mmINDUSTRI.co.id

Penggemar K-pop: Industri Hiburan Hijaukan Bumi!

Melalui Kpop4Planet, penggemar K-pop mendesak 4 perusahaan seperti HYBE pro-aktif  menciptakan industri musik yang lebih ramah lingkungan, bukan mencemari dunia secara massif dengan kemasan plastik dan merchandise.

Mewakili Kpop4Planet, penggemar K-pop di Seoul, Korea Selatan melakukan unjuk rasa di depan kator pusat perusahaan (industri) hiburan HYBE (Foto/@: Kpop4Planet)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Kpop4Planet Indonesia (sumber): Kenapa penggemar K-pop dari seluruh penjuru dunia—termasuk Indonesia, menantang HYBE salah satu perusahaan hiburan besar sekaligus agensi bintang K-pop global BTS?

Ketiga perusahaan lainnya adalah YG, SM, dan JYP—juga bermarkas di Korea Selatan—tak luput dari protes pengemar K-pop.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Apakah pernah berpikir bagaimana industri musik dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan?

Industri (hiburan) musik menghasilkan lebih dari 4 juta ton CO2 setiap tahun, ini menurut sebuah studi terbaru.

Bayangkan seorang penggemar K-pop bersemangat membeli album fisik favoritnya, dan tentu menyadari bahwa kemasan plastiknya akan berakhir di tempat pembuangan sampah. Berapa ratus ton plastik yang digunakan HYBE dan industri lainnya untuk kemasan album mereka?

Oleh sebab itu, para penggenar  K-pop meminta agar HYBE bertindak sebagai pemimpin perusahaan untuk melakukan transformasi hijau di lingkungan industri K-pop dan tentu di negara-negara yang kebajiran aliran music K-pok.

HYBE dan 3 perusahaan hiburan lainnya harus mengakhiri praktik penjualan album fisik secara besar-besaran  yang berdampak pada menggunungnya sampah plastikc di seantero dunia.

Tuntutan ini disampaikan dalam aksi damai penggemar K-pop yang kampanye dikoordinasikan oleh  Kpop4Planet di depan kantor pusat HYBE di Seoul, Korea Selatan belum lama ini.

Perwakilan menyerahkan hasil survei dari 2024 Sustainable K-pop Award. Penghargaan itu merupakan hasil pemungutan suara penggemar K-pop secara global yang dilaksanakan pada November – Desember 2024.

Penyerahan plakat itu merupakan bagian dari kampanye Kpop4Planet: Plastic Album Sins yang mengharuskan perusahaan-perusahaan hiburan seperti HYBE sesegera  mungkin menghapus praktik promosi pembelian album fisik secara massal dan massif.

Alasan penggemar K-pop menantang HYBE dan perusahaan lain agar mereka lebih ramah lingkungan karena beberapa alasan utama yang meliputi:

Industri K-pop terkenal dengan penjualan album fisik yang massif dan menghasilkan banyak sampah plastik. Penggemar menuntut HYBE dan perusahaan hiburan lainnya untuk mengurangi produksi album fisik dan beralih ke format yang lebih ramah lingkungan demikian laporan ladiestory.id

Beberapa taktik penjualan seperti menjual photocard secara acak, sistem undian untuk fansign, dan mengeluarkan beberapa versi album mendorong penggemar untuk membeli album secara massal yang tentu saja meningkatkan volume sampah plastik lapor tafenpah.com

Kesadaran akan isu lingkungan semakin meningkat seperti diungkapkan oleh penggemar K-pop. Mereka ingin melihat perubahan nyata dalam praktik industri hiburan  yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan kutip laman ladiestory.id

Seperti apa ciri-ciri perusahaan hiburan yang tidak ramah lingkungan dan contohnya?

Perusahaan hiburan menggunakan banyak plastik dalam produksi album, merchandise, dan dalam bentuk kemasan. Industri hiburan tidak mengadopsi praktik ramah lingkungan dalam produksi dan distribusi, sehingga menghasilkan emisi karbon yang tinggi.

Perusahaan tidak memberikan laporan keberlanjutan atau tidak transparan tentang dampak lingkungan dari operasi mereka. Perusahaan menggunakan taktik penjualan yang mendorong penggemar untuk membeli produk secara massal yang otomatis meningkatkan limbah.

Kemasan bahan singkong dari Indonesia

Industri K-pop, termasuk perusahaan seperti HYBE, menggunakan jumlah plastik yang signifikan dalam produksi album fisik dan merchandise. Pada tahun 2022, penggunaan plastik untuk produksi album fisik K-pop mencapai lebih dari 800 ton demikian sebuah sumber.

Bahkan, laporan lain menunjukkan bahwa sampah plastik dari CD album fisik K-pop saja mencapai 1.395 ton pada tahun 2022. Angka ini mencakup produksi CD, kartu foto, dan pembungkus vinyl.

Oleh karena itu, penggemar K-pop memprotes HYBE yang meski memiliki visi untuk hiburan yang berkelanjutan, HYBE masih dikritik karena peningkatan penggunaan plastik dalam produksi album dan praktik penjualan yang tidak ramah lingkungan tulis tafenpah.com

Beberapa perusahaan hiburan besar lainnya seperti SM Entertainment, YG Entertainment, dan JYP Entertainment juga menerima kritik serupa terkait penggunaan plastik dan praktik penjualan yang tidak ramah lingkungan.

Praktik tersebut meliputi sistem undian untuk fansign, menjual photocard secara acak, dan mengeluarkan beberapa versi album dari rilisan yang sama.

“Penggemar K-pop secara konsisten mendesak perusahaan hiburan untuk menghentikan praktik penjualan yang tidak berkelanjutan dan melindungi planet kita,” kata Nayeon Kim, juru kampanye Kpop4Planet di Korea Selatan.

Pongdang, Penggemar K-pop dan influencer di X dari Korea Selatan, juga mengungkapkan hal senada.

“Strategi pemasaran kotor yang dilakukan oleh perusahaan hiburan—dipicu persaingan penjualan album yang justru menimbulkan kemarahan di kalangan penggemar. Semakin beragamnya photocard yang dikeluarkan perusahaan,” tandas Pongdang.

Selain  membebani keuangan penggemar, lanjut Pongdang berdampak negatif terhadap lingkungan. HYBE dan perusahaan hiburan lainnya perlu memikirkan alternatif yang masuk akal dan berkelanjutan.

Lebih dari 10 ribu penggemar di seluruh dunia memberikan suara melalui program The 2024 Sustainable K-pop Award. HYBE menerima suara terbanyak dalam dua kategori penghargaan.

Pertama, kategori Perusahaan Hiburan ‘Terpanas’ Tahun 2024 yang menyoroti perusahaan-perusahaan dengan taktik pemasaran album yang berdampak signifikan terