mmINDUSTRI.co.id

Terobosan Diagnostik Medis: AI Deteksi Kanker Kulit

Dalam 6 menit, AI mendeteksi kanker kulit—merupakan terobosan diagnostik medis yang memindai seluruh tubuh pasien. Temuan inovatif ini mendeteksi melanoma, jenis kanker kulit yang paling mematikan.  

Pencegahan kanker kulit dengan menggunakan pemindai seluruh tubuh yang dilakukan oleh para ahli di Proyek iToBoS yang dikerjakan di Jerman (Foto/©: Fraunhofer HHI)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer HHI (sumber): Dunia kedokteran memerlukan terobosan diagnostik medis untuk mendeteksi prognosis kanker kulit lebih dini supaua dapat melakukan tindakan pengibatan dengan baik dan tepat waktu. 

Oleh sebab itu, diperlukan pemindaian seluruh tubuh—inovatif yang terhubung ke platform diagnostik AI (kecerdasan buatan) guna membantu deteksi dini melanoma kanker kulit yang mematikan. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Hanya dalam waktu enam menit, alat ini secara otomatis memindai seluruh tubuh pasien, memberikan penilaian risiko untuk setiap perubahan abnormal yang ditemukan pada kulit. 

Meningkatnya jumlah kasus kanker kulit di seluruh dunia, dunia kedokteran menuntut solusi diagnostik yang lebih cepat dan akurat. 

Metode konvensional sering kali membutuhkan waktu yang cukup lama dan membutuhkan tim dokter yang bekerja keras dan melelahkan yang menyebabkan keterlambatan penanganan pasien.

Seiring dengan perkembangan teknologi medis, penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam diagnostik merupakan terobosan baru yang menggembirakan bagi semua pihak—terutama pasien dan tim dokter. 

Salah satu aplikasi AI yang paling menjanjikan adalah dalam deteksi dini kanker kulit, penyakit yang semakin mengkhawatirkan di seluruh dunia. 

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) digunakan oleh tim medis sebagai alat bantu diagnosis. 

AI membuktikan potensinya sebagai alat bantu diagnosis yang efektif. Melalui algoritma yang canggih, AI mampu menganalisis gambar kulit dan mendeteksi tanda-tanda kanker dengan akurasi yang tinggi. 

Platform diagnostik berbasis AI ini mampu memproses ribuan data dalam waktu singkat, yang tentunya sangat membantu para dokter.

Dua puluh mitra bekerja sama untuk mengembangkan sistem diagnostik sebagai bagian dari proyek iToBoS—kependekatan dari Intelligent Total Body Scanner for Early Detection of Melanoma. 

Negara-negara di Uni Eropa bersepakat membiayai proyek iToBoS. 

Cara algoritma AI bekerja

Untuk memastikan bahwa AI yang mereka gunakan bekerja dengan andal dan aman, para peneliti di Fraunhofer Institute for Telecommunications HHI (Heinrich-Hertz-Institut) menggabungkan teknologi AI yang disebutkan  dengan metode XAI ke dalam alat AI yang digunakan. 

Melanoma merupakan 60 persen dari semua pertumbuhan penyakit kulit yang ganas, dan insidensi kanker jenis ini telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir ini. 

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang berkembang dari melanosit, sel yang memproduksi melanin yakni pigmen yang memberi warna pada kulit. 

Tim ahli menambahkan bahwa melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling berbahaya karena dapat menyebar ke organ lain di dalam tubuh jika tidak segera ditangani.

Kanker ini sering kali terdeteksi terlambat, karena metode diagnostik yang memungkinkan deteksi dini sangat melelahkan tim medis dan biayanya pun mahal. 

Apa tanda atau gejala awal pada seseorang yang menderita melanoma? 

Penderita mengalami gejala awal melanoma berupa perubahan bentuk, warna, dan ukuran seperti tahi lalat pada kulit.

Tahi lalat sangat rapuh dan mudah berdarah yang menyebabkan penderita merasa perih pada tahi lalat yang tak kunjung sembuh.

Selanjutnya kulit tampak kemerahan dan pembengkakan di area sekeliling tahi lalat disertai munculnya  noda atau pigmen yang tidak biasa pada kulit.

Dalam pemindaian kulit seluruh tubuh, dokter kulit mempelajari setiap lesi kulit berpigmen secara terpisah, mencari tanda-tanda khas melanoma seperti tahi lalat pada sekujur tubuh (kulit) penderita. 

Metode dan jenis pemeriksaan kesehatan yang lama membutuhkan waktu yang lama dan rawan terjadi kesalahan. 

Proyek Intelligent Total Body Scanner for Early Detection of Melanoma (iToBoS) Uni Eropa dikerjakan oleh tim ahli yang berasak dari 20 mitra proyek. 

Mereka bertujuan untuk mempercepat dan meningkatkan metode pemeriksaan yang dilakukan selama ini, dan menggantinya dengan  pemindaia seluruh tubuh berbasis AI. 

Proyek iToBoS memiliki beberapa tujuan: untuk meningkatkan hasil riwayat medis awal yang otomatis, mengoptimalkan deteksi dini kanker, dan meringankan beban para profesional perawatan Kesehatan.

Melalui proyek iToBoS maka para ahli harus mampu menurunkan risiko bagi pasien, dan mengurangi jumlah biopsi yang tidak perlu yang dilakukan. 

Pemindai yang digunakan pada proyek iToBoS yang dikembangkan oleh mitra proyek Bosch secara otomatis dengan memindai seluruh tubuh hanya dalam enam menit.

Tim ahli menggunakan asisten AI kognitif yang mengandalkan model AI dan metode XAI buatan  Fraunhofer HHI, di antara fitur-fitur lain yang digunakan.

Bagaimana algoritma AI bekerja? Algoritma AI bekerja melalui beberapa langkah utama dengan mengumpulan data dalam jumlah besar seperti data angka, teks, gambar, atau video.

Algoritma menganalisis data untuk menemukan pola atau hubungan tertentu. 

Oleh sebab itu, para ahli melakukan pelatihan model dengan menggunakan data yang dikumpilkan algoritma AI—guna mengenali pola.

Setelah algoritma AI terlatih, maka algoritma dapat digunakan untuk membuat prediksi atau keputusan berdasarkan data baru.

Dengan penerapan AI dalam deteksi kanker kulit, masalah keterlambatan diagnosa dan ketergantungan pada subjektivitas dokter dapat diatasi. 

AI dapat memberikan diagnosa awal yang cepat dan akurat yang merupakan terobosan diagnostik medis sehingga pasien dapat segera mendapatkan perawatan yang diperlukan.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version