Management System, MANEJEMEN&SAFETY

Debu Kotori Kaca Mobil Bikin Orang Kesal, Bagaimana Membersihkannya?

Lapisan es dan debu kotori kaca mobil bikin pengemudi atau pemilik kesal. Inilah teknologi buatan para ahli untuk membersihkannya. Bagaimana pakar membuat...

Written by Boromeus Sihombing · 2 min read >
Debu Kotori Kaca Mobil

Lapisan es dan debu kotori kaca mobil bikin pengemudi atau pemilik kesal. Inilah teknologi buatan para ahli untuk membersihkannya. Bagaimana pakar membuat kaca jendela mobil yang anti lapisan es dan debu?

Debu Kotori Kaca Mobil
Prinsip pengoperasian kaca depan bebas es dan debu. Debu kotori kaca mobil bikin orang kesal, bagaimana membersihkannya? (Foto/©: Fraunhofer IST, Falko Oldenburg)

Kabut, es, salju,  dan debu begitu mudah melapisi jendela mobil sehingga kotoran itu membuat pemilik atau pengemudi jengkel. Pandangan arah ke luar terhalang lapisan kotoran.

Di negara-negara yang memiliki musim dingin, keadaan lebih parah. Bidang kaca mobil  dilapisi es—termasuk bagian atap mobil penuh salju.

Akan tetapi, di negeri tropis seperti Indonesia meski tidak mengenal musim dingin, kendaraan tidak luput dari serangan debu, dan becek yang mengotori roda-roda dan tubuh kendaraan pun cukup merepotkan.

Di Eropa, para pengemudi seolah merasa kena kutukan setelah jendela kaca mobil terhalang pandangan karena salju yang membeku seperti es. Bagaimana mengatasinya?

Para peneliti di Fraunhofer IST mengembangkan suatu proses yang memungkinkan tercipta solusi berupa kaca berbentuk film yang transparan.

Bahan film itu menghasilkan kehangatan atau panas yang mampu mencairkan lapisan es yang menebal pada kaca jendela dan kaca depan mobil serta lampu-lampu (kaca) mobil.

Bahan film mampu mencegah terjadinya pengembunan sehingga memastikan lapisan es tidak menumpuk di jendela kaca misalnya ketika mobil diparkirkan di luar gedung.

Tim peneliti juga menciptakan cara memecah lapisan es yang berubah menjadi bongkah-bongkah kecil agar mudah dibuang ke tempat sampah. Peristiwa alam selalu menginspirasi para ahli.

Kebanyakan pengemudi di negara-negara yang  memiliki periode musim dingin tidak menikmati keindahan musim dingin. Bagi para pengemudi musim dingin merupakan masa yang tidak menyenangkan saat berkendara di jalan raya.

Ketika mobil diparkirkan cukup lama, dalam sekejap bahan kaca dan kap  ditutupi dengan lapisan es. Kondisi tambah buruk jika jendela mobil ditutup.

Pekerjaan melelahkan seolah ritual buruk bagi para pengemudi yang harus mengikis lapisan es dari tubuh mobil. 

Demikian juga rumah-rumah dan gedung yang memiliki jendela kaca tidak lepas dari intaian lapisan es. Warga di negara-negara bermusim dingin merasa iri kepada penduduk yang tinggal di negeri tropis seperti Indonesia yang tidak memiliki musim dingin.

Bukan berarti tidak ada kesulitan di negara-negara tanpa musim dingin. Pada musim hujan atau mesim kemarau, pengemudi tidak lepas dari hambatan. Debu mengotori tubuh kendaraan pada musim kemarau. Air hujan dan becek mengotori mobil dan roda-rodanya pun berlumpur.

Demikian juga banjir bandang atau air yang menyebabkan tanah longsor. Semakin banyak kondensasi semakin besar ancaman terhadap untuk tanaman—termasuk di sawah dan ladang yang pola tanamnya berubah sesuai pergantian iklim seperti suhu yang menurun drastis ke titik beku.

Sementara pemanas mungkin menjadi solusi dalam banyak kasus, pilihan yang lebih baik meski biaya energi bertambah. Bagaimana menciptakan keadaan agar tidak terjadi masalah sejak awal?

Para peneliti di Institut Fraunhofer untuk Teknik Permukaan dan Film Tipis IST di Braunschweig berhasil memecahkan masalah. Mereka  mengembangkan proses yang dapat digunakan untuk memproduksi film yang transparan, konduktif, dan dapat dihangatkan tanpa merusak bahan.

Permukaan film sangat menentukan karena emisinya rendah dan ketika digunakan sebagai bahan kaca jendela mobil—diletakkan pada posisi luar—sehingga proses pendinginan lebih lambat dan dapat mencegah kondensasi.

Jendela kaca tetap kering dan bebas dari lapisan es. Bahan film itu telah diproduksi dengan bahan timah oksida yang secara mekanis dan optikal, menurut rilis tim ahli Fraunhofer, temuan mereka  harus disempurnakan agar fungsinya lebih optimal.

Celah terbentuk sebagai akibat dari beban suhu yang berlebihan dan dapat melengkungkan bahan kaca (jendela mobil).

Oleh karena itu, bahan film timah oksida hanya memiliki aplikasi industri yang terbatas. “Kami harus membuat bahan film baru yang bekerja sangat ulet,” jelas Dr. Bernd Szyszka salah seorang pakar  Fraunhofer IST.

“Suhu hingga 900 derajad Celcius pun tidak masalah terhadap bahan film. Misalnya Anda membengkokkan bahan itu secara agresif,  materi film tetap utuh tanpa retakan,” ujar Dr. Bernd Szyszka.

Lapisan film itu dapat digunakan di pabrik industri besar untuk melindungi alat pemanas dan memantau rantai proses produksi yang harus dilakukan dengan aman.

Peneliti di Fraunhofer IST menunjukkan prototipe di berbagai pameran. Film ITO pada tabung gelas menunjukkan sifat luar biasa.  

Bahan film tidak memerlukan kabel untuk mengalirkan energi listrik. Film menawarkan rasio transmisi optik lebih dari 80 persen.

Lapisan film juga tahan terhadap korosi dan anti gores. Pertanyaan kita, apakah bahan film ini dapat digunakakan pada kaca jendela mobil atau jendeka rumah di Indonesia?

Kita tunggu hasil kreaktivitas para insinyur di Indonesia agar debu yang mengotori kaca mobil tidak membuat kita kesal.

Membersihkan mobil atau rumah berjendela kaca secara konvensional, sebaiknya digantikan teknologi dan alat modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *