Exhibitions, MICE

Hannover Messe Siap Bantu Implementasi Making Indonesia 4.0

Hannover Messe siap bantu implementasi Making Indonesia 4.0. Setelah Meksiko, Polandia, Amerika Serikat, India, dan Belanda, Hannover Messe 2020 menonjolkan Indonesia. CEO...

Written by Rayendra L. Toruan · 2 min read >

Hannover Messe siap bantu implementasi Making Indonesia 4.0. Setelah Meksiko, Polandia, Amerika Serikat, India, dan Belanda, Hannover Messe 2020 menonjolkan Indonesia. CEO Deutsche Messe AG, Jochen Köckler meneken dokumen kemitraan.  Dari Jerman, 250 perusahaan berbisnis di Indonesia.

Dari kiri (FileDeutsche Messe AG) Peter Altmaier Menteri Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Energi, Dr Jochen Köckler  CEO Deutsche Messe AG, Ngakan Timur Antara Wakil Direktur Jenderal Kementerian Perindustrian Indonesia, dan Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian Republik Indonesia
. Salah satu ikon Hannover Messe 2019 dari laman Deutsche Messe AG (Foto: Rayendra L. Toruan)

Penyelenggara pameran terbesar tentang permesinan dan teknologi yakni perusahaan  Deutsche Messe AG menandatangani dokumen kerja sama dengan Indonesia. Acaranya berlangsung di Kementerian Perindustrian Indonesia pada 1 November 2018.

Deutsche Messe AG menjadikan Indonesia sebagai partner pada pameran Hannover Messe yang diselenggarakan di Hannover, Jerman tanggal 20-24 April 2020. Pemerintah Republik Indonesia diwakili oleh Ngakan Timur Antara, Wakil Direktur Jenderal Kementerian Ekonomi Indonesia.

Sementara penyelenggara pameran diwakili oleh  Jochen Köckler orang nomor satu di jajaran manajemen Deutsche Messe AG dengan jabatan Chief Executive Officer.

Penanda tanganan surat kerja sama disaksikan oleh Menteri Keuangan Federal Jerman, Peter Altmaier dan partrnernya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Apa yang menarik di Indonesia?

Rencana Indonesia yang berniat menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 tentu merupakan peluang bisnis bagi manajemen Hannover Messe, dan para pebisnis di Jerman.

Sekadar catatan, Jerman termasuk salah satu negara yang unggul di bidang teknologi dan permesinan yang berkualitas baik. Melalui Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Indonesia pernah meminta agar para investor dari Jerman membangun pabrik permesinan di Indonesia.

Indonesia membutuhkan pabrik mesin untuk mendukung kebutuhan industri hulu meliputi sektor industri pertanian, manufaktur, pengolahan, dan sebagainya.

Hampir seluruh jenis mesin dan peralatan pendukung yang dibutuhkan sektor manufaktur, konstruksi, pertambangan, energi, pertanian, transportasi, packaging, indusrtri pangan dan minuman, elektronik, bahkan bahan baku—Indonesia mengimpor.

Sejalan dengan rencana Indonesia melalui Making Indonesia 4.0 sebagai roadmap  implementasi era  Industry 4.0 tentu merupakan peluang bisnis tidak hanya bagi Jerman, juga bagi para pebisnis kita di tanah air.

Melalui Making Indonesia 4.0, Indonesia memfokuskan pembangunan sektor indusri pangan dan minuman, tekstil, kendaraan bermotor, bahan kimia, dan elektronik. Indonesia mengembangkan insentif bagi perusahaan yang menerapkan teknologi Industry 4.0 berbasis digital disruption.

Untuk mengimplementasikan  Industry 4.0 yang lebih cepat, Indonesia makin memerluas pembangunan ekonomi digital.  Salah satu contohnya dengan melaksanakan program pendidikan yang komprehensif berpeluang mengajarkan keterampilan  bagi karyawan pelaku indstri.

“Penambahan inisiatif Making Indonesia 4.0 dalam agenda nasional penting bagi Indonesia. Sebagai mitra, Hannover Messe dapat membantu implementasi Making Indonesia 4.0. Kami sedang   memodernisasi produksi dan mengembangkan infrastruktur digital,” ungkap  Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian Republik Indonesia.

Chief Executive Officer  Deutsche Messe AG, Jochen Köckler menyambut  harapan Airlangga. Jochen Köckler memuji kekuatan ekonomi Indonesia yang muncul di wilayah dengan kekuatan di bidang produksi dan energi.

“Kami yakin bahwa negara yang beragam ini akan menggunakan peluang sebagai negara mitra dari Hannover Messe dan menyajikan dirinya sebagai lokasi investasi yang berorientasi andal dan kooperatif,” tandas Köckler.

“Kami terus memperkuat komitmen di Asia Tenggara, misalnya melalui pameran baru Industri Transformasi ASIA-PACIFIC di Singapura dan ASEAN CEBIT Thailand di Bangkok. Selain itu, kami beroperasi sejak 2015 Fairgrounds Convention Exhibition Indonesia di Jakarta,” Jochen Köckler menambahkan.

Jerman dan Indonesia memiliki kerja sama ekonomi selama bertahun-tahun. Total perdagangan antara kedua negara pada tahun 2017 lebih dari $6 miliar. Pada tahun yang sama para investor dari Jerman menggelontortkan US$289 juta di Indonesia.

Indonesia bukan negara baru bagi para pebisnis dari Jerman. Hingga sekarang, lebih dari 250 perusahaan dari Jerman melakukan bisnis di Indonesia lebih dari puluhan tahun. Misalnya Festo, Robert Bosch, SAP, TÜV NORD, Igus, MAN, ThyssenKrupp, BASF, Bayer, Daimler, dan BMW.

Salah satu grup yakni Siemens telah beraktivitas (bisnis) lebih dari 100 tahun di Indonesia. Bahkan melalui anak usaha, PT Siemens Indonesia mendirikan pabrik turbin di Indonesia.

Mitra Hannover Messe selalu berganti setiap tahun. Setelah (pernah) bermitra dengan Meksiko, Polandia, Amerika Serikat, India, dan Belanda, maka Jerman bermitra dengan Indonesia pada Hannover Messe 2020.

Penyelenggaraan Hannover Messe 2019, direncanakan diikuti 660 peserta pameran dari 98 negara dengan total pengunjung 210.000 orang (para pebisnis).

Sebaiknya para pelaku industri di Indonesia, menyiapkan diri mengikuti Hannover Messe 2020. Dengan kemitraan yang sudah disepakati,  Hannover Messe siap bantu implementasi Making Indonesia 4.0.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *