Plastics & Rubber Indonesia 2018: Sepi Pengunjung Rugikan Eksibitor
Rayendra L. Toruan
Tiap tahun, penyelengaraan pameran bertema plastik dan karet diselenggarakan oleh lebih dari 3 event organizer berdampak terhadap jumlah pengunjung. Misalnya suasana pameran Plastics & Rubber Indonesia 2018 sepi. Keadaan itu merugikan peserta. Industri karet pun kurang perhatian.
Manajemen Italian Trade Agency (ITA) Jakarta bersama ACiMGA dan para pebisnis dari Italia dan Indonesia. Para pebisnis menjajaki kolaborasi untuk meningkatkan hubungan dagang Italia-Indonesia (Foto: Rayendra L. Toruan)
Industri kemasan plastik cukup berpotensi di Indonesia. Apa lagi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memasukkan industri kemasan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional tahun 2015-2019.
Angela Burgio fokus mengurus dan membantu bisnis 62 perusahaan pembuat mesin plastik—termasuk industri pendukung—yang tergabung dalam ACiMGA (Associazione constructtori Italiani machine I’ind grafica) atau Italian Association of Manufacturers of Machinery for Graphic, Converting and Paper Industry. Biasanya, tiap asosiasi permesinan di Italia—jika ada dari anggotanya mengikuti pameran lebih dari 6 perusahaan, menurut Angela, ACiMGA mengutus salah satu untuk mewakili asosiasi itu agar dapat mengamati bisnis yang dapat dikembangkan di negara lokasi pameran seperti Indonesia. Angela berusaha memahami betul misi dan visi tiap perusahaan—termasuk cara kerja mesin seperti kamera yang dapat melihat produk yang cacat ketika proses produksi berlangsung. “Mesin akan langsung mengesampingkan produk cacat itu,” cerita Angela Burgio. Ia rajin menjelaskan informasi kepada para pengunjung pavilun Italia Trade Agency Jakarta dan ACiMGA (Foto: Rayendra L. Toruan)
Dr. Allesandro Liberatori Komisioner Italian Trade Agency (ITA) sudah 3 tahun bekerja di kantor di Jakarta. Apa yang dilakukannya untuk meningkatkan nilai perdangan antara Indonesia dan Italia? “Kita harus gencar mempromosikan keunggulan teknologi dan mesin buatan Italia. Saya promosikan kekuatan pasar di Indonesia,” tutur Liberatori yang masa tugasnya tinggal setahun lagi di Indonesia. Pada pameran tahun 2018, Liberatori melokasikan 6 perusahaan di pavilun ITA berkerja sama dengan ACiMGA (Italian Manufacturers Association for the Graphic Converting and Paper Industry). Informasi peluang bisnis, jelas Liberatori, kami siapkan bagi pebisnis di Indonesia. Ia mengaku kualitas mesin buatan Italia tak kalah dari mesin Jerman, dan harganya bersaing. ITA adalah bagian dari Kedutasan Besar Italia dan selalu proaktif mengirim para pebisnis dan jurnalis dari Indonesia dan negara lain mengunjungi pameran yang diselenggarakan Italia (Foto: Rayendra L. Toruan)
Jörg Kullwitz yang memimpin penjualan mesin cetak buatan perusahaan UTECO Converting khusus di pasar Asia Pacifik—mengaku sudah menjual mesin cetak sebanyak 15 mesin di Indonesia—termasuk yang diapliksikan pada kemasan yang fleksibel. Jörg Kullwitz tidak menggelar mesin buatan perusahaan yang bermarkas di Italia, hanya menempelkan poster mesin di dinding booth. Dia menawarkan mesin Crystr yang didesain khusus aplikasi kemasan cetak rotografis, mesin injek, hibrida—dioperasikan secara digital. Pabrik pembuatan mesin milik grup UTECO berada di tiga lokasi, dan pabrik ke-4 dibangun pada tahun 2019. UTECO menunjuk PT GUNADARMA SANTIKA sebagai distributor utama di Indonesia (Foto: Rayendra L. Toruan)
Dari kiri Hendra Tjhin dan Iven Adrian—keduanya dari PT Anta Tirta Karisma dengan logo FLEX live dan merupakan mitra bisnis Dinesh Muzumdar Managing Director Rossini India Printing Rollers yang bermarkas di Maharashtrta, India. Sedangkan Paolo Mesturini Managing Dirfector Rossini Erminio Printing Rollers yang berkantor di Shenzhen, China. Ke-empat pebisnis ini memperkenalkan produk buatan Rossini perusahaan yang berkantor pusat di Milano, Italia (Foto: Rayendra L. Toruan)
Dinesh Muzumdard Managind Director Rossini India Printing Rollers (kiri) bersama rekan bisnisnya Hendra Tjhin dari FLEX Live (Indonesia)—keduanya memegang produk berbentuk gulungan—disebut rolls dan sleeves—yang digunakan untuk semua mesin percetakan, laminating, dan coating. Selain itu, kedua pebisnis yang mewakili grup Rossini S.P.S berlokasi di Milano, Itlaia, juga menawarkan sleeve storage system, grinding , machines, dan pembersih bernama central flexo drum (Foto: Rayendra L. Toruan)
Apa kaitan gadis pemanah dengan mesin cetak untuk industri buatan GrafiKontrol S.P.A perusahaan yang berlokasi di Milano, Italia? Sambil menatap poster seorang wanita fokus memanah target, Andrea Toshi GrafiKontrol Area Manager tersenyum dan kemudian bertutur, “Gambar wanita pemanah itu merupakan filosif perusahaan kami. Mesin dan produk yang kami buat harus terkontrol (kualitas) dan sangat memerhatikan presisi, satu kesalahan misalnya nol, koma nol nol satu, tidak boleh di perusahaan kami,” jelas Andrea. Salah satu cara mengawasi atau mengontrol kesalahan—pada produk—dengan menggunakan kamera di atas lini produksi. Jika kamera menangkap satu produk yang salah, maka data itu disampaikan ke alat penolak. Kamera dilengkapi aplikasi yang berguna pada sistem dan prosess produksi serta pekerjaan lainnya. PT Dwi Permata Sakti Sukses bertindak sebagai agen dan distributor GrafiKontrol di Indonesia (Foto: Rayendra L. Toruan)
Alberto Gori Sales Manager Acigraf Graphic Equipmebts S.R.L perusahaan yang berlokasi di Ornago, Italia. Salah satu produknya adalah galvanic plants mod dengan menggunakan teknologi inovasi—salah satu sumber inspirasi bagi bisnis Acigraf. Mesin diproduksi dengan teknologi modern dan canggih—merupakan pemimpin di sektor yang sama dengan perusahaan lainnya. Salah satu mesin unggulan lainnya adalah Super Perfast digunakan untuk merapikan silinder rotogravure. Mesin ini bekerja otomatis—semua operasional dilakukan dalam satu langkah dengan kecepatan tertinggi dan menjamin toleransi geometrik yang akurat (Foto: Rayendra L. Toruan)
Giuseppe Carretti Area Sales Dirfectror GAMA INTERNATIONAL S.R.I perusahaan yang berlokasi di Milano, Italia. Pak Giuseppe memperlihatkan beberapa produk unggulan perusahaannya yakni alat elektronik yang berguna sebagai alat pengontrol tinta proses pada industri grafik (lihat gambar berwarna hitam). Perusahaan ini menyediakan tinta yang digunakan mesin percetakan. GAMA memperkenalkan berbagaimacam sistem—seperti teknologi getar canggih dan produk berupa G26 dan G29—tinta berbasis air dengan sistem kontrol suhu tinta, sistem kontrol pH , sistem kuantitas tinta, dan sebagainya. Mau menjadi distributor GAMA di Indonesia? (Foto: Rayendra L. Toruan)
Perusahaan OMET adalah manufaktur yang mensuplai para pelaku industri di bidang flexographic, proses mesin cetak yang dikombinasi khususnya pada proses pembuatan label andesif, juga pada kartun dan kemasan fleksibel. OMET membuat mesin cetak yang mengantarkan produk all-in-one-pass untuk mengurangi waktu dan limbah material ketika dilakukan pergantian dan operasi. OMET berusaha mempermudah proses konversi sekali jalan sehingga lebih hemat biaya penanganan. Di Indonesia, OMET diwakili oleh PT Jet Technologies Indonesia (Foto: Rayendra L. Toruan)
Daniel D. Widodo memperkemalkan atap dingin yang terbut dari bahan campuran plastik dan kayu yang dipres bustan PT SUMBER DAJA PERKASA. Perusahaan yang berdiri pada tahun 2004, menurut Daniel, merupakan produsen pertama di Indonenesia. Salah satu contoh produknya adalah formax roof yang terbuat dari bahan uPVC, UV protection dan heat stabilizer yang diproses dengan mesin berteknologi tinggi. Bahan ini sesuai digunakan pada dinding rumah, atap, plafon, dan daun pintu/jendela. Selain kuat, produk ini praktis saat dipasang dan anti karat. “Yang mau renov rumah, cocok gunakan produk ini,” imbuh Daniel (Foto: Rayendra L. Toruan)
Rahayu Indah Syahfitri antusias menceritakan peran ADUPI yakni Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia sehingga lingkungan kita semakin bersih dan menciptakan peluang bisnis bagi masyarakat. “Bank Sampah termasuk anggota kami,” cerita Rahayu. ADUPI berdiri di Surabaya tahun 1995. Cukup lama, tapi jarang muncul ke permukaan, kenapa? Fitri panggilan akrab Rahayu menjelaskan, hal itu disebabkan kesibukan pengurusnya di bisnis masing-masing. Apakah pemulung bisa menjadi anggota? Rahayu tersenyum (Foto: Rayendra L, Toruan)
Gambar di atas merupakan beberapa jenis bahan plastik yang diproduksi Langgeng Jaya Fiberindo yang berlokasi di Cikumpa, Tangerangm Banten. Perusahaan yang berdiri pada tahun 2006 itu, memroduksi PET flake, fiber, biji plastik nonwoven. Kapasitas produksi mencapai 18.000 ton fiber dan 42.000 ton plastik daur ulang masing-masing tiap tahun. Biji plastik buatan Langgeng Jaya ini digunakan misalnya untuk bahan baku geotextile, bahan bedding nonwoven, produk interior kendaraan, daan sebagainya (Foto: Rayendra L. Toruan)
Sebagai sarjana teknik industri, Maria Situmorang memahami seluk-beluk proses produksi kemasan plastik dengan menggunakan mesin buatan PT International Machinery perusahaan yang didirikan oleh pengusaha asal Korea Selatan. “Ini seratus persen butan Indonesia,” tutur Maria. Artinya, mesin yang sedang diperagakan mencetak kantong plastik atas nama Huaying Soft-Packing Equipment Plan Ltd,sepenuhnya dibuat para sarjana teknik di Indonesia. Pengarahan teknologi—seperti rancang bangun—memang dipandu oleh insinur asal Korea. Perusahaan ini mempunyai business brand dengan iMac—juga memiliki beberapa anak usaha—termasuk mennual mesin buatan China (Foto: Rayendra L. Toruan)
Di Indonesia, menurut catatan Kemenperin jumlah industri plastik di Indonesia mencapai lebih 925 perusahaan. Sementara perusahaan karet menurut Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), beroperasi 130 perusahaan.
Sejalan dengan pertumbuhan industri pangan olahan (makanan dan minuman), elektronik, dan manufaktur (otomotif) yang membutuhkan kemasan dan bahan baku, industri plastik dan karet berpeluang ditingkatkan menjadi potensi besar di Indonesia.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Salah satu cara dengan penggunaan teknologi dan mesin berbasis digital disruption. Makanan dan minuman yang ingin dipasarkan di tingkat internasional, desain kemasan dan label termasuk faktor penentu daya saing.
Akan tetapi, Indonesia masih bergantung pada bahan baku (plastik) impor. Sesuai dengan rencana pemerintah untuk melepaskan ketergantunag pada impor raw materials, para pelaku industri kemasan (plastik) berpeluang memanfaatkan peluang.
Peluang itu dapat dimanfaatkan oleh perusahaan lokal tentunya dengan menggunakan mesin dan alat industri yang sesesuai dengan era Industry 4.0 atau Making Indonesia 4.0 besutan Kemenperin.
Apakah pameran Plastics & Rubber Indonesia 2018 yang diselenggarakan perusahaan lokal yang sahamnya didominasi asing (Inggeris) dapat menjawab atau memenuhi harapan pelaku industri plastik dan karet di Indonesia?
Sikurtip dari laman penyelenggara yang menjanjinkan mendatangkan 13.000 buyers dan profesional selama 4 hari ke lokasi pameran di Kamayoran. Namun, rencana event organizer itu diragukan oleh beberapa peserta dari India, Korea, Thailand, dan negara-negara lain.
“Saya banyak ngantuk … terpaksa cari kopi di luar booth,” ujar seorang peserta pameran. Ia mengatakan, pameran sangat sepi pengunnjung. Jika diklasifikasi, kebanyakan pengunjung adalah umum bukan buyers dan profesional seperti dijanjikan oleh event organizer (EO).
“Tampaknya EO pandai berpameran tapi kurang memahami keadaan industri sektor plastik dan karet di Indonesia,” pendapat peserta lain.
Peserta dari Eropa umumnya tidak membawa mesin yang digelar di booth masing-masing—hanya memutar video dan memajang X-banner atau poster. Semenatra perusahaan dari China, Taiwan, dan negara lain di Asia, mengoperasikan mesin-mesin untuk menarik perhatian pengunjung.
Berbeda dengan penyelenggaraan pameran di Jerman, misalnya di Hannover, jarang melakukan transaksi (pembelian mesin), namun pameran-pameran di Indonesia seperti pada Plastics & Rubber Indonesia 2018berlangsung transaksi pembelian. Mesin yang sudah terjual ditandai tulisan: SOLD
Menurut peserta selama pameran harga jual mesin diberi diskon yang menarik. Apakah unsur pajak telah dimasukkan dalam paket penjualan? Peserta itu enggan menjawabnya secara gamblang.
Stan rycling machine menonjol di antara peserta—terutama dari China dan Taiwan. Sedangkan peserta dari negara lain, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Turki, India, Italia, Korea Selatan Jerman, dan Jepang, mengenalkan mesin injeksi, robot, dan teknologi—termasuk bahan pendukung.
Indonesia? Kebanyakan peserta dari Indonesia justru bertindak sebagai distributor dan agen yang mewakili perusahaan asing. Pameran ini pun melibatkan beberapa asosiasi dan gabungan perusahaan terkait. Artinya, para pengusaha belum tertarik menggeluti pembuatan mother machine.
Sektor karet tampaknya “kurang” mendapat perhatian. Penyelenggara pameran selalu menonjolkan tema Plastics & Rubber sejak 31 tahun berpameran, namun pelaku industri karet kurang menonjol seperti industri kemasan plastik yang demikian dominan.
Kita butuh data atau analisis, apa kaitan kondisi bisnis karet di Indonesia dengan industri karet dan pendukungnya? Sekadar catatan, hampir 85 persen dari total produksi karet di Indonesia diekspor.
Jika mesin canggih dan tekonologi pengolahan karet diterapkan, nilai jual produk pun akan meningkat. Pelaku indstri otomitif—seperti kendaraan—tentu tidak akan membeli mesin plastik buatan negara-negar lain.
Penyelenggara pameran pun tidak mengungkapkan gambaran perkembangan sektor karet yang sesungguhnya di Indonesia. Bagaimana pendapat beberapa perusahaan dari negara lain dan Indonesia?
Simak penjelasan beberapa peserta dari perusahaan Acigraf Graphic Equipment, Gama International, Grafikakontrol, Omet, Rossini, Uteco Converting—dari Italia yang didukung oleh Italian Trade Agency (Kedutaan Besar Italia Jakarta) dan ACiMGA.
Sementara dari Indonesia adalah PT SumberDjaja Perkasa, Langgeng Jaya, Adupi, PT Victory Blessing Indonesia, PT Star Seiki Indonesia, dan PT International Machinery salah satu perusahaan yang membuat mesin kemasan plastik berlokasi di Bekasi.
Kuzey Global Thermoforming Machinrd, Toshiba Machine, Yushin Precision Equuipment, Flying Tiger KJ, Taewood, Shantou Mengxing Package Machinery, Korea Plastic Single Association, Join Decal, Ilshinwells, Joong Ang Coorporation, Geording, dan Union J Plus—juga punya cerita menarik.
Tidak ketinggalan peluang bisnis dengan Jin Chang Plastic Machinery, Zhejiang Bimetal Machibery, dan Foshan Bekwell Intelligent Equipment.
Bagaimana upaya Angela Burgio gadis Italia yang menangani ACiMA (Associazione constructtori Italiani machine I’ind grafica) beranggotakan 62 perusahaan dan Dr. Allesandro Liberatori Komisioner Italian Trade Agency untuk meningkatkan nilai perdangan antara Indonesia dan Italia?
Simak cerita singkat dalam bentuk galeri foto-foto yang menarik, silakan mencari peluang bisnis dengan mereka.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form