MICE, Photo Stories

Kesempatan Berbisnis dan Bekerja Melimpah Ruah, Saatnya Memanen Ekonomi Digital

Melalui tol langit, kesempatan berbisnis dan bekerja melimpah ruah. Pemilik ponsel cerdas berpeluang merintis startup agar ikut memanen buah ekonomi digital. Hannover...

Written by Rayendra L. Toruan · 3 min read >
Kesempatan berbisnis dan bekerja melimpah ruah

Melalui tol langit, kesempatan berbisnis dan bekerja melimpah ruah. Pemilik ponsel cerdas berpeluang merintis startup agar ikut memanen buah ekonomi digital. Hannover Messe 2020 pun (Jerman) menyediakan pavilun Indonesia.

Kesempatan berbisnis dan bekerja melimpah ruah
Siemens menghadirkan teknologi  virtual reality pabrik otomotif dengan menggunakan software Tecnomatix Plant Simulation sebagai salah satu wujud Making Indonesia 4.0. Kesempatan berbisnis dan bekerja melimpah ruah, saatnya memanen ekonomi digital (Foto: Rayendra L. Toruan)

Proses transformasi digital sebaiknya direalisasikan secara tepat melalui pendampingan yang konsisten.

Indonesia sedang berproses memasuki transformasi digital yang melibatkan stakeholders baik melalui diskusi, seminar, workshop, menyusun road map, dan berbagai pameran.

Hasilnya akan lebih maksimal jika proses transformasi dengan pendampingan disertai rencana pencapaian sesuai dengan tahapan dan program pemerintah. Penyediaan laboratorium  transfer juga penting agar pencapaian hasil nyata dengan inovasi lebih konkrit.

Bagaimana dengan dukungan sistem cyber secara fisik supaya penerapan transformasi terjamin aman yang realisasinya sesuai skenario aplikasi berbasis teknologi jaringan 5G (baru)—merupakan pengembangan teknologi berbasis 4G.

Implementasi Industry 4.0 disegala lini bisnis dan industri harus bersesuaian dengan kebutuhan dan model bisnis berbasis Internet of Things, dan inovatif agar hasil penerapannya lebih optimal bagi para pelaku industri di Indonesia.

Apakah Indonesia telah memiliki Pusat Transfer untuk Teknologi 5G yang berfunsi sebagai bagian yang mengintegrasikan hasil penelitian dan pengembangan, dan sesuai dengan penggunaan  teknologi ponsel 5G?

Kita berharap koordinasi Kementerian Perindustrian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknlogi (BPPT), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), instansi terkait lainnya, dan asosiasi-asosiasi  industri serta dunia usaha demikian kuat untuk mewujudkan Making Indonesia 4.0.   

Implementasi Industry 4.0 dapat menjadi salah satu strategi untuk menciptakan Ekonomi Pancasila berbasis digital. Hal ini sesuai dengan arah peta jalan Making Indonesia 4.0 besutan pemerintah.

Menurut  laman Kemenperin, Indonesia menetapkan 10 langkah prioritas untuk meningkatkan peran ekonomi digital. Contohnya,  Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, pemerintah membangun kawasan industri di luar Jawa.

Contoh lainnya, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai 70 persen dari total pelaku bisnis di Indonesia. Pemerintah membangun infrastruktur  platform e-commerce yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM.

Para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) diikutsertakan dalam program e-Smart IKM. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan perluasan pasar bagi produk IKM agar mampu menembus pasar global dengan memanfaatkan  digital driver platform.

Pengembangan ekonomi digital diimplementasikan melalui koneksi internet yang menjangkau 51,8 persen dari populasi penduduk—berdampak terhadap pengembangan usaha rintisan atau startup di seantero Nusantara.

Para pelaku bisnis dapat dilakukan oleh para pengguna aktif smartphone yang jumlahnya mencapai lebih dari 371,4 juta atau 142 persen dari total populasi sebanyak 269 juta jiwa. Artinya, sebagian orang Indonesia memiliki lebih dari satu ponsel.

