Pengembangan traktor listrik sebaiknya dipercepat untuk dioperasikan di 156 pelabuhan penyeberangan kapal di Indonesia. Kolaborasi antara MOL, Volvo, dan DFDS dapat diadopsi oleh BUMN dan swasta di Indonesia. Ketiga perusahaan yang bermarkas di Eropa itu mempunyai jaringan bisnis di Indonesia.

Penulis/editor: Marinus L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – MOL & Volvo Penta (sumber): Peluang mengembangkan traktor listrik seperti Ro-Ro 4X4 terbuka luas di Indonesia—guna mendukung dan memenuhi kebutuhan sektor logistik di 156 pelabuhan penyeberangan di Indonesia.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Dari jumlah tersebut, 117 dikelola oleh Pemerintah Daerah, 35 oleh ASDP, dan 4 pelabuhan ditangani oleh UPT Kementerian Perhubungan.
Diolah dari laman prahu-hub.com, bps.go.id, dan money.kompas.com, Indonesia memiliki 306 unit kapal Ro-Ro, 118 unit dikelola oleh ASDP Ferry Indonesia, 170 unit di bawah swasta, dan 18 unit senahai Badan Usaha Miluk Daerah (BUMD).
Sementara pemerintahan Joko Widodo mencanangkan Tol Laut yang merupakan program yang membangun konektivitas transportasi antarpulau melalui jalur laut—termasuk pengembangan pelabuhan dan kapal Ro-Ro.
Oleh karena itu, kolaborasi perusahaan yang mengembangkan traktor listrik yakni perusahaan MOL dan Volvo Penta yang berhasil menguji traktor Ro-Ro 4X4 listrik yang inovatif, dan dinamai RME225 diluncurkan di Pelabuhan Ghent, Belgia belum lama ini.
Pelabuhan itu lengkap dengan fasilitas strategis yang digunakan oleh DFDS, salah satu perusahaan logistik terbesar di Eropa Utara.
Perusahaan MOL, Volvo Penta, dan DFDS bermarkas utama di Eropa namun masing-masing punya kantor bisnis di Indonesia. MOL Plc. (Magyar OLaj- és Gázipari Részvénytársaság) atau dikenal sebagai grup MOL adalah perusahaan multinasional minyak dan gas yang berkantor pusat di Budapest, Hungaria.
MOL aktif dalam eksplorasi dan produksi, penggilangan, distribusi, perdagangan, dan ritel. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 30 negara termasuk di Indonesia.
Menurut laman mol-logistics-group.com, PT MOL Indonesia adalah agen dari Mitsui O.S.K. Lines, Ltd. (MOL) sebuah grup transportasi multimodal yang memenuhi berbagai kebutuhan transportasi.
PT MOL Indonesia menyediakan layanan pengangkutan mobil dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan pola distribusi produsen otomotif saat ini. Ini mencakup transportasi darat, pengiriman pantai, dan operasi terminal. MOL juga mengangkut LNG (Liquid Natural Gas) dengan bermitra dengan perusahaan lokal.
Sedangkan Volvo Penta adalah perusahaan yang berkantor pusat di Göteborg, Swedia, dan memiliki bisnis di Indonesias. Volvo Penta adalah produsen mesin kendaraan truk dan sistem penggerak untuk kapal, serta memiliki berbagai produk untuk industri kelautan dan konstruksi.
Menurut beberapa sumber, Volvo Penta diwakili oleh PT Jagad Mandiri Marine di Indonesia. Selain menjual mesin truk, Volvo Penta berbisnis dalam industri kelautan, peralatan pembangkit listrik, dan sektor lain yang serupa. Produknya meliputi mesin bakar pembakaran dalam dan sistem penggerak lengkap.
Volvo Penta memproduksi sistem kemudi kapal, seperti Volvo Penta IPS. Volvo Penta bekerja sama dengan PT UD Astra Motor Indonesia sebagai agen tunggal untuk produk UD Trucks demikian laman hokimoro.com
Sementara DFDS adalah perusahaan pelayaran dan logistik yang di Copenhagen, Denmark. DFDS memiliki akses langsung ke Kanal Ghent-Terneuzen. DFDS memiliki terminal multimodal berlokasi di Philips Landsbergiuslaan 11, Quay 2170, Ghent, Belgia.
Terminal Ghent DFDS mampu menangani berbagai jenis kargo, termasuk RoRo, kontainer, dan kargo proyek tambang.
Kolaborasi MOL dan Volvo Penta adalah mengembangkan traktor listrik dengan menggunakan driveline buatan Volvo Penta. Truk listrik itu memiliki tiga pak baterai dengan kapasitas 270 kWh energi terpasang, gearbox EPT802, dan dua motor propulsi berkekuatan 200 kW.
Selain itu, motor terpisah berkekuatan 50 kW yang berguna untuk menggerakkan sistem hidrolik dan roda kelima. RME225 didesain untuk produktivitas tinggi dan kinerja optimal, serta berfungsi sebagai alternatif ramah lingkungan bagi traktor diesel.
MOL dan Volvo Penta melakukan uji coba traktor listrik 4X4 Ro-Ro perintis yang disebut RME225 dengan memanfaatkan fasilitas DFDS. Kolaborasi berfokus pada pengintegrasian driveline listrik yang dibuat khusus untuk mendukung pelanggan agar tetap kompetitif dan menguntungkan melalui transisi energi.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan operasi penanganan material bagi pemilik armada seperti operator terminal, ke tingkat yang lebih tinggi. RME225 dirancang untuk produktivitas dan kinerja tinggi yang dapat dioperasikan dalam shift penuh dan memberikan alternatif dibandingkan mesin diesel.
Pengisian daya truk Listrik buatan Volvo Penta
Uji coba tersebut berlangsung di Pelabuhan Ghent, pusat strategis bagi DFDS – salah satu perusahaan pelayaran dan logistik terbesar di Eropa Utara. DFDS mendukung uji coba seperti operator khusus dan ruang pemantauan yang ditunjuk secara khusus.
Upaya kolaboratif ini mencerminkan upaya DFDS untuk mengurangi dampak lingkungan sejalan dengan pengadaan 100 truk listrik dari Volvo Penta, dan baru-baru ini menambah 125 truk listrik berat yang telah diakuisisi sebelumnya.
“Kemajuan teknis yang dicapai melalui kolaborasi dengan Volvo Penta dalam menciptakan traktor terminal 4×4 RME225 listrik penuh menunjukkan upaya kami untuk memperluas jangkauan kendaraan baru bebas emisi khususnya untuk kebutuhan peralatan pelabuhan tugas berat yang ketat,” ungkap Conrad Verplancke, teknisi penjualan MOL.
Conrad Verplancke memastikan bahwa truk listrik bekerja dengan andal, efisien, dan efektif dalam skenario operasional kehidupan nyata. Sebagai bagian dari uji coba ini, MOL melakukan uji jarak jauh yang ketat pada RME225 untuk menyempurnakan performa dan kemampuan berkendara kendaraan.
Pengujian itu guna memastikan kendaraan dapat menangani beban berat dan beroperasi secara efisien di bawah jadwal yang menuntut seperti halnya operasi pelabuhan. Tujuannya adalah untuk mengatasi tantangan unik yang dihadapi kendaraan berbasis pelabuhan, meningkatkan kinerja, jangkauan, dan keandalannya.
“Nilai elektrifikasi lebih dari sekadar investasi teknologi awal,” papar Jeroen Overvelde, manajer penjualan area di Volvo Penta. “Traktor listrik penuh menyamai kinerja traktor diesel, dengan potensi tingkat akselerasi yang lebih tinggi dan torsi yang tersedia pada RME225. Keberhasilan bergantung pada memberikan kinerja yang unggul dan mengoptimalkan total biaya kepemilikan (TCO).”
Mengaliri listrik pada traktor 4X4 Ro-Ro menawarkan banyak manfaat seperti pengurangan emisi knalpot, berkontribusi terhadap kualitas udara yang lebih bersih, dan dapat menurunkan getaran, menciptakan lingkungan kerja yang lebih menyenangkan dan tenang.
Hal ini khususnya menguntungkan di ruang terbatas di dalam dan di luar kapal kontainer.
“Sebagai pemilik armada dan operator terminal di Pelabuhan Ghent, kami dengan senang hati mendukung uji coba serta pengembangan dan pengujian traktor listrik Ro-Ro 4X4 RME225.”
“Hal ini sejalan dengan upaya kami untuk mendekarbonisasi aktivitas kami di darat, meningkatkan lingkungan kerja, dan meningkatkan efisiensi operasi pelabuhan kami,” kata Raf De Wit, direktur terminal DFDS di Ghent.
Kemitraan antara MOL, Volvo Penta, dan DFDS di Pelabuhan Ghent merupakan contoh kolaborasi berdedikasi yang diarahkan pada inovasi di tengah transisi energi di sektor maritim dan logistik.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengurangi jejak gas rumah kaca dalam transisi global menuju solusi transportasi yang lebih berkelanjutan.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form