Management System, MANEJEMEN&SAFETY

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Imunisasi, Covid-19 Keok

Kita tingkatkan daya tahan tubuh dengan imunisasi untuk memerangi Covid-19. Dua organisasi di Jerman menciptakan teknologi dan sistem untuk meningkatkan daya tahan...

Written by Boromeus Sihombing · 2 min read >
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Kita tingkatkan daya tahan tubuh dengan imunisasi untuk memerangi Covid-19. Dua organisasi di Jerman menciptakan teknologi dan sistem untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tak lama lagi  memasuki produksi massal. 

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
RT-PCR adalah mendiagnosis untuk konfirmasi kasus Covid-19 sekaligus  panduan isolasi. Meski cepat dan akurasi diagnosisnya, PCR memiliki beberapa kelemahan  yang membatasi diagnosis pada fase infeksi akut. Untuk itu, dinamika transmisi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan mengembangkan penanggulangan yang efektif terhadapnya, imunisasi  berbasis antigen dan antibodi penting dilakukan. (Foto/@: thenativeantigencompany.com/)

Lembaga Fraunhofer dan  perusahaan EUROIMMUN keduanya berlokasi di Jerman, sedang berjuang menciptakan teknologi dan sistem untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar Covid-19 keok tak berdaya. 

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Imunisasi

Salah satu cara mendeteksi dan mengukur Ribonucleic Acid (RNA) dan Deoxyribonucleic   (DNA) dengan melakukan RT-PCR. RT-PCR adalah tekni mendiagnosis untuk mengonfirmasi apakah seseorang terpapar atau belum terkena kasus Covid-19. 

DNA merupakan suatu molekul identitas di dalam tubuh makhluk hidup yang biasa disebut gen turunan dari orang tua. Sedangkan RNA adalah molekul pembantu untuk pembentukan DNA pada saat proses sintesis protein pada gen terjadi. 

DNA atau disebut asam deoksiribosa nukleat (ADN) merupakan jenis biomolekul atau materi yang membentuk kromosom-kromosom yang menyimpan informasi detail genetika dan kemungkinan adanya beberapa virus di dalam tubuh. 

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Informasi genetik yang terdapat pada DNA bertujuan untuk mengatur sel untuk melakukan sesuatu misalnya meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu melawan paparan Covid-19 atau #Coronavirus 2  atau disebut SARS-CoV-2.

Sejak terjadi pendemik #Coronavirus, banyak pihak yang meneliti berbagai formula untuk menentukan cara atau sistem daya tahan tubuh.  

Contohnya  EUROIMMUN AG adalah salah satu perusahaan diagnostik di Eropa yang pertama menawarkan sistem deteksi antibodi bertanda CE untuk mendukung diagnostik Covid-19. 

Tes RT-PCR digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang yang telah berhubungan dengan virus. Tes RT-PCR  dapat membantu untuk melacak individu yang sudah pulih dari infeksi Covid-19 karena sangat mungkin tubuhnya telah mengembangkan kekebalan terhadap infeksi terhadap SARS-CoV-2

Lembaga Penelitian Fraunhofer untuk Bioteknologi Kelautan dan Teknologi Sel EMB di Lübeck, Jerman, mendukung EUROIMMUN AG dalam upaya meningkatkan produksi sistem uji serologis baru untuk diagnosa Covid-19 ke tingkat skala besar agar produk massal siap masuk pasar.

Para pemangku kepentingan yakni industri, peneliti, pemerintah, dan masyarakat luas berusaha untuk menahan pandemi coronavirus, dan membantu negara-negara secara bertahap menemukan jalan kembali ke normalitas. 

Alat utama yang diperlukan untuk mencapai keadaan normal—termasuk  metode pengujian yang dapat mengidentifikasi individu yang telah terpapar virus beberapa, memiliki respons kekebalan dengan asumsi bahwa orang-orang telah kebal terhadap SARS-CoV-2.

Sistem uji ini dapat digunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2 dalam darah. Tugasnya sekarang adalah meningkatkan produksi tes-tes ini ke kapasitas semaksimal mungkin. 

Lembaga Penelitian Fraunhofer mendedikasikan infrastruktur laboratorium teknis dan keahliannya untuk mendukung EUROIMMUN AG dalam memproduksi sejumlah besar antigen yang diperlukan untuk sistem pengujian.

 Ini akan menyediakan sejumlah besar bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat test kit. 

“Memproduksi antigen  kami gunakan sistem pengujian dalam  proses yang kompleks. Kami berterima kasih dukungan Fraunhofer EMB yang memberikan dorongan signifikan pada upaya  untuk memenuhi permintaan global yang sangat besar untuk kit uji ELISA anti-SARS-CoV-2,” kata Dr. Wolfgang Schlum-berger, CEO EUROIMMUN AG.

Presiden Fraunhofer-Gesellschaft,  Profesor Reimund Neugebauer menanggapi, “Bekerja di garis depan perang, melawan pandemi SARS-CoV-2. Para ahli Fraunhofer mendukung industri  dalam upaya untuk berurusan dengan efek langsungnya dan konsekuensi di masa depan.”

“Dengan membuat sistem pengujian yang tersedia untuk digunakan dalam skala besar, saya yakin kerja sama ini akan memberikan kontribusi penting untuk mengendalikan virus Coronavirus,” tandas Profesor Reimund Neugebauer. 

Lembaga Penelitian mengkhususkan diri dalam dua bidang utama, salah satunya adalah pengembangan dan eksploitasi komersial teknologi berbasis sel.

Titik fokus utama termasuk produksi industri kultur sel yang melekat dengan kata lain, sel yang bergantung pada penjangkaran tumbuh di luar tubuh. 

Berkat infrastruktur penelitian dan keahlian Fraunhofer EMB di bidang kultur sel dan produksi protein, para ahli Fraunhofer membantu EUROIMMUN AG mencapai tujuannya memproduksi secara massal sistem pengujian baru untuk memenuhi permintaan nasional dan seluruh dunia.

Profesor Charli Kruse, direktur Lembaga Penelitian Fraunhofer untuk Bioteknologi Kelautan dan Teknologi Sel EMB, menjelaskan peran penting kultur sel:

“Sel yang tumbuh di luar tubuh adalah alat penting dalam kedokteran. Kultur sel dapat digunakan untuk menilai dan menstandarisasi biomolekul berkualitas tinggi dan memproduksinya secara massal sesuai dengan spesifikasi individu.” 

Para ilmuwan di Fraunhofer EMB memiliki pengalaman bertahun-tahun bekerja dengan alat ini dan telah berhasil menggunakannya sebagai platform untuk meluncurkan sejumlah perkembangan baru. 

Itu sebabnya,  mereka dapat menawarkan dukungan cepat dan profesional untuk EUROIMMUN AG di bidang ini. Meski begitu, masih banyak lagi proses yang terlibat dalam tugas ini yang perlu diotomatisasi di masa depan agar memanfaatkan sumber bahan baku ini dengan lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *