Mengobati Radang Kronis

0
1
Petugas medis sedang melakukan terapi sel. (Sumber foto/@: www.eurostemcell.org)

Pasien  harus mengunjungi klinik lima hari berturut-turut selama beberapa jam per kunjungan.

Petugas medis sedang melakukan terapi sel.  (Sumber foto/@: www.eurostemcell.org)
Petugas medis sedang melakukan terapi sel. (Sumber foto/@: www.eurostemcell.org)

Tiga ratus juta orang menderita asma, lebih lanjut lagi 600 juta orang hidup dengan pneumonia kronis dan lebih dari 30 persen populasi global memiliki alergi. Penyakit radang kronis ini dapat menyerang organ lain dan bagian tubuh di sepanjang sistem pernapasan. Contohnya seperti usus halus, sendi, kulit, atau jantung dan juga pembuluh darah.

Sebuah proyek baru yang dibuat oleh sebuah perusahaan Kanada Nuvo Research Inc. didesain untuk melawan semua penyakit radang tersebut. Dan ini telah digunakan banyak negara di seluruh dunia. Ilmuwan di Fraunhofer Institute for Cell Therapy and Immunology IZI di Leipzig telah bekerja sama dengan sebuah cabang perusahaan Jerman, Nuvo Research GmbH, dan Translational Centre for Regenerative Medicine TRM di Leipzig University untuk mengembangkan platform yang akan memungkinkan peneliti untuk memahami lebih baik bagaimana sebuah substansi bekerja.

Advertisement

Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan obat agar lebih tepat untuk diberikan dan ditoleransi lebih baik. Selain itu, para ilmuwan giat untuk mengembangkan derivat obat yang dapat digunakan untuk meringankan berbagai macam penyakit kronis, dan menyiapkannya agar dapat diterima pasar Eropa dan Kanada.

Tiga partner kooperasi telah mengadakan dua penyelidikan dan dari keduanya membuktikan efektivitas dan keamanan bahan aktif dasar. Mereka berharap dapat membuat proyek lain yang bertujuan untuk meningkatkan metode aplikasi obat. Di Thailand, sekarang telah diberikan dalam bentuk infus, yang berarti pasien harus mengunjungi klinik lima hari berturut-turut selama beberapa jam per kunjungan. Trio partner tersebut telah bekerja untuk menyiapkan obat tersebut agar dapat diinjeksikan pula oleh dokter keluarga. (Sumber: Fraunhofer  1/15)

Baca juga :   Indonesia Wants to Lead the Region in E-commerce
Advertisement

Tulis Opini Anda