapat menyuplai sekitar 160 rumah untuk 60 menit dalam operasi terisolasi tanpa mengambil tenaga dari grid konvensional. Kapasitas baterai VDTC dibatasi hingga 250 kilowatt, dihantarkan dalam dua jam.

Sistem penyimpanan energi skala besar yang tersambung dengan VDTC adalah lingkungan uji ideal sebab seperti gedung IFF telah dilengkapi dengan sistem manajemen energi cerdas. Saat ini, peneliti IFF secara sistematis “menyuapi” gedung unit penyimpanan energi dengan energi yang dikumpulkan dari sistem photovoltaic di atap.

Bangunan hidropower run-of-river

Mereka juga merencanakan untuk mengisi energi yang diperoleh dari VECTOR, bangunan hidropower run-of-river di Elbe yang digunakan para peneliti untuk memelajari jalan mendapatkan energi listrik paling efektif dari arus sungai alami.

Baca juga :   Eksploitasi Limbah Menjadi Energi, Ini Teknologinya

“Kami tidak mengoptimasi baterai agar dapat menyesuaikan sebuah aplikasi spesifik,” Dr. Komarnicki menegaskan. “Malah, tujuan kami adalah mengambil pendekatan praktis dalam memeriksa topik penelitian yang luas jangkauannya.”

”Salah satu ide di meja adalah untuk kontainer penyimpanan transportable untuk digunakan jaringan perusahaan dan industri mereka. Memungkinkan untuk menyambungkan generator angin atau photovoltaic ke baterai, sama seperti stasiun charging cepat untuk kendaraan elektrik. “

Tiap kasus individual memiliki kondisi tersendiri.Untuk beberapa aplikasi faktor dominannya adalah kapasitas penarikan, yang berarti sel baterai harus diisi ulang dengan cepat. Pada kasus lain, mungkin kompensasi tenaga reaktif lebih penting, atau menemukan bagaimana penyelesaian cerdas bagi muatan yang tidak dibutuhkan pada suplai tenaga utama.

Hingga saat ini, prioritas penelitian utama selalu pada biaya penggunaan efektif dari sistem penyimpanan listrik besar bagi bisnis. Rencananya adalah agar rumah tangga privat juga mendapatkan manfaatnya di masa depan.

“Kami akan melihat teknologi penyimpanan dibuat sesuai dengan bidang khusus aplikasi masing- masing konsumen”, ditegaskan oleh manajer proyek IFF Dr.-Ing. Christoph Wenge. Satu hal yang dapat dipastikan.

Semakin banyak listrik diisikan ke grid tenaga dari sumber energi terbaharui, penyimpanan energi efisien disiapkan sebagai komponen krusial dalam grid pintar di masa depan. (Bahan diolah dari Electricity on tap tulisan Andreas Beuthner, Fraunhofer 1/15)

Simak artikel selanjutnya dengan topik BATERAI ENERGI (1)
Operasikan Mesin 24 Jam tanpa Kehilangan Energi

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda