Sensor berbasis AI mampu merekam denyut nadi, pernapasan, dan pola aktivitas tanpa kontak fisik. Teknologi inovatif ini menjadi solusi perawatan lansia dan pasien yang lebih aman, nyaman, dan efisien.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer IGD (sumber): Bagaimana Indonesia dapat mengadopsi sistem kesehatan masa depan yang mengubah cara pemantauan pasien dilakukan?
Transformasi digital di sektor kesehatan terus menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan layanan perawatan lansia dan pasien dengan kondisi kronis.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Salah satu terobosan terbaru kini tersedia—hasil temuan para ahli Fraunhofer IGD yakni teknologi CareCam medical dan proyek Smart and Secure AI-based Assistance System for Independent Seniors (SUSI) yang memanfaatkan sensor berbasis kecerdasan buatan (AI).
Penggunaan AI bertujuan untuk memantau kondisi vital pasien tanpa kontak langsung.
Teknologi ini memungkinkan pengukuran denyut nadi, laju pernapasan, variabilitas detak jantung, suhu permukaan tubuh, hingga pola aktivitas secara berkelanjutan tanpa perlu memasang perangkat pada tubuh pasien.
CareCam medical menggunakan kombinasi berbagai sensor canggih seperti kamera untuk mendeteksi perubahan warna kulit yang sangat kecil, sensor kedalaman dan LiDAR untuk memantau pergerakan pernapasan, serta sensor termal untuk menganalisis suhu tubuh.
Data yang dikumpulkan kemudian diproses oleh sistem AI yang mampu mengenali pola-pola tertentu dan mendeteksi perubahan kondisi kesehatan secara dini.
Keunggulan utama teknologi ini adalah kenyamanan dan efisiensi. Pasien tidak perlu menggunakan alat tambahan yang sering kali menimbulkan ketidaknyamanan, sementara tenaga kesehatan memperoleh informasi yang lebih lengkap dan real-time mengenai kondisi pasien.
Sistem juga dapat membantu perawat memprioritaskan tindakan berdasarkan perubahan aktivitas atau tanda-tanda vital yang terdeteksi.
Melalui proyek SUSI, teknologi ini dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung lansia yang tinggal mandiri di rumah atau tanpa kehadiran orang lain.
Selain memantau kesehatan, sistem mampu memberikan pengingat jadwal obat dan janji temu dokter, serta mengirimkan informasi kepada anggota keluarga apabila diperlukan.
Seluruh data diproses secara lokal sehingga privasi pengguna tetap terjaga dan pengguna memiliki kendali penuh atas informasi yang dibagikan
Jumlah usia lanjut meningkat di Indonesia
Bagi Indonesia yang tengah menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia, teknologi semacam ini berpotensi menjadi solusi strategis untuk memperkuat layanan home care, telemedicine, dan pemantauan pasien jarak jauh.
Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Mei 2026, jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa.
Oleh karena itu, pemanfaatan AI dan sensor tanpa kontak justru membantu mengurangi beban tenaga kesehatan yang masih terbatas di berbagai daerah.
Sensor yang didukung AI memungkinkan perekaman denyut nadi, pernapasan, dan pola aktivitas tanpa kontak. Akuisisi data vital tanpa kontak untuk perawatan dan penggunaan di rumah: Fraunhofer IGD memperkenalkan teknologi bantuan terbaru itu pada pameran DMEA 2026.
CareCam medical ditempatkan pada rangka tempat tidur memungkinkan pemantauan pasien tanpa kontak dan berkelanjutan tanpa sensor yang dikenakan di tubuh.
CareCam medical memainkan peran sentral dalam sistem ini. Sistem ini memungkinkan perekaman parameter vital tanpa kontak, seperti denyut nadi, laju pernapasan, variabilitas detak jantung, dan pola gerakan, menggunakan berbagai sensor dan metode analisis berbasis AI.
Sensor dapat dipasang secara modular pada bagian tegak tempat tidur perawatan atau rumah sakit, memungkinkan pemantauan terus menerus tanpa memerlukan perangkat tambahan langsung pada tubuh pasien, seperti yang terjadi pada banyak metode pemantauan tradisional.
Antara lain, sistem berbasis kamera digunakan untuk menganalisis perubahan warna kulit minimal, sensor kedalaman dan LiDAR untuk mendeteksi gerakan pernapasan, dan sensor pencitraan termal untuk menganalisis suhu permukaan.
Selain itu, pola gerakan di tempat tidur atau perubahan aktivitas dapat direkam secara terus menerus.
