Arab Saudi-INDONESIA

Kunjungan Raja Salman di Indonesia, Spektakuler

0
15
Puan Maharani mengarahkan ponselnya saat berswafoto dengan Presiden Joko Widodo, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, dan Presiden kelima Megawati Soekarnoputeri pada pertemuan di Istana Merdeka 2 Maret 2017. (Sumber foto: http://cdn2.tstatic.net/wartakota/Tribunnews/presidential palace/Agus Suparto)

Lautan cinta menyambut kedatangan Raja Salman di Indonesia, judul tulisan Arab News.  Nilai investasi Arab Saudi berada pada posisi ke-57 dari 115 negara.

Puan Maharani mengarahkan ponselnya saat berswafoto dengan Presiden Joko Widodo, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, dan Presiden kelima Megawati Soekarnoputeri pada pertemuan di Istana Merdeka 2 Maret 2017. (Sumber foto: http://cdn2.tstatic.net/wartakota/Tribunnews/presidential palace/Agus Suparto)
Puan Maharani mengarahkan ponselnya saat berswafoto dengan Presiden Joko Widodo, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, dan Presiden kelima Megawati Soekarnoputeri pada pertemuan di Istana Merdeka 2 Maret 2017. (Sumber foto: http://cdn2.tstatic.net/wartakota/Tribunnews/presidential palace/Agus Suparto)

Kita perhatikan gambar diatas. Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud yang tampak seolah tidak tersentuh, namun justru memandang ke arah ponsel yang dipegang oleh Puan Maharani ketika berselfie di Istana Merdeka. Raja tampak tersenyum dan senang setelah berjumpa dengan keturunan Soekarno.

Raja Salman bercerita pengalaman Raja Saudi yang bertemu dengan anak dan cucu Bung Karno. Raja  Arab Saudi yang datang ke Jakarta kala itu (1955) memiliki postur tinggi besar dan tidak ada tempat tidur yang pas seukuran tubuh raja. Bung Karno selaku arsitek membuat tempat tidur khusus untuk raja tersebut sepanjang dua meter. Tempat tidur itu masih tersimpan di  Istana Bogor hingga saat ini, tutur  Puan mengutip cerita Raja Salman.

Advertisement

 “Ini menunjukkan bukti bahwa hubungan antara Arab Saudi dan Indonesia, Soekarno dengan Raja Faisal sangat erat. Saya tentu menyempatkan diri untuk bertemu anaknya Bung Karno untuk melanjutkan hubungan (baik) ini,” ucap Raja Salman seperti diungkapkan Puan Maharani. Gambar di atas menyebar luas lewat media dan media sosial.

Kunjungan kengaraan Raja Salman juga di-head line-kan berbagai media di Arab Saudi seperti Arabnews, Al Arabia, dan lain-lain. Harian berbahasa Inggris Arabnews juga menggelar foto-foto yang menunjukkan antusiasme anak-anak sekolah dan orang-orang dewasa—berdiri di pinggir jalan saat menyambut kedatangan Raja Salman saat menuju Istana Bogor. Situs ArabNews.com memasang video bertajuk Sambutan besar bagi Raja Salman di Jakarta. Murid-murid SD melambaikan bendera Saudi dan Indonesia.

Gambar saat Raja Salman dan Presiden Joko Widodo menanam bibit pohon Ulin (khas Kalimantan) di halaman belakang Istana Merdeka, juga ramai disebar-luaskan oleh media di Arab Saudi. Bersama Raja Salman, Jokowi menyetir (sendiri) kendaraan golf di halaman Istana Merdeka saat menuju lokasi penanaman bibit pohon Ulin.

Saat rombongan Raja Salman mendarat di Denpasar (Sabtu sore 4 Maret 2017),  Pastor Evensius Dewantoro, Pr. dari Gereja Maria Bunda Segala Bangsa, Puja Mandala, Nusa Dua, menyapa Raja Salman, “Saya ucapkan, ‘ahlan wa sahlan Ya Malik‘. Raja heran, dan melihat saya. Raja menyentuh jubah saya tepat di dada dan dia bilang, ‘Ini Katolik ya. Saya sangat bahagia bisa bertemu dan bercakap langsung dengan beliau.”  

Sambutan warga Bali

Saat keluar dari area bandara menuju jalan raya, Raja Salman menurunkan jendela mobil sisi kanan yang ditumpanginya, dan merupakan satu-satunya mobil dari rombongan yang membuka jendela. Raja Salman melambaikan tangan kanan sambil melemparkan senyum ke arah warga yang berdiri di sepanjang jalan saat rombongan menuju Hotel St. Regis, Nusa Dua, tempat menginap.

Raja Salman dan rombongan yang berjumlah 1500 orang berlibur di Bali sejak 4 hingga 12 Maret 2017. Kunjungan Raja Salman tentunya menambah erat hubungan persahabatan Arab Saudi-Indonesia. Di Istana Bogor, kedua Negara telah menandatanhani 11 pakta kesepakatan (kerja sama) di bidang ekonomi—termasuk kesediaan Arab Saudi menyediakan US$1 miliar untuk dana pembangunan dan kerja sama untuk memberantas kejahatan transnasional seperti penyelundupan manusia, terorisme, dan perdagangan narkoba.

Perusahaan energi Saudi Aramco dan Pertamina, berencana untuk memperluas kilang minyak di Cilacap senilai US$6 miliar. Menurut Badan Koordinasi Pananaman Modal, nilai investasi Arab Saudi berada pada posisi ke-57 dari 115 negara yang berinvestasi di Indonesia.

Bandingkan dengan investasi dari Uni Emirat Arab mencapai US$15 juta, Iran US$14 juta, Kuwait US$3,6 juta, Afrika Selatan US$1 juta, dan Arab Saudi US$900.000 pada tahun 2016. Total investasi Arab Saudi ke Indonesia pada periode 2010 sampai 2015, sebesar US$34 juta (82 proyek) sekitar 0,02 persen dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu tersebut.

Selain bantuan US$1 miliar, pengusaha Arab Saudi-Indonesia juga sepakat menginvestasikan US$2,4 miliar untuk menggarap proyek listrik, konstruksi, kesehatan, dan totalnya belum mencapai US$5 miliar, sedangkan Malaysia mendapat investasi senilai US$7 miliar.

Semoga Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud kembali lagi untuk berlibur—dibarengi peningkatan jumlah turis dan investasi dari Arab Saudi ke Indonesia. Sebagai catatan (tambahan) kini 1,1 juta orang Indonesia bekerja di Arab Saudi—sebagai TKI. (Bahan diolah dari berbagai sumber)

Advertisement

Tulis Opini Anda