Customer Care, F&B Industri

Dampak Lockdown terhadap Pola Makan Orang Eropa, Sering Makan dan Memasak di Dapur

Apa dampak lockdown terhadap pola makan bagi orang di 10 negara di Eropa? EIT menerbitkan hasil survei yang disarikan dari 5.000 orang...

Written by Stevie Ayu · 2 min read >

Apa dampak lockdown terhadap pola makan bagi orang di 10 negara di Eropa? EIT menerbitkan hasil survei yang disarikan dari 5.000 orang konsumen. Pandemi COVID-19 menyebabkan orang doyan makan dan suka memasak di dapur. 

Dampak Lockdown
Cara berbelanja kebutuhan sehari-hari pun berubah saat beberapa negara di Eropa melakukan lockdown untuk melokaliser dan memutus penyebaran #Coronavirus. Dampak lockdown terhadap pola makan orang Eropa (Foto/@: EIT Food)

Apa dampak lockdown terhadap pola makan bagi orang di 10 negara di Eropa? Lembaga EIT Food yang bermarkas di salah satu negara di Eropa, melakukan survei yang melibatkan 5.000 konsumen di 10 negara Eropa.

Bagaimana tindakan lockdown berpengaruh secara mendalam bagi konsumen saat membeli  makanan dan minuman untuk dikonsumsi? 

Penginisiatif bidang makanan terkemuka di Eropa yang didukung European Institute of Innovation and Technology (EIT) melaporkan tentang dampak pandemi COVID-19 terhadap pola makanan  bagi konsumen. Hasil survei diterbitkan belum lama ini. 

Survei dilakukan atas 5.000 orang konsumen yang tersebar di 10 negara Eropa. Hasil survei menunjukkan, bagaimana dampak dan pengaruh  lockdown dalam jangka panjang atas perubahan perilaku yang berkaitan dengan konsumsi makanan.

Salah satu tanda adalah pergeseran pola belanja, penyiapan makanan, dan kebiasaan makan. Riset ini dilakukan oleh konsorsium universitas-universitas di bawah pimpinan Universitas Aarhus, Denmark. 

Kesepuluh negara yang disurvei adalah Spanyol, Swedia, Jerman, Inggris Raya, Polandia, Italia, Prancis, Yunani, Finlandia, dan Rumania.

Laporan diterbitkan beberapa bulan setelah Komisi Eropa menerbitkan landmark Farm to Fork strategy, yang meminta penciptaan lingkungan makanan agar konsumen lebih mudah untuk memilih diet sehat secara berkelanjutan, dan tetap berkecukupan bahan makanan dengan harga terjangkau. 

Sembari Eropa memulihkan diri dari pandemi COVID-19, ada peluang unik bagi pelaku industri makanan untuk berhubungan dengan konsumen dan membangun tren yang sehat dan berkelanjutan.

Profesor Klaus Grunert, Kepala Seksi Departemen Manajemen Universitas Aarhus, menjelaskan, “Hasil studi kami menunjukkan bahwa COVID-19 mengubah cara orang berpikir, membeli, merencanakan, dan mengonsumsi makanan. Berkah dari pandemi ini adalah kenaikan berbagai tren positif, khususnya hal-hal seputar kesehatan dan keberlanjutannya.”

“Industri makanan memiliki peluang inovasi dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Misalnya melalui pengalaman baru—di mana konsumen menikmati makanan di rumah atau memesan makanan secara daring sesuai kebutuhan hingga cara-cara baru saat berbelanja,” urai Profesor Klaus Grunert, Kepala Seksi Departemen Manajemen Universitas Aarhus.

Apakah terjadi perubahan perilaku makan bagi konsumen di Eropa? Konsumen di seluruh Eropa mengalami kesulitan finansial akibat pandemi COVID-19 demikian EIT Food menambahkan laporannya. 

Sepertiga responden (34 persen) kehilangan seluruh pendapatannya, dan lebih separuh (55 persen) mengatakan bahwa mereka kesulitan memenuhi kebutuhan bulanan.

Meskipun demikian, konsumen di Eropa menyebutkan bahwa mereka membeli bahan makanan secara lebih dari berbagai kategori makanan, sejak diberlakukannya lockdown dan meningkatnya aktivitas di rumah seperti bekerja dari rumah atau work from home di seluruh penjuru Eropa.

Oleh karena warga bekerja di rumah membuat orang lebih seging makan di rumah dan jarang makan di luar.

Perubahan perilaku terbesar adalah cara orang berbelanja. Hampir separuh konsumen melaporkan peningkatan belanja secara daring (45 persen). pembelian dari grosir (47 persen), dan perencanaan pergi belanja yang dilakukan secara sangat hati-hati mencapai 45 persen.

Konsumen di Eropa menghabiskan lebih banyak waktu di dapur, dan sebanyak sepertiganya (36 persen) melaporkan,  bahwa mereka menikmati suasana dengan menghabiskan waktu memasak sendiri selama lockdown

Berbagi pengalaman ini bersama orang lain menjadi penting juga yang ditunjukkan oleh 3 dari 10 responden (29 persen) mengaku lebih sering makan bersama keluarga di rumah secara teratur.

Apa dampak terhadap perilaku makan dalam jangka panjang pasca pandemi? 

Peluang bisnis bagi pelaku industri makanan dan pembenahan lahan pertanian semakin mutlak untuk meningkatkan produksi bahan pangan yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *