Program Electrician Academy 2026, Schneider Electric menargetkan 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer untuk memperkuat kompetensi, keselamatan instalasi, dan akses sertifikasi profesional. Mau ikut serta?

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT Schneider Electric (sumber): Kebutuhan listrik terus meningkat! Siapa yang memastikan setiap instalasi aman dan dikerjakan oleh tenaga kompeten?
Pertanyaan ini semakin relevan di tengah pertumbuhan konsumsi listrik nasional dan tingginya risiko kebakaran akibat masalah kelistrikan.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Oleh sebab itu, merupakan peluang bagi teknisi untuk meningkatkan keahlian semakin terbuka melalui Electrician Academy 2026, program pembelajaran yang menargetkan 9.500 orang peserta dan membuka akses menuju sertifikasi kompetensi profesional.
Diluncurkan di Jakarta pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional dan Sumpah Pemuda, program ini menghubungkan pembelajaran digital, pelatihan, dan dukungan sertifikasi kompetensi melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Program tersebut selain menyasar teknisi listrik, juga retailer yang berperan dalam menyediakan produk dan memberikan edukasi kepada pelanggan.
Targetnya, sebanyak 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer dapat mengakses seluruh modul pembelajaran hingga Maret 2027.
Peningkatan kebutuhan listrik harus diimbangi dengan kemampuan tenaga kerja dalam memasang, memelihara, dan memeriksa instalasi sesuai standar keselamatan.
Kompetensi teknisi menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko gangguan listrik yang dapat membahayakan manusia, bangunan, dan aset usaha.
PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik mencapai 162,26 terawatt hour (TWh) pada Semester I 2026, meningkat 4,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menunjukkan bahwa 741 dari 1.467 kejadian kebakaran sejak 1 Januari hingga 30 September 2026 diduga disebabkan faktor listrik.
Angka tersebut setara dengan 50,51 persen dari seluruh kejadian kebakaran yang tercatat dalam periode itu.
Kolaborasi pemerintah dan industri buka akses sertifikasi

Data tersebut di atas menegaskan pentingnya perhatian terhadap keselamatan instalasi listrik. Peningkatan kompetensi tenaga teknik perlu berjalan bersama penggunaan perangkat proteksi yang sesuai, pemeriksaan berkala, dan kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan industri dalam memperluas kesempatan peningkatan kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.
Menurut Eri Nurcahyanto, dukungan Ditjen Gatrik mencakup pelaksanaan sertifikasi kompetensi hingga Level 3 bagi teknisi di bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.
Ia memotivasi para teknisi menggabungkan pengalaman kerja di lapangan dengan pembelajaran terstruktur dan uji kompetensi.
Dengan demikian, mereka berpeluang memperoleh pengakuan profesional, bekerja sesuai kompetensi, dan menerapkan standar keselamatan secara konsisten.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari Electrician Academy.
Pembelajaran digital dan webinar membantu peserta memperkuat pengetahuan, sedangkan dukungan sertifikasi menyediakan jalur untuk menguji dan mengakui kemampuan sesuai bidang pekerjaan.
Meski demikian, sertifikasi tidak diberikan secara otomatis setelah peserta menyelesaikan modul. Teknisi tetap harus memenuhi persyaratan dan dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan menilai pertumbuhan kebutuhan listrik Indonesia perlu berjalan seiring dengan kesiapan tenaga profesional dan peningkatan keselamatan masyarakat.
Melalui Electrician Academy dan kolaborasi dengan Ditjen Gatrik, perusahaan berupaya memperluas kesempatan bagi teknisi untuk mengembangkan keahlian serta memperoleh pengakuan kompetensi professional demikian Martin Setiawan menandaskan.
Program ini melanjutkan kampanye Gerakan Listrik Aman yang pada 2025 menjangkau lebih dari 7.800 instalatur di 10 wilayah. Kampanye tersebut juga mencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pelatihan instalatur listrik dengan peserta terbanyak.
Semangat yang diusung Electrician Academy terangkum dalam visi Dari Tukang Listrik jadi Ahli Listrik. Pesan ini relevan bagi generasi muda yang ingin menekuni pekerjaan teknis, meningkatkan keterampilan, dan membangun karier berdasarkan keahlian yang dapat dibuktikan.
Di tengah perkembangan teknologi energi, pekerjaan teknisi listrik juga membutuhkan pembaruan pengetahuan secara berkelanjutan.
Pemahaman tentang pemilihan kabel, sistem pembumian, perangkat proteksi, dan prosedur keselamatan menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan instalasi yang semakin beragam.
Pembelajaran digital hingga Maret 2027

Program Electrician Academy telah berlangsung sejak Juli 2026. Peserta dapat mendaftar melalui aplikasi MySchneider, memilih profil Electrician atau Retailer, kemudian mengakses menu Electrician Academy.
Materi juga tersedia melalui portal desktop yang memungkinkan peserta memantau perkembangan belajar.
Bagi teknisi listrik, pembelajaran mencakup dasar kelistrikan, pemilihan kabel, keselamatan instalasi, serta fungsi Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS).
Perangkat proteksi ini berperan membantu mendeteksi arus sisa yang berpotensi menimbulkan bahaya, sehingga pemahaman mengenai fungsi dan penerapannya menjadi bagian penting dari keselamatan instalasi.
Sementara itu, retailer mempelajari dasar kelistrikan, pembumian, dan perangkat proteksi agar dapat memberikan informasi yang lebih tepat kepada pelanggan.
Pengetahuan ini penting karena retailer bukan sekadar penyedia produk, melainkan juga salah satu sumber informasi bagi pengguna ketika memilih perangkat kelistrikan.
Peluncuran program turut dilengkapi sesi pelatihan dan praktik. Selanjutnya, peserta ditargetkan menyelesaikan seluruh modul paling lambat Maret 2027.
Program menyediakan sertifikat partisipasi pelatihan sesuai ketentuan, sedangkan sertifikasi kompetensi profesional mengikuti persyaratan dan mekanisme uji yang berlaku.
Dukungan sertifikasi melalui Ditjen Gatrik menargetkan ratusan teknisi untuk mengikuti proses sertifikasi hingga Level 3 pada bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.
Target ini menjadi langkah awal untuk memperluas pengakuan kompetensi tenaga teknik di bidang tersebut.
Agar manfaat Electrician Academy dapat dirasakan secara luas, ada beberapa langkah yang layak menjadi perhatian para pemangku kepentingan.
Pertama, teknisi perlu menjadikan pembelajaran sebagai proses berkelanjutan. Menyelesaikan modul merupakan langkah awal. Pemahaman harus diterapkan melalui praktik yang sesuai, pemeriksaan instalasi, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Kedua, pemerintah dan industri perlu memperluas akses uji kompetensi. Informasi mengenai persyaratan, jadwal, lokasi, dan mekanisme sertifikasi perlu disampaikan dengan jelas agar teknisi di berbagai daerah memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan kualifikasi.
Ketiga, retailer perlu memperkuat edukasi pelanggan. Rekomendasi produk sebaiknya mempertimbangkan kesesuaian spesifikasi, kebutuhan instalasi, dan perangkat proteksi yang tepat. Konsumen juga perlu memahami pentingnya menggunakan tenaga teknik yang kompeten.
Keempat, penyelenggara perlu mengukur dampak program secara transparan. Selain jumlah peserta dan penyelesaian modul, indikator keberhasilan dapat mencakup jumlah peserta yang mengikuti dan lulus uji kompetensi, pemerataan partisipasi wilayah, serta peningkatan pemahaman mengenai keselamatan instalasi.
Bagi generasi muda, program ini juga dapat menjadi pintu masuk untuk melihat pekerjaan teknisi listrik sebagai profesi yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan praktis, disiplin, dan tanggung jawab.
Keahlian yang terus diperbarui dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan karier di sektor ketenagalistrikan.
Pertumbuhan konsumsi listrik membuka peluang ekonomi, tetapi manfaatnya akan lebih optimal apabila didukung tenaga teknik yang kompeten dan instalasi yang aman.
Data penjualan listrik nasional serta catatan kebakaran yang diduga berkaitan dengan faktor listrik menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kerja dan perhatian terhadap keselamatan perlu berjalan beriringan.
Program Electrician Academy 2026 menawarkan jalur pembelajaran bagi 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer, sekaligus membuka akses menuju proses sertifikasi kompetensi bagi teknisi yang memenuhi persyaratan.
Keberhasilan program pada akhirnya tidak cukup diukur dari banyaknya peserta yang terdaftar. Dampak yang lebih penting adalah meningkatnya keterampilan, meluasnya pengakuan kompetensi, dan semakin kuatnya budaya keselamatan dalam setiap pekerjaan kelistrikan.
Bagi teknisi, retailer, pemerintah, industri, dan generasi muda, pesan utamanya jelas: listrik yang andal membutuhkan tenaga profesional yang terus belajar, bekerja sesuai kompetensi, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas. Berminat ikut? #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form