Wednesday
07 October 2026

Lebih dari Satu Dekade Jaga Lingkungan, PGE Ikut Lestarikan Elang Jawa

Lebih dari satu dekade lestarikan Elang Jawa dengan melepas 153 ekor dari 350 ekor—melalui proses rehabilitasi dan dilepas-liarkan ke alam bebas. Apa peran PGE sehingga menerima penghargaan dari Menteri Kehutanan?

Foto bersama seusai PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menerima penghargaan dari Kementerian Kehutanan (Foto/@: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (sumber): Lebih dari satu dekade jaga lingkungan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) konsisten ikut melestarikan Elang Jawa atau Nisaetus bartelsi.

Upaya berkelanjutan ini merupakan bukti bahwa pengembangan energi bersih berjalan seiring dengan pelestarian keanekaragaman hayati.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


PGE menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Contohnya dengan upaya konservasi spesies endemik Elang Jawa atau Nisaetus bartelsi melalui Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Kamojang, Jawa Barat yang berdiri sejak 2014.

Atas konsistensi dukungan tersebut, PGE menerima Penghargaan Menteri Kehutanan dalam rangkaian kegiatan Tiga Dekade Konservasi Elang Jawa yang diselenggarakan di Bogor belum lama ini.

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani menyampaikan bahwa apresiasi yang diterima oleh PGE merupakan pengingat pentingnya kolaborasi jangka panjang dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia.

“PGE melangkah melampaui aspek operasional dengan turut merawat lingkungan dan kekayaan hayati di sekitar wilayah operasi kami. Sejak beroperasi, PKEK telah merehabilitasi lebih dari 350 ekor elang dari berbagai wilayah di Indonesia,” ungkap Ahmad Yani.

Sejumlah 153 ekor di antaranya telah berhasil melalui proses rehabilitasi dan dilepasliarkan kembali ke alam.

Selain berfungsi sebagai pusat penyelamatan satwa, PKEK juga aktif mengembangkan edukasi lingkungan bagi masyarakat, pelajar, serta para pemangku kepentingan guna menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem lanjut Ahmad Yani.

Dukungan berkelanjutan PGE terhadap fasilitas medis, kegiatan penelitian, serta pemantauan pasca pelepasliaran mendorong PKEK berkembang sebagai contoh kolaborasi lintas sektor dalam konservasi Elang Jawa beserta habitatnya.

Bekerja sama dengan Balai Besar KSDA Jawa Barat dan Raptor Indonesia, PKEK menjalankan program rehabilitasi dan pemulihan elang hasil sitaan, serahan masyarakat, maupun korban konflik dengan manusia, agar dapat kembali hidup lestari di habitat alaminya.

Konsistensi komitmen tersebut tercermin dari keberhasilan PKEK di Area Kamojang PGE yang berhasil meraih PROPER Emas selama 14 tahun berturut-turut, menjadikan PGE satu-satunya perusahaan dengan capaian tersebut.

Semangat keberlanjutan ini tergambar dalam rangkaian kegiatan Tiga Dekade Konservasi Elang Jawa dengan tema Melanglang Buana di Langit Nusantara yang digelar di IPB Convention Center, Bogor.

Pameran ini menampilkan dokumentasi perjalanan konservasi, karya fotografi, serta berbagai informasi edukatif mengenai peran pemerintah, lembaga konservasi, organisasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Elang Jawa dan habitat alaminya.

Melambangkan Garuda

Elang Jawa, satwa yang kemiripannya menginspirasi lambang negara Indonesia, Garuda, merupakan spesies dilindungi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.

Regulasi tersebut menjadi landasan komitmen PGE dalam mendukung pelestarian satwa liar melalui pendirian dan pengelolaan Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK).

Dikutip dari Tribratanews.polri.go.id, Elang Jawa merupakan satu jenis elang ukuran sedang yang termasuk dalam keluarga Accipitridae dan genus Nisaetus. Burung ini disebut Javan hawk-eagle dalam bahasa Inggris dan bernama Latin Nisaetus bartelsi.

Penerima penghargaan dari Kementerian Kehutanan (Foto/@: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk/news.tamansatwa.com)

Spesies burung elang ini hanya terdapat di Pulau Jawa. Elang Jawa dijadikan maskot satwa langka Indonesia sejak tahun 1992. Ciri khas burung Garuda asli Elang Jawa ini memiliki jambul di kepalanya, demikian goodnewsfromindonesia.id.

Jambul Elang Jawa cukup menonjol dengan ukuran panjang kurang lebih 12 cm dengan jumlah 2 sampai 4 helai. Warna jambul di kepala burung berwarna hitam dan putih di bagian ujungnya.

Elang Jawa memiliki lebar sayap mencapai 110 hingga 130 bila direntangkan. Ukuran tersebut sudah cukup membuat elang ini terlihat gagah. Apalagi, ketika ia berdiri atau pun terbang saar sedang mencari mangsa untuk dimakan.

Elang Jawa merupakan tipe fauna Asiatis yang ditemukan di kawasan hutan primer dan perbukitan berhutan yang ada di antara dataran rendah dan pegunungan.

Sebagian populasi Elang Jawa ditemukan di area selatan Pulau Jawa dan kebanyakan hidup di wilayah dengan lereng curam.

Habitat yang disukai Elang Jawa adalah ekosistem hutan hujan tropis yang selalu hijau, mulai dari dataran rendah hingga daerah yang lebih tinggi dengan ketinggian mencapai 2.200 meter dan kadang-kadang 3.000 meter di atas permukaan laut.

Langkah PGE menunjukkan bahwa sektor industri memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kolaborasi antara bisnis dan konservasi bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang.

Inisiatif PGE memberikan gambaran nyata bahwa industri hijau tidak hanya berfokus pada efisiensi energi, tetapi juga pada perlindungan lingkungan hidup. Bagi pembaca, kisah ini menjadi inspirasi bahwa praktik bisnis berkelanjutan dapat menciptakan dampak positif bagi alam sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
FOLLOW US
  • Rubrik