Dampak Desain Pesawat Terbang terhadap Lingkungan

0
23
eFasilitas produksi Airbus di Hamburg, Jerman. Dengan Eco-Design Software Tool (ENDAMI) memungkinkan kita untuk mengetahui dampak lingkungan sejak pelaksanan tahap desain. (Sumber foto/©: EADS)

Satu kilogram lembaran logam alumunium menaruh sekitar 140 megajoule (MJ) pada “tas punggung ekologi”.

eFasilitas produksi Airbus di Hamburg, Jerman. Dengan Eco-Design Software Tool (ENDAMI) memungkinkan kita untuk mengetahui dampak lingkungan sejak pelaksanan tahap desain. (Sumber foto/©: EADS)
eFasilitas produksi Airbus di Hamburg, Jerman. Dengan Eco-Design Software Tool (ENDAMI) memungkinkan kita untuk mengetahui dampak lingkungan sejak pelaksanan tahap desain. (Sumber foto/©: EADS)

Pada tahun 2020, para pengelola sektor ruang angkasa Eropa berharap tidak hanya dapat mengurangi emisi polutan berbahaya–seperti karbon dioksida sebanyak 50 persen dan nitrogen oksida sebanyak 80 persen–tetapi juga untuk mengurangi dampak yang dimiliki pesawat terbang terhadap lingkungan. Pengelompokan item secara metodik terhadap dampak yang ditimbulkan dari komponen yang digunakan disebut para ahli sebagai sebuah Life Cycle Assessment (LCA) atau penilaian siklus hidup. Untuk mendapatkan data tersebut dibutuhkan software yang mumpuni.

Para peneliti dari Fraunghofer Institute for Building Physics (IBP) bekerjasama dengan kolega dari Fraunhofer Institute for Computer Graphic Research (IGD) dan Universitas Stuttgart. Mereka  mengembangkan sebuah program komputer yang memungkinkan untuk memfaktorisasi dampak lingkungan dari komponen pesawat terbang pada tahap desain, sembari masih merencankan sebuah model baru.

Advertisement

Perangkat lunak yang disebutkan Eco-Design Software Tool (ENDAMI) itu berbasis pada sebuah pusat data ruang angkasa yang berisi data lingkungan untuk beragam komponen pesawat terbang. Sebagai contoh, 1 kilogram lembaran logam alumunium menaruh sekitar 140 megajoule (MJ) pada “tas punggung ekologi”, terhitung dari pengekstraksian bauksit, membawanya di lautan dan memprosesnya di Eropa.

Pengguna juga dapat mengatur beberapa skenario agar mereka dapat mengombinasikan komponen untuk mendapatkan sebuah ide langsung dari dampak material yang bervariasi, parameter desain atau proses yang ada di penilaian lingkungan dari tiap komponen. (Sumber: Dipl.-Ing Robert Ilg, [email protected], Fraunhofer 1/14)

Baca juga :   Jungheinrich Mendominasi Seluruh Kategori pada IFOY 2015

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda