Agenda, Exhibitions, MICE

Industri Kecil-Menengah-Besar Manfaatkan Digital, Kenapa Takut?

Pelaku industri kecil-menengah masih ada yang enggan memanfaatkan teknologi digital, kuatir dengan ongkos besar. Mengunjungi pameran  Industrial Transformation ASIA-PACIFIC yang berlangsung di...

Written by Rayendra L. Toruan · 2 min read >
Manfaatkan Digital

Pelaku industri kecil-menengah masih ada yang enggan memanfaatkan teknologi digital, kuatir dengan ongkos besar. Mengunjungi pameran  Industrial Transformation ASIA-PACIFIC yang berlangsung di Singapura pada 22-24 Oktober 2019—salah satu cara memperluas wawasan. 

Manfaatkan Digital
(Gambar kiri) Dengan menerapkan digital driver berbasis Industry 4.0 ketahanan ekonomi ASEAN kian tangguh (Foto/@: SingEx Exhibition Pte.Ltd). Gambar kanan (dari kiri) Paula Yahya Managing Director PT Pro Fair Indonesia (ProFi, perwakilan Hannover Messe);  Eugene Yeo Regional Director Enterprise Singapore, Jane Siow, Senior Conference Producer Industrial & Urban Solutions, Events Business (SingEx Exhibition Pte.Ltd); dan Emily Chua, Head, Business Relationship Project Management SingEx Exhebition Pte. Ltd. (Foto/@: Rayendra L. Toruan)

Pameran-pameran skala internasional di berbagai kota di Indonesia cenderung dipadati oleh perusahaan skala kecil, menengah, dan besar yang berasal dari negara-negara lain. 

Meski saling bersaing, perusahaan-perusahaan asing itu kompak mewujudkan misi bisnis mereka. Ikut berpameran di Indonesia memperlihatkan kesatuan peran A (akademi), B (pelaku bisnis), C (komunitas), dan dukungan pemerintah (G).

Hal itu diungkapkan oleh Fadli Hamsani, Digital Transformation Senior Manager Schneider Electric Indonesia salah satu nara sumber pada diskusi Industry 4.0 Forum yang diselenggarakan oleh SingEx Exhibition Pte.Ltd dan Hannover Messe. 

Penyelenggara pameran itu tertarik menggali potensi bisnis dari jutaan pelaku industri skala kecil-menengah milik Indonesia. Mereka tahu bahwa pelaku industri di Indonesia sangat terbatas  mengikuti pameran di negara-negara lain.  

Para pebisnis  bukan hanya membeli tools dan aplikasi—juga berkesempatan menggali informasi teknologi, dan berpeluang menjalin kerja sama misalnya dengan peserta pameran  Industrial Transformation ASIA-PACIFIC yang berlangsung di Singapura pada 22-24 Oktober 2019.

Para peserta menggelar beragam informasi yang berkaitan dengan industri  dirgantara, otomotif, elektrikal dan elektronik, semikonduktor, teknologi 3D, energi, minyak dan gas, industri makanan dan minuman, infrastruktur, logistik dan manajemen suplai, farmasi, robot, dan teknologi solutif.  

Digital otomatisasi merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan di berbagai industri. (Foto/@: SingEx Exehibtion Pte.Ltd)

“Kami menyediakan beragam informasi teknologi digital yang dibutuhkan oleh para pelaku industri di Indonesia,” imbuh Jane Siow, Senior Conference Producer Industrial & Urban Solutions, Events Business   (SingEx Exhibition Pte.Ltd).  

Pembentukan Making Indonesia 4.0 tahun 2018, merupakan peran pemerintah (G) agar para pelaku bisnis (B) di Indonesia lebih mudah melakukan bisnis—sekaligus memberikan dorongan bagi investasi asing masuk ke Indonesia.

Negara-negara anggota ASEAN telah menjalin Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional yang diselesaikan oleh Singapura selaku  Ketua ASEAN pada tahun 2018. Dilanjutkan Aksi Kerangka Kerja Integrasi Digital (2019) dan meluncurkan Roadmap Inovasi ASEAN yang dilakukan Thailand pengganti Singapura. 

Apakah para pelaku industri di Indonesia menghadapi masalah dalam menerapkan tranformasi digital? Solusinya disiapkan oleh para peserta Industrial Transformation ASIA-PACIFIC 2019. Pemecahaman masalah berupa turnkey praktis dan terukur, efisien, dan mudah diterapkan.

Pameran Industrial Transformation ASIA-PACIFIC 2019  menyediakan  prototipe solusi yang mampu mengubah model bisnis  menjadi model yang lebih bermanfaat sesuai denyan smart technologeis platform yang masanya segera berlaku.

Pameran Industrial Transformation ASIA-PACIFIC 2019 disesuaikan melalui Gateway I4.0—merupakan solusi baru yang meliputi:

  • Penerapan teknologi dan solusi I4.0 di sektor-sektor utama seperti otomatisi industri, pabrik cerdas, manufaktur aditif, logistik cerdas, dan energi terpadu.
  • Platform pertukaran pengetahuan untuk menutupi kesenjangan pengetahuan melalui konferensi tentang masa depan manufaktur, manufaktur aditif global, standar manufaktur, dan lokakarya dan bimbingan di ruang kelas.
  • Sesi sandbox yang bebas biaya sesuai target berbagai tingkat adopsi: pembuat jejak, pengguna awal dan pemula—ini merupakan arahan cara mengatasi masalah di sektor industri.
  • Fasilitas learning labs menyediakan aplikasi produk dan solusi inovatif yang siap masuk pasar sebagaui produk otomatisi industri, pabrik digital, dan intralogistiks.
  • Pengunjung pameraan dapat menyaksikan uji coba di lab kolaborasi yakni lapisan uji dan ketangguhan solusi yang digunakan sebagai pendekatan menuju adopsi I4.0.
  • Zona start-up dan zona inovasi menyediakan teknologi yang digunakan untuk mengeksplorasi teknologi dan kolaborasi bisnis.
  • Pengunjung berkesempatan mengikuti tur teknis ke area industri agar dapat melihat lebih dekat. 
  • Sedangkan smart matchmaking merupakan bisnis yang memfasilitasi pembelian melalui pertemuan antarpebisnis—termasuk membentuk platform jaringan.
  • Dan para pelaku industri pun berkesempatan melibatkan diri bergabung dengan komunitas digital melalui interchange studio agar berkesempatan berbagi pengalaman tentang industri.

Untuk membantu pelaku industri kecil-menengah-besar manfaatkan digital, Indonesia telah menyediakan infrastruktur Palapa Ring—merupakan proyek telekomunikasi yang memungkinkan pemerataan akses internet di seluruh penjuru Indonesia. 

Jadi, Anda tidak perlu kuatir atau takut mengadopsi Industry 4.0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *