STIMULASI ELEKTRIS (2)

Cara Membuat Mobilitas Pasien tidak Terganggu?

0
8
Alat terapi stimulasi elektrik (electro stimulation therapy) digunakan yang bertunjuan untuk menambah kuat otot-otot pada sisi tulang belakang sehingga tubuh (badan) tidak tampak bungkuk. (Sumber foto:  http://dev.nsta.org/evwebs/4477s/electro_stimulation_therapy/)

Data secara sukses ditransmisikan pada kedua arah, dan otot dapat diaktifkan secara elektris.

Alat terapi stimulasi elektrik (electro stimulation therapy) digunakan yang bertunjuan untuk menambah kuat otot-otot pada sisi tulang belakang sehingga tubuh (badan) tidak tampak bungkuk. (Sumber foto:  http://dev.nsta.org/evwebs/4477s/electro_stimulation_therapy/)

Penggunaan teknik elektrik bertjuan untuk menstimulasi otot terdalam di sepanjang tulang belakang–otot rotator paraspinal–untuk menyeimbangkan kontraksi dan relaksasinya—maka  dengan cara ini terjadi pendukungan terhadap tulang belakang agar bertumbuh secara simetris.

Tim peneliti dan pengembangan interdisipliner, konsorsium Eropa mempresentasikan prototipe pertama dari implan baru selama dua tahun. Dr. Carlos Barrios dari Catholic University of Valencia di Spanyol, dan seorang dokter yang merawat anak-anak penderita AIS selama beberapa dekade yang ikhlas mengontribusikan pengalaman medisnya.

Advertisement

“Doktor Barrios memberikan kepada kami sebuah daftar kebutuhan untuk fungsi alat baru ini dan kemudian kami yang implementasikannya di lapangan,” jelas Heinig dari Fraunhofer Institute for Photonic Microsystems (IPMS).

Heining melanjutkan bahwa fungsi utama implan adalah untuk menghasilkan impuls dalam sebuah pola teratur yang terdiri dari fase aktif dan inaktif, di mana dokter yang merawat kemudian dapat secara kontinyu beradaptasi pada kebutuhan spesifik sesuai dengan individu pasien.

Alat kontrol terpusat diimplankan pada kunci paha pasien. Alat itu dilengkapi sebuah microchip dan delapan output yang terhubung dengan kabel berukuran milimeter yang menghasilkan elektroda pada titik terpilih sepanjang tulang belakang.

Elektroda itu menstimulasi otot yang melemah pada bagian tubuh yang tidak menerima sinyal dari otak, dan juga mengukur aktivitas otot tersebut.

Elektrode serupa dihubungkan dengan bagian tubuh yang sehat untuk mengukur aktivitas otot normal–sebagai referensi komparatif. Dua set data ini dibandingkan oleh sebuah mekanisme regulasi  internal agar memungkinkan level stimulasi otot secara kontinyu beradaptasi selama rangkaian perawatan.

Bergantung pada kekakuan dan sifat kurvatur tulang belakang, sejumlah elektroda diletakkan pada sisi disfungsional tubuh yang bervariasi antara dua dan lima, sisanya diletakkan pada sisi yang sehat.

Prototipe implan menawarkan fleksibilitas yang dibutuhkan. Kedelapan elektroda tersebut mampu untuk mengantarkan impuls stimulasi. Intensitas elektris dari impuls tersebut memiliki amplitudo maksimum 25 miliampere, sekitar seribu kali lebih tinggi dari pacemaker jantung.

Kelegaan bagi anak-anak muda di dunia

Untuk meningkatkan otot rotator, denyut nadi minimal 50 denyutan per detik perlu dipertahankan selama perpanjangan periode waktu. Program pelatihan tipikal membutuhkan enam hingga delapan  jam terapi per hari, dan disarankan pada malam hari atau pada periode istirahat lainnya.

Baca juga :   Memperbaiki Postur Tubuh dengan Teknologi

Idealnya, otot perlu distimulasi tak lebih dari 10 detik pada satu waktu, dengan interval paling tidak 10 menit antarsesi. Jika hanya periode stimulasi yang dihitung, konsumsi energi total yang berhubungan dengan waktu operasi sebesar kurang dari dua jam per hari.

Dalam program perawatan standard, baterai yang digabungkan dalam implan bisa bertahan sembilan hari sebelum butuh untuk diisi ulang. Proses pengisian membutuhkan waktu sekitar 90 menit, menggunakan sebuah eksternal, sirkuit pengisian induktif nirkabel.

Teknologi nirkabel ini juga digunakan untuk mengirimkan data yang direkam oleh implan ke sebuah alat pembaca eksternal atau semacamnya. Ini membuat aktivitas otot dalam tubuh dapat dimonitor. Periode stimulasi dan inaktivitas dapat secara kontinyu beradaptasi pada setiap kondisi dari masing-masing otot pasien AIS.

“Partner kami di Valencia telah mengerjakan detil sistem yang didesain untuk melakukannya. Jika implan suatu hari digunakan untuk merawat AIS pada anak-anak, dokter yang merawar akan mengoperasikan alat pembaca eksternal,” kata Heinig.

Pada pengujian yang dibutuhkan, para peneliti dapat mendemonstrasikan bahwa teknologi tersebut dapat bekerja secara prinsipil. Data secara sukses ditransmisikan pada kedua arah, dan otot dapat diaktifkan secara elektris. Kurvatur tulang belakang pada subyek pengujian hewan dapat diperbaiki ke arah yang diinginkan.

Perusahaan Perancis Synimed, salah satu partner pada konsorsium, mengembangkan instrumen pembedahan presisi spesial untuk meletakkan secara akurat elektroda berkabel halus pada sistem otot di dekat tulang belakang.

Instrumen ini mungkin suatu hari nanti juga dapat digunakan pada pembedahan manusia. Perawatan baru ini dapat membawa kelegaan besar bagi banyak orang muda di seluruh dunia yang menderita AIS.

Apakah cedera berolah raga dapat disebuhkan dengan EMS? (Bahan diolah dari  Using electrical pulses to improve pbosture tulisan Monika Offenberger, Fraunhofer)

Simak STIMULASI ELEKTRIS (3)

Perawatan Medis yang Efektif dan Masuk Akal

 

Advertisement

Tulis Opini Anda