Data sensor dianalisis secara terus menerus menggunakan AI. Pola karakteristik diekstrak dari sinyal pengukuran individual dan digabungkan. Hal ini memungkinkan, misalnya, deteksi perubahan parameter vital atau pola aktivitas yang dapat mengindikasikan perubahan kesehatan.
“Pengumpulan data vital tanpa kontak membuka kemungkinan baru untuk perawatan kesehatan,” jelas Dr.-Ing. Gerald Bieber dari Fraunhofer IGD.
“Sistem ini dapat digunakan baik di lingkungan rumah maupun di rumah sakit, untuk mendukung staf perawat dengan informasi tambahan tentang kondisi pasien.”
Salah satu aplikasi yang mungkin adalah mendukung proses keperawatan. Sistem bantuan digital, misalnya, dapat menganalisis pola aktivitas di tempat tidur, mendeteksi perubahan pernapasan, atau memberikan indikasi kelainan kesehatan.
Informasi ini dapat membantu pengasuh memprioritaskan pekerjaan harian mereka dan bereaksi lebih cepat terhadap situasi kritis.
Bantuan cerdas bagi usia lanjut hidup mandiri
Salah satu contoh aplikasi praktis dari penelitian ini adalah proyek yang baru diluncurkan dan didanai ZIM, SUSI.
Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan sistem bantuan cerdas untuk lingkungan rumah yang mendukung lansia dalam kehidupan sehari-hari mereka dan dapat mendeteksi perubahan status kesehatan mereka pada tahap awal.
SUSI menggabungkan berbagai sensor dengan metode kecerdasan buatan dan dibangun di atas teknologi untuk pengumpulan data vital tanpa kontak.
Sistem ini dapat menganalisis denyut nadi, pernapasan, dan pola gerakan, antara lain, dan mendapatkan tren dalam status kesehatan.
Sistem ini memberikan pengingat untuk pengobatan atau janji temu dokter dan dapat memberi tahu anggota keluarga jika diinginkan. Tujuannya bukan untuk membuat diagnosis medis, tetapi untuk mengidentifikasi potensi perubahan sejak dini.
Fokus khusus diberikan pada perlindungan privasi. Data sensor selalu dianalisis secara lokal di perangkat. Pengguna memutuskan sendiri informasi mana yang dibagikan.
Dalam jangka panjang, teknologi semacam ini juga dapat menjembatani kesenjangan antara perawatan di rumah dan perawatan klinis.
Jika data kesehatan dikumpulkan dalam kehidupan sehari-hari, informasi ini dapat memberikan wawasan tambahan tentang perjalanan kesehatan pasien selama rawat inap di rumah sakit, sehingga mendukung keputusan medis.
Proyek SUSI diimplementasikan bersama dengan Deep Care GmbH dan Universitas Sains Terapan Offenburg.
Sementara Deep Care mengembangkan platform perangkat keras modular, Universitas Sains Terapan Offenburg mengerjakan konsep interaksi yang ramah pengguna dan agen AI yang empatik.
Tim ahli Fraunhofer IGD menyumbangkan keahliannya dalam akuisisi data vital tanpa kontak dan analisis data kesehatan yang didukung AI. Bagaimana teknologi ini diterapkan di Indonesia?
Pemerintah perlu mendorong regulasi dan insentif untuk pengembangan teknologi pemantauan kesehatan berbasis AI yang aman dan sesuai standar perlindungan data pribadi.
Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan sebaiknya mulai melakukan pilot project pemantauan pasien tanpa kontak guna meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional.
Perusahaan teknologi kesehatan nasional perlu berkolaborasi dengan universitas dan lembaga riset untuk mengembangkan solusi serupa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Penyedia layanan home care dapat mengintegrasikan sistem pemantauan berbasis AI untuk meningkatkan kualitas perawatan lansia di rumah.
Masyarakat dan keluarga lansia perlu meningkatkan literasi digital agar dapat memanfaatkan teknologi kesehatan secara optimal tanpa mengabaikan aspek privasi dan keamanan data.
Teknologi sensor berbasis AI tanpa kontak seperti CareCam medical dan SUSI menunjukkan bahwa masa depan layanan kesehatan akan semakin proaktif, personal, dan efisien.
Kemampuan memantau denyut nadi, pernapasan, serta aktivitas pasien secara berkelanjutan tanpa perangkat yang menempel di tubuh membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas perawatan lansia dan pasien di rumah maupun rumah sakit.
Bagi Indonesia, adopsi teknologi ini dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan penuaan penduduk, keterbatasan tenaga kesehatan, serta kebutuhan layanan kesehatan yang lebih modern, terintegrasi, dan berpusat pada pasien. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form