Apa peran pembelajaran teknologi algoritma pada proses pembuatan sistem chip spectrum yang menurut para ahli, alat yang bermanfaat dan perlu ini dapat diproduksi secara massal pada tahun 2024.

Penulis/editor: Rayendra L. Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Jika chip spectrometer dapat diintegrasikan ke dalam smartphone, misalnya, kita harus memikirkan lebih dari sekadar ukuran.
Pengoperasian harus mudah dan intuitif dan sistem selanjutnya harus memberikan evaluasi yang jelas kepada pengguna.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Para peneliti telah mengembangkan sebuah konsep dengan menggunakan pembelajaran teknologi algoritma yang cerdas.
“Jika banyak orang menggunakan teknologi pembelajaran algoritma, maka sistem mudah belajar dengan cepat,” tutur Dr Alexander Weiß pakar yang mengepalai Departemen Integrasi Multi Perangkat Fraunhofer ENAS.
Pengguna hanya perlu mengeluarkan ponsel, selanjut mulai menggunakan chip spectrometer melalui aplikasi khusus dan memegangnya serta mengarahkan ke atas sebutir pil atau tablet/kapsul.
Alat akan melihat instruksi yang memandunya dan bekerja melalui proses pengukuran.
Alat spectrometer menghasilkan spektrum secara otomatis dan perangkat lunak membandingkannya dengan spektrum referensi yang telah dimasukkan sebelumnya ke dalam database spesialis.
Semakin banyak orang yang datang untuk menggunakan sistem, semakin besar kemungkinan untuk membuat perbandingan.
Pengguna hanya melihat hasilnya, apakah obat asli atau palsu, misalnya. Hal lain yang mencuat adalah biaya produksi spectrometer yang telah dipertimbangkan oleh para peneliti sejak awal.
“Kami merancang spectrometer dengan cara yang memungkinkannya diproduksi secara massal sehingga ongkos produksi lebih irit asalkan menggunakan teknologi rekayasa sistem mikro konvensional. Pabrikan dapat menggunakan proses yang standar pada jalur fabrikasi besar,” papar Dr Alexander Weiß, ilmuwan senior Fraunhofer ENAS itu.
Para peneliti menghasilkan chip spectrometer pertama dan memberikan bukti c konsep. Sejumlah karakterisasi yang berbeda telah menjadi agenda para peneliti.
Apakah masing-masing komponen bergerak seperti yang kita inginkan? Apakah cahaya yang digabungkan ke dalam pandu gelombang ditransmisikan sebagaimana mestinya?
Peralatan yang diperlukan untuk karakterisasi ini telah dibiayai oleh Research Fab Microelectronics Germany. Jika investigasi ini berjalan seperti yang diharapkan, alat spectrometer tersebut dapat diluncurkan ke pasar massal dalam waktu sekitar dua tahun mendatang yakni tahun 2024.
Berkat temuan para ahli di Fraunhofer ENAS yang merupakan mitra untuk membuat sistem dan teknologi di bidang integrasi sistem cerdas dengan menggunakan teknologi mikro dan nano.
Kekuatan khusus Institut Fraunhofer untuk Sistem Nano Elektronik ENAS terletak pada pengembangan sistem terintegrasi yang cerdas meski aplikasi yang digunakan saling berbeda.
Fraunhofer ENAS mengembangkan komponen tunggal, teknologi untuk pembuatannya serta konsep sistem dan teknologi integrasi sistem dan mentransfernya ke dalam produksi.
Lembaga ini pun menawarkan layanan penelitian dan pengembangan mulai dari ide, melalui pengembangan atau realisasi desain dan teknologi berdasarkan teknologi yang sudah mapan hingga prototipe yang telah diuji.
Sebagai pendalaman informasi yang menambah wawasan, kita amati bagaimana spectrometer optik digunakan misalnya dalam spektroskopi.
Alat spectrometer digunakan dalam spektroskopi untuk menghasilkan garis spektral dan mengukur panjang gelombang dan intensitasnya. Spectrometer beroperasi pada rentang panjang gelombang non-optik yang luas, dari sinar gamma dan sinar-X hingga inframerah jauh.
Semua bahan menyerap dan memantulkan panjang gelombang cahaya yang berbeda dengan pola karakteristik—sidik jari spektral.
Teknologi diagnostik optik yang memanfaatkan informasi spektral ini banyak digunakan dalam ilmu kehidupan, memungkinkan kita memperoleh informasi kimia dan biologi dalam metode non-destruktif tanpa mengambil spesimen fisik.
Akan tetapi, arena ukuran dan biaya peralatan, (spektrometer optik), diagnostik optik dengan potensi keuntungan yang signifikan ini (“non-invasif”) secara historis terbatas pada laboratorium terpusat untuk ilmuwan dan insinyur dengan protokol pengujian berskala.
Tidak seperti spektrometer optik saat ini yang besar dan mahal (~ukuran desktop dan mencapai US$3.000~US$30.000), chip Sensor Spectrum dirancang dengan ukuran sekitar 5 mm x 5 mm x 2 mm, dan dengan pecahan (kurang dari 1/100) dari biaya solusi konvensional.
Biayanya yang terjangkau akan membuat chip spectrum sensor cocok untuk disematkan pada perangkat pemantau kesehatan pribadi atau wearable.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form