mmINDUSTRI.co.id

SMF Perkuat Ekspansi Manufaktur Lintas Negara dan Kolaborasi Regional

Kehadiran Wakil Menteri Perindustrian Indonesia menandai peluang besar kolaborasi regional, khususnya antara pelaku manufaktur Singapura-Indonesia dalam membangun ekosistem industri yang tangguh, terintegrasi, dan berdaya saing global.   

Para peserta Konferensi Manufacturing Day Summit 2026 foto bersama setelah menanda tangani nota kesepakatan kerja sama (Foto/@: SMF)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – SMF (sumber): Melanjutkan momentum Manufacturing Day Summit 2026, Singapore Manufacturing Federation (SMF) mengumumkan berbagai inisiatif strategis untuk mendorong ekspansi manufaktur lintas negara seperti Johor–Singapore Special Economic Zone Playbook. 

Buku panduan itu berisikan adalah chatbot berbasis AI, yang akan diluncurkan oleh SMF dalam satu hingga dua bulan mendatang. Asisten khusus domain yang dilatih berdasarkan materi JS-SEZ yang dikurasi oleh SMF dan sumber terverifikasi lainnya, kontennya akan diperbarui secara berkala.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Memastikan pengguna memiliki akses tepat waktu ke perubahan peraturan terbaru, insentif, perkembangan ekosistem, dan jalur implementasi praktis. 

Seiring perubahan waktu, ini akan memberikan panduan yang semakin personal, membantu perusahaan menavigasi peluang yang paling relevan dengan sektor, skala, atau ambisi internasionalisasi spesifik mereka.

Secara bersama, alat-alat itu berguna untuk mengurangi ambiguitas, menurunkan hambatan masuk, dan memberikan produsen titik referensi umum untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih terinformasi dan percaya diri.

“Saat produsen berekspansi lintas batas, kesiapan digital menjadi sama pentingnya dengan pengaturan fisik,” pendapat Ng See Sing, Managing Director, DXC Technology. 

“Panduan JS-SEZ menyoroti bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan data, otomatisasi, dan AI untuk membangun operasi yang terukur dan tangguh sejak hari pertama, mendukung pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di dalam zona tersebut.”

“JS-SEZ menghadirkan peluang secara signifikan bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan kekuatan komplementer Singapura dan Johor untuk mengembangkan bisnis mereka, tetapi perencanaan yang cermat sangat penting,” jelas Neo Sing Hwee, Global Client Service Partner, Government & Public Sector, Consulting, EY. 

“Dengan menyelaraskan model operasional, pajak, insentif, dan pertimbangan rantai pasokan sejak awal, perusahaan dapat mengelola risiko lintas batas dan membangun operasi yang berkelanjutan dan tangguh.”

Berdasarkan dukungan ini, SMF mengumpulkan para anggota dari Enterprise SG, MIDA, Federasi Produsen Malaysia (FMM), dan UOB selama sesi diskusi kelompok di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut. 

Mereka berdisksusi dengan fokus bagaimana cara perusahaan dapat berkembang secara efektif dan mencapai hasil yang saling menguntungkan dengan bergabung di JS-SEZ.

Para peserta Konferensi Manufacturing Day Summit 2026 foto bersama setelah menanda tangani nota kesepakatan kerja sama (Foto/@: SMF)

Selain itu, Zona Perdagangan Bebas Batam-Bintan-Karimun (BBK) juga menjadi pembahasan pada KTT yang diselenggarakan Singapore Manufactuing Federation (SMF) itu. 

Sebagai pusat utama bagi produsen yang berbasis di Singapura sangat ingin melakukan ekspansi di Asia Tenggara seperti Indonesia. 

Mereka merupakan perwakilan dari Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura, Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC) Singapura, dan Asosiasi Kawasan Industri Indonesia (HKI) berkumpul untuk membahas insentif, realitas operasional, dan pertimbangan penting untuk mendirikan usaha di BBK. 

Diskusi para pelaku industri itu menunjukkan bagaimana perusahaan berpeluang untuk  memanfaatkan kekuatan segitiga pertumbuhan Singapura-Johor-Riau Islands (SIJORI) untuk mengakses peluang baru di seluruh Asia Tenggara.

Memperkuat transformasi manufaktur dengan AI

KTT ini juga menandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SMF Advanced Manufacturing Training Academy (AMTA) dan A*STAR Singapore Institute of Manufacturing Technology (A*STAR SIMTech).

Mereka meluncurkan Program Sertifikat Peningkatan Kepemimpinan Manufaktur, sebuah inisiatif pengembangan kepemimpinan unggulan untuk sektor manufaktur.

Program itu bertujuan untuk membangun generasi pemimpin manufaktur berikutnya dengan membekali mereka dengan keterampilan untuk menyusun strategi, merancang, dan memimpin transformasi yang berpusat pada nilai (tambah) dan didukung AI. 

Program kerja sama iu menekankan kerangka kerja seperti Belajar-Berlatih-Menerapkan untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan kepemimpinan peserta, menghubungkan investasi teknologi dengan hasil yang terukur, dan mendukung perubahan di seluruh organisasi.

“Program Sertifikat Peningkatan Kepemimpinan Manufaktur mewakili jalur baru dalam mendukung sektor manufaktur Singapura dalam memperkuat daya saing, ketahanan, dan pertumbuhan jangka panjang,” ungkap Dr. Zeng Xianting, Direktur Advanced Manufacturing Training Academy. 

Dengan menggabungkan keahlian A*STAR SIMTech dalam manufaktur yang canggih, AI, dan teknologi berkelanjutan dengan relevansi industri mendalam dan wawasan transformasi tenaga kerja dari SMF AMTA.

Melalui program ini  maka para pemimpin (peserta pelatihan) dibekali dengan kepercayaan diri dan kemampuan untuk menerjemahkan teknologi menjadi dampak dan strategi menjadi eksekusi lanjut Dr. Zeng Xianting.

Sementara Direktur Eksekutif di A*STAR SIMTech, Dr. David Low menyatakan bahwa program  yang mereka susun bertujuan untuk membina para pemimpin yang dapat menjembatani ambisi organisasi dengan tindakan dan menerjemahkan teknologi menjadi dampak. 

“Bersama dengan SMF AMTA, kami membekali para pemimpin masa depan untuk menavigasi perubahan teknologi dan membangun sektor manufaktur yang kompetitif di Singapura,” tandas Dr. David Low.

Peluncurkan  program direncanakan pada Maret 2026—merupakan percontohan yang disesuaikan bagi para pemimpin (bisnis dan industri) perempuan dari perusahaan-perusahaan di bawah Komite Perempuan dalam Manufaktur SMF.

Hal itu dilakukan sebagai respons terhadap minat industri yang kuat dalam memperkuat kemampuan kepemimpinan di tengah perubahan teknologi yang cepat. 

Program percontohan itu bertujuan untuk memberdayakan para pemimpin perempuan untuk menavigasi tuntutan yang berkembang dari manufaktur yang didukung AI sambil memajukan keragaman kepemimpinan dan berkontribusi pada ekosistem manufaktur yang lebih inklusif dan tangguh.

Pelaksanaan KTT itu menandai tonggak sejarah satu tahun peluncuran Aliansi MNC–LE, sebuah program yang diinisiasi oleh SMF bekerja sama dengan Enterprise Singapore dan Dewan Pengembangan Ekonomi. 

Sejak awal berdirinya, aliansi itu berfungsi sebagai platform untuk menghubungkan perusahaan multinasional (MNC) dengan perusahaan lokal (LE) untuk bersama-sama menciptakan solusi, mempercepat adopsi teknologi manufaktur canggih, dan meningkatkan adopsi teknologi manufaktur canggih. teknologi, dan membuka peluang bisnis baru.

Untuk memperdalam dan memperluas dampak aliansi, SMF dan mitra ekosistem HP Singapura, serta M Singapura menanda tangani dua nota kesepakatan (MoU). 

MoU dengan HP meresmikan peran perusahaan sebagai mitra strategis dalam Aliansi MNC–LE. Kemitraan bertujuan untuk memperkuat kemampuan manufaktur lokal lebih jauh dengan mendukung LE dalam mengadopsi teknologi canggih, memajukan praktik berkelanjutan, dan meningkatkan daya saing di pasar global. 

SMF dan HP menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengangkat perusahaan manufaktur lokal dan memperkuat Singapura sebagai pusat untuk kreasi bersama, inovasi, dan dampak.

Media kami siap bekerja sama

Kemitraan Federasi Manufaktur Singapura dengan HP merupakan komitmen untuk memperkuat ekosistem manufaktur Singapura. Dengan berbagi keahlian kedua  belah pihak bekerja sama erat dengan perusahaan lokal dengan tujuan untuk mempercepat adopsi teknologi.

“Serta mengembangkan kemampuan baru, dan membuka peluang untuk inovasi dan pertumbuhan global,” tandas Albert Chan, Wakil Presiden, Pengembangan dan Operasi Perlengkapan Inkjet, HP.

Dengan pananda-tandatangan MOU, maka IPI Singapore–anak perusahaan Enterprise Singapore–akan memberikan akses kepada perusahaan untuk mendapatkan ide-ide inovatif, teknologi, dan keahlian konsultasi untuk mendorong pertumbuhan. 

Dengan kolaborasi itu maka para pihak mendukung transfer teknologi, memperluas jangkauan melalui jaringan dan forum bersama, dan mengkatalisasi inovasi melalui landasan peluncuran internasional, memperkuat jalur untuk kolaborasi MNC–LE yang berdampak.

Chief Executive Officer, IPI Singapore, Michael Goh  menyatakan, “Kolaborasi dengan Federasi Manufaktur Singapura ini mencerminkan fokus IPI pada pengembangan inovasi bersama dan peningkatan kemampuan dalam ekosistem manufaktur Singapura.”

“Inovasi berlandasan dengan alasan bisnis yang kuat, itulah sebabnya bekerja lebih erat dengan industri di bawah Aliansi MNC–LE mengubah inovasi menjadi sesuatu yang praktis dan berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perusahaan lokal dan mitra multinasional.”

Sedangkan Wakil Presiden, Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura, John Eng berpendapat bahwa perkembangan global mendorong MNC untuk meneliti bagaimana membangun ketahanan rantai pasokan yang lebih besar dan mengejar pertumbuhan. 

“Saat ini terdapat permintaan lebih besar untuk mitra lokal tepercaya guna mendukung ambisi ini, dan kemitraan yang sukses dan memastikan, kita terus menghasilkan peluang baik bagi bisnis,  tenaga kerja, dan menciptakan situasi yang saling menguntungkan bagi perusahaan, warga Singapura, dan Singapura,” tutur John Eng.

Pihak SMF dan Life3 Biotech juga  meresmikacon peran Life3 sebagai mitra strategis dalam Aliansi MNC-LE dan selanjutnya memperdalam kolaborasi antara MNC dan LE. 

Dengan memanfaatkan keahlian Life3 dalam AI dan bioteknologi—khususnya  dalam bio-manufaktur, kemitraan mereka bertujuan untuk memperkuat kemampuan manufaktur lokal dalam pengembangan bahan makanan fungsional dan berkelanjutan.

Contohnya pengembangan protein dan asam lemak omega-3), bio-material seperti beton dan aspal, dan bio-fuel—alternatif yang efisien sumber daya untuk metode produksi tradisional. 

Kolaborasi para pihak mendukung kemajuan manufaktur yang efisien, berkontribusi pada tujuan keberlanjutan global, dan membantu meletakkan dasar bagi bioekonomi yang lebih hijau dan tangguh.

Sebagai kelanjutan dari komitmen terhadap pendidikan yang mudah diaksesi, Pusat Pembelajaran Korporat (CCL) SMF meluncurkan Program Pembelajaran Mikro (MLP) Pengerjaan Logam yang baru, bekerja sama dengan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (WSHC), khusus untuk sektor pengerjaan logam.

Melalui Sistem Manajemen Pembelajaran, modul multibahasa ini memungkinkan pekerja untuk menyegarkan pengetahuan dan praktik keselamatan mereka, kapan saja, di mana saja melalui perangkat seluler pribadi mereka. 

Dengan mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi ini, program ini membantu pekerja menerapkan prinsip-prinsip keselamatan secara langsung di tempat kerja dan tetap siap untuk sertifikasi ulang, yang secara langsung mendukung Strategi K3 2028 nasional (Singapura).

Melalui inisiatif verifikasi dan pelatihan ini, SMF memperkuat budaya pengoperasian mesin yang aman, memberdayakan bisnis, dan menegakkan standar nasional untuk keselamatan kerja.

Sebagai catatan, bahwa Singapore Manufacturing Federation (SMF) dan Asosiasi Industri Manufaktur Indonesia juga perlu membangun platform kolaborasi tetap—mencakup pertukaran data industri, teknologi, dan kebijakan, khususnya dalam konteks Industry 5.0 dan keberlanjutan.

Oleh karena itu, media seperti www.mmINDUSTRI.co.id berperan strategis sebagai knowledge hub lintas negara—menyebarkan best practice, peluang investasi, serta agenda pameran dan forum manufaktur di Jakarta, Singapura dan Johor.

Penyelenggaraan pameran manufaktur di Jakarta, Singapura, dan Johor sebaiknya diselaraskan dalam satu kalender industri regional sehingga membuka peluang business matching, joint venture, dan alih teknologi.

Transformasi digital harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja Indonesia dan Singapura melalui pelatihan bersama, sertifikasi lintas negara, dan kolaborasi pendidikan industri.

JS-SEZ, Batam–Bintan–Karimun (BBK), serta kawasan industri di Indonesia dapat dijadikan laboratorium kolaborasi bagi perusahaan manufaktur kedua negara untuk membangun rantai pasok regional yang efisien dan berkelanjutan.

Konferensu Manufacturing Day Summit 2026 menegaskan bahwa masa depan manufaktur tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga dibangun kolaborasi, kepemimpinan manusia, dan keberlanjutan. 

Bagi Indonesia dan Singapura, momentum ini adalah peluang strategis untuk membangun kemitraan manufaktur regional yang solid. 

Melalui sinergi antara SMF, asosiasi industri Indonesia, dan para pihak lain memanfaatkan  media (industry) seperti www.mmINDUSTRI.co.id serta pameran manufaktur di ketiga negara, dapat tampil sebagai kekuatan manufaktur global yang adaptif, inklusifF , dan berdaya saing tinggi. 

Sebagai informasi, pengurus SMF dan pihak lain berpeluang bekerja sama dengan kami melalui:  

www.mmNDUSTRI.co.id                                                                                                             www.TechnoMachinews.id                                                        https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/mminddustri                                           www.youtube.com/@mmINDUSTRI                                                                                 www.mmindustri.co.id/insight

Redaksi dengan senang menerima press release dari perusahaan yang berhimpun di SMF dan organisasi-organisasi lainnya. 

Meski SMF tidak menjelaskan secara rinci tentang kehadiran Wakil Menteri Perindustrian Indonesia, Faisol Rizal pada KTT,  itu merupakan indikasi positif yang perlu dicermati oleh para pelaku industri di ASEAN.  

 #SalamSobatmmINDUSTRI 

 

  


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version