Lintasarta memperkuat digital sovereignty BPD melalui Lintasarta Intelligent Core untuk mendukung transformasi digital, keamanan siber, AI, dan pertumbuhan ekonomi nasional dengan dukungan 27 Bank Pembangunan Daerah—(24 BPD konvensional, dan 3 BPD syariah)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Lintasarta (sumber): Bagaimana Lintasarta membangun fondasi digital berdaulat bagi seluruh 27 BPD di Indonesia? Penjelasan berikut merupakan strategi lengkap yang siap memperkuat daya saing perbankan daerah dan ekonomi nasional.
Lintasarta menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia melalui penguatan Digital Sovereignty sebagai fondasi layanan keuangan yang aman, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Melalui solusi Lintasarta Intelligent Core, perusahaan menghadirkan ekosistem digital yang menggabungkan konektivitas, cloud, keamanan siber, serta kolaborasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) guna mendukung peningkatan daya saing BPD sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Lintasarta akan menyelenggarakan BPD Summit 2026 yang mempertemukan 27 BPD dari seluruh Indonesia pada 5–7 Agustus 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Forum ini menjadi wadah kolaborasi bagi BPD untuk membahas penerapan Digital Sovereignty sebagai fondasi transformasi digital, penguatan ketahanan siber, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) guna memperkuat peran BPD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pembahasan ini semakin relevan mengingat tingkat kematangan digital, kapabilitas keamanan siber, dan kesiapan talenta digital di setiap BPD masih beragam.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan mengatakan, semua BPD membutuhkan kapabilitas digital dan keamanan siber yang setara dengan bank-bank besar, dan tetap efisien dan mampu mengakomodasi karakteristik serta kebutuhan masing-masing daerah.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta Intelligent Core disediakan sebagai fondasi digital yang mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu ekosistem yang aman, terhubung, dan andal.
Roadmap Penguatan BPD 2024–2027
“Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui solusi end-to-end yang menyatukan empat kapablitas utama (4C), serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien,” jelas Armand Hermawan.
Selain itu, tingkat kematangan Cybersecurity dan Security Operations Center (SOC) di setiap BPD juga masih bervariasi.
Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang memungkinkan kapabilitas keamanan siber yang lebih terintegrasi, proaktif, serta didukung oleh pemanfaatan AI agar mampu menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Lintasarta menghadirkan tiga pilar kolaborasi bagi BPD.
Pertama, membangun forum kolaborasi yang memungkinkan BPD berbagi pengetahuan dan praktik terbaik di bidang transformasi digital, connectivity, keamanan siber, dan AI.
Kedua, mendorong pemanfaatan AI untuk menjawab berbagai use case yang menjadi prioritas di masing-masing daerah.
Ketiga, memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan talenta digital daerah dengan melibatkan BPD dan perguruan tinggi.
Ketiga pilar tersebut sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya dalam mempercepat transformasi digital BPD sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah dan nasional.
Di tengah meningkatnya tuntutan digitalisasi layanan keuangan, muncul pertanyaan penting: bagaimana BPD dapat mempercepat transformasi digital tanpa mengorbankan keamanan, menjaga kedaulatan data, sekaligus menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah?
Pertanyaan tersebut akan menjadi salah satu fokus pembahasan dalam BPD Summit 2026, yang menghadirkan regulator, pimpinan BPD, serta berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah masa depan transformasi digital perbankan daerah.
Melalui inisiatif ini, Lintasarta kembali menegaskan perannya sebagai Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group yang menghadirkan fondasi digital berdaulat guna memperkuat daya saing BPD dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagi perusahaan, transformasi digital merupakan adopsi teknologi yang mutlak dalam pembangunan fondasi digital yang berdaulat, aman, dan terintegrasi untuk memastikan keberlanjutan bisnis di tengah meningkatnya risiko siber dan kebutuhan inovasi layanan.
Kolaborasi lintas industri, penguatan talenta digital, serta pemanfaatan AI berbasis kebutuhan bisnis menjadi faktor penting dalam mempercepat implementasi transformasi digital yang berdampak nyata.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa penguatan infrastruktur digital perbankan daerah akan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan keuangan, perlindungan data nasabah, serta perluasan akses layanan digital yang lebih aman, cepat, dan andal di berbagai wilayah Indonesia.
Inisiatif Lintasarta melalui Lintasarta Intelligent Core mencerminkan pendekatan strategis dalam membangun ekosistem digital yang berdaulat bagi 27 BPD di seluruh Indonesia.
Dengan mengintegrasikan kapabilitas konektivitas, cloud, cybersecurity, dan AI, serta memperkuat kolaborasi bersama regulator, industri, dan institusi pendidikan, Lintasarta mendukung percepatan transformasi digital yang selaras dengan roadmap penguatan BPD.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing perbankan daerah, memperkuat ketahanan digital nasional, serta memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia demikian Dahlya Maryana, VP, Head of Corporate Communications melalui rilis Lintasarta. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form