Turbin Uap Menerangi Daerah Terpencil

0
90
Gambar kiri (ke kanan) Robert Masters (Dresser-rand Services Indonesia), Silmy Karim (CEO-PT Barata Indonesia), Iman Rehatsyah (Siemens Indonesia), Rakesh Kumar Goswami (Siemens Malaysia), Yussa Dony Antarius (Siemens Indonesia), Ivan Sutanto (Siemens Indonesia), Ralf Landmann (Siemens Goerlitz), Harjono (CEO-PT Rekadaya Elektrika), Vincent Rabben (Siemens Indonesia), Agus Bagyo Hartadi (Rekadaya Elektrika) Christof Cichon (Siemens Indonesia). Gambar kanan adalah turbin uap compact SST-140. (Sumber fofo: Siemens Indonesia dan Siemens.com)

Penerangan dengan listrik bukan lagi monopoli perkotaan. Beberapa daerah yang terpencil dan sulit dijangkau, kini mendapatkan sumber penerangan dari turbin uap—hasil kerja sama beberapa perusahaan seperti Siemens, Barata, Rekadaya, dan tentu saja PLN.

Gambar kiri (ke kanan) Robert Masters (Dresser-rand Services Indonesia), Silmy Karim (CEO-PT Barata Indonesia), Iman Rehatsyah (Siemens Indonesia), Rakesh Kumar Goswami (Siemens Malaysia), Yussa Dony Antarius (Siemens Indonesia), Ivan Sutanto (Siemens Indonesia), Ralf Landmann (Siemens Goerlitz), Harjono (CEO-PT Rekadaya Elektrika), Vincent Rabben (Siemens Indonesia), Agus Bagyo Hartadi (Rekadaya Elektrika) Christof Cichon (Siemens Indonesia). Gambar kanan adalah turbin uap compact SST-140. (Sumber fofo: Siemens Indonesia dan Siemens.com)

PT Siemens Indonesia memasok turbin uap compact SST-140 ke PT Rekadaya Elektrika untuk membantu PT PLN (Persero) dalam memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di daerah terpencil. Turbin uap ini mampu membangkitkan listrik hingga 7 MW yang cukup untuk menerangi lebih dari 4.500 rumah tangga.

Pembangkit listrik berkapasitas kecil ini cocok untuk daerah terpencil yang memiliki sumber daya energi seperti batu bara atau gas alam. Presiden Direktur PT Rekadaya Elektrika, Harjono merasa bangga dengan prestasi yang telah berhasil dicapai oleh bangsa Indonesia.

Advertisement

Ini adalah turbin uap pertama yang dibangun dan dirakit di Indonesia, dibuat dengan bahan baku dan komponen lokal. Kita berharap bisa meneruskan dan memperkuat kerja sama dalam mendukung peningkatan kemampuan nasional di Indonesia demikian Harjono.

Talenta lokal dan pakar global Siemens telah mencurahkan banyak upaya untuk membangun turbin uap ini, didukung oleh jaringan global Siemens dan enam mitra lokal (perusahaan) yang memasok komponen dan bahan baku.

Baca juga :   Konsep-Konsep Baru Elektroda

Siemens menginvestasikan lebih dari €200.000 untuk pelatihan insinyur lokal yang bertugas merakit pembangkit turbin uap ini. Dukungan dari vendor lokal yang memenuhi kualifikasi juga merupakan faktor penting yang membuat upaya memenuhi kandungan lokal ini bisa berhasil.

“Kandungan lokalnya sekitar 30 persen, hal yang tidak mudah dicapai mengingat dukungan ketersediaan mesin perkakas presisi tinggi untuk pembuatan turbin uap dan komponennya di sini masih terbatas. Namun,  kami berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian lokal di teknologi turbin uap,” kata Christof Cichon General Manager Siemens Indonesia Pabrik Cilegon.

Banyak negara berkembang menghadapi tantangan dalam memproduksi listrik yang mencukupi dari sumber daya yang ada, sembari membangun infrastruktur distribusi listriknya. Di saat yang sama, Indonesia yang sedang mengembangkan jaringan infrastruktur kelistrikan untuk menerangi seluruh negeri juga menghadapi tantangan dalam bentuk bentang alam yang bisa menghalangi efektivitas dari sistem pembangkitan listrik yang selama ini tersentralisasi dalam menjangkau daerah terpencil, selain tentu saja dalam membuat sendiri komponen kelistrikan di dalam negeri.

Presiden Direktur PT Barata Indonesia (Persero), Silmy Karim menyatakan, tanpa komponen kelistrikan yang dibuat di dalam negeri, pemain industri masih akan menghadapi risiko kenaikan biaya operasional. Situasi seperti inilah yang butuh perhatian lebih besar dari pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor industri di Indonesia.

Baca juga :   Toshiba Membuat Turbin PLTU Tanjung Jati

Siemens sebagai pemain utama global dalam teknologi kelistrikan, memberikan solusi yang tepat untuk pasar Indonesia. “Ketika permintaan listrik terus meningkat, maka penting untuk menjaga agar biaya pembangunan sistem kelistrikan bisa ditekan,” ujar Christof.

Jika upaya memperluas infrastruktur kelistrikan yang ada guna menjangkau daerah terpencil terlalu mahal, maka saatnya mempertimbangkan untuk menerapkan sistem pembangkitan listrik terdistribusi dengan menempatkan pembangkit listrik kecil dekat dengan pelanggan, Christof Cichon menambahkan.

Siemens dikenal sebagai pemimpin di sektor kelistrikan dengan pengalaman dan portofolio luas dalam membangun pembangkit listrik berkapasitas besar untuk mendukung sistem kelistrikan tersentralisasi. Namun, hari ini kita menyaksikan meningkatnya permintaan untuk pembangkit listrik kecil yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah terpencil.

 

Advertisement

Tulis Opini Anda