Sementara itu, laman Kementerian Komunikasi dan Informatika melaporkan, Indonesia menempati peringkat ke-6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pengguna internet. Contohnya, tahun 2017, eMarketer memperkirakan netter di Indonesia mencapai 112 juta orang.

Selain faktor bonus demografi pada periode tahun 2020-2030 yang jumlah penduduk didominasi oleh orang berusia produktif (15-64 tahun)  70 persen atau 135 juta orang—diprediksi berpenghasilan minimal US$3.600 per bulan—merupakan target e-commerce.

Jika dimanfaatkan dengan baik maka era digital merupakan peluang besar bagi bagi masyarakat Indonesia untuk melakukan kegiatan bisnis dan ekonomi.

Untuk itu, pemerintah telah menyusun regulasi yang berkaitan dengan Audit Teknologi Industri (ATI)—merupakan metode untuk melakukan identifikasi kekuatan dan kelemahan aset teknologi (tangible and intangible asset) yang berkaitan dengan pelaksanaan manajemen teknologi.

Menurut laman Kemenperin, ATI berperanan sebagai salah satu tools atau alat analisis dan evaluasi terhadap penerapan teknologi yang dimanfaatkan oleh para pelaku industri di Indonesia.

Para pelaku industri mendapatkan gambaran teknologi—termasuk tahapan yang harus disiapkan sesuai penerapan teknologi Industri 4.0.

ATI menyediakan data untuk menyusun dan melaksanakan research, development and design—sesuai program Making Indonesia 4.0. Jenis teknologi dipilah agar sesuai dengan penggunaan energi yang hemat, menjaga safety, dan ramah lingkungan.

Untuk memasyarakatkan Industry 4.0, Kementerian Perindustrian dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia menyelenggarakan acara INDI 4.0 Conference  di  Indonesia Convention Exhibition,  BSD, Tangerang belum lama ini. Acara itu berbarengan Industrial Summit.

Pada kesempatan itu, perusahaan yang telah bertransformasi digital diberikan pengharaan kepada lima perusahaan yang telah menerapkan Industry 4.0.  

Kemenperin memberikan penghargaan kepada 5 perusahaan yakni PT PUPUK KALTIM, PT PAN BROTHERS Tbk, PT POLYTRON INDONESIA, PT INDOLAKTO, dan PT TOYOTA MANUFACTURING.

Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia,  Alex Budiyanto menyebutkan bahwa teknologi digital membantu perusahaan agar lebih tepat, efektif, dan efisien dalam pencapaian tujuan bisnis.

Cloud computing menjadi infrastruktur utama dalam transformasi digital dan Industry 4.0. Banyak teknologi pendukung Industry 4.0 di atas layanan cloud computing,“ jelas Alex Budiyanto.

Meski waktu acara itu tertunda sampai dua kali—termasuk lokasi pameran yang semula direncanakan di Kemenperin, usaha penyelenggara dihargai oleh beberapa peserta pameran.

“Karena Kemenperin yang merekomendasikan ya kami ikut berpartisipasi,” ujar seorang peserta.

Peserta lain yang memberikan penjelasan tentang kesiapan bertransformasi, antara lain, Beckholff Automation, Schneider Electric, PT telkomtelstra, PT Virtus Technologies Indonesia, PT LINTASARTA, CREAFORM, PT IBM Indonesia, FESTO, PT ABB Sakti Industri, PT SAP Indonesia, dan datacomm.

Dukungan terhadap transformasi digital juga diberikan oleh PT SIEMENS INDONESIA, dan penyelenggara Hannover Messe GmbH mengundang perusahaan-perusahaan di Indonesia mengikuti pameran Hannover Messe 2020 di Hannover, Jerman.

Seperti apa industrial intelligence? “Kami jelaskan nanti di Hannover Messe 2020. Kami menyediakan satu pavilun khusus untuk perusahaan-perusahaan dari Indonesia,” imbuh Paula Yahya Managing Director PT PRO FAIR INDONESIA yang bekerja sama dengan Deutshe Messe.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *