mmINDUSTRI.co.id

Strategi Digitalisasi AI Terstruktur Tingkatkan Daya Saing Industri Indonesia

Pelajari strategi digitalisasi dan AI secara terstruktur untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri Indonesia melalui implementasi yang terarah dan terukur.

Mereka yang tidak melakukan digitalisasi hari ini akan tertinggal besok: Halaman judul white paper Pengenalan digitalisasi dan kasus penggunaan AI yang sukses dalam produksi – resepnya (Foto/©: Adobe Stock/Fraunhofer IPA)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer IPA (sumber): Jangan sampai tertinggal! ini strategi digitalisasi AI yang wajib diterapkan industri indonesia mulai sekarang agar tidak ketinggalan. 

Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan fondasi utama bagi perusahaan yang ingin mempertahankan daya saing di era industri modern. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Akan tetapi, banyak organisasi perusahaan masih terjebak pada proyek digitalisasi yang berhenti di tahap uji coba tanpa menghasilkan dampak bisnis yang signifikan. 

Konsep yang tersaji dalam white paper terbaru dari Fraunhofer Institute for Manufacturing Engineering and Automation menawarkan pendekatan terstruktur yang membantu perusahaan mengimplementasikan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) secara bertahap, terukur, dan berorientasi pada penyelesaian masalah bisnis, bukan sekadar adopsi teknologi.

Banyak perusahaan bereksperimen dengan solusi digital. Namun seringkali, ini tetap menjadi proyek percontohan yang terisolasi dengan manfaat yang belum jelas manfaatnya. 

Dalam sebuah white paper, tim penulis dari Fraunhofer IPA menunjukkan bagaimana perusahaan dapat mengimplementasikan proyek digitalisasi langkah demi langkah dan dengan tujuan yang jelas.

Pertanyaan perlu dijawab, inventaris diperiksa, gambar dibuat, dan harga dihitung: seringkali beberapa hari berlalu sebelum perwakilan penjualan memproses pertanyaan pelanggan dan menyiapkan penawaran yang sesuai. 

Semua langkah dalam proses pembuatan penawaran dapat diotomatiskan jika data yang diperlukan tersedia secara digital dan proses yang terstandarisasi ada.

“Memang, kurangnya data adalah salah satu alasan paling sering mengapa implementasi solusi digitalisasi dan kecerdasan buatan gagal di perusahaan kecil dan menengah,” jelas Erwin Groß, Kepala segmen bisnis Infrastruktur dan Teknologi IoT/Produk Siberfisik, Fraunhofer IPA.

“Seringkali rencana yang jelas tidak ada: Solusi digitalisasi dibeli, dan baru setelah itu pertanyaan yang muncul adalah apa yang dapat dilakukan dengannya. Atau ada begitu banyak ide aplikasi sehingga seseorang menjadi sangat bingung,” katanya. 

Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa 50 hingga 90 persen dari semua proyek digitalisasi tetap terjebak dalam fase pengujian.

Cara memulai

Dalam makalah putih bertajuk Implementasi Sukses Kasus Penggunaan Digitalisasi dan AI dalam Produksi – Resepnya, tim Erwin Groß yang menulis—semua dari Fraunhofer IPA menjelaskan pendekatan terstruktur dan langkah demi langkah.

Tim penulis memperkenalkan solusi digitalisasi dan kecerdasan buatan, yang mengingatkan pada resep masakan. 

Menurut pendekatan ini, perusahaan harus memulai dengan tujuan konkret, kemudian memilih kasus penggunaan yang sesuai, menerapkannya langkah demi langkah, mengujinya dalam operasi percontohan, dan akhirnya mentransfernya ke operasi reguler. 

Yang terpenting, fokusnya adalah pada pergeseran perspektif: bukan pada teknologi itu sendiri, tetapi pada masalah produksi yang perlu dipecahkan.

Mereka yang memasuki era digital secara terstruktur dan terencana tidak hanya meminimalkan risiko kegagalan, tetapi juga mencapai tujuan mereka lebih cepat dan segera menyadari manfaat yang terukur. 

Membuat penawaran tidak lagi memakan waktu berhari-hari, tetapi mungkin hanya beberapa menit, karena kecerdasan buatan dapat memperoleh, mengevaluasi, dan menyusun informasi yang diperlukan untuk pelanggan jauh lebih cepat.

“Digitalisasi dan kecerdasan buatan membawa peningkatan produktivitas yang nyata, mengurangi biaya, meningkatkan kualitas, meningkatkan pemanfaatan kapasitas, dan mengurangi dampak kekurangan keterampilan,” tambah Erwin Groß.

“Mereka yang tidak memulai digitalisasi sekarang meningkatkan risiko tertinggal sepenuhnya dalam beberapa tahun,” Erwin Groß mengingatkan. 

Bagi pelaku industri di Indonesia, keberhasilan transformasi digital memerlukan perencanaan strategis yang dimulai dari identifikasi permasalahan operasional yang paling berdampak terhadap produktivitas dan profitabilitas. 

Implementasi teknologi sebaiknya diawali dengan penetapan tujuan bisnis yang jelas, dilanjutkan dengan pemilihan use case yang memiliki nilai tambah tinggi, pelaksanaan proyek percontohan (pilot project), evaluasi berbasis indikator kinerja (KPI), hingga implementasi penuh setelah terbukti memberikan manfaat nyata.

Selain itu, perusahaan perlu memperkuat fondasi data melalui standardisasi proses bisnis, integrasi sistem informasi, serta peningkatan kualitas data agar solusi digital dan AI dapat berjalan secara optimal. 

Investasi pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi faktor penting agar transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga didukung oleh kesiapan organisasi dalam mengelola perubahan.

Pendekatan yang direkomendasikan Fraunhofer IPA menegaskan: keberhasilan digitalisasi bukan ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan.

Melainkan kemampuan perusahaan dalam menyusun strategi implementasi yang sistematis dan berorientasi pada kebutuhan bisnis. 

Bagi industri di Indonesia, penerapan digitalisasi dan AI secara bertahap dapat menghasilkan peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, kualitas operasional, serta memperkuat daya saing di pasar global. 

Perusahaan yang mulai membangun fondasi digital sejak sekarang akan memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi terhadap perubahan industri, sementara organisasi yang menunda transformasi berisiko kehilangan daya saing di tengah percepatan inovasi dan otomatisasi manufaktur. #SalamSobatmmINDUSTRI


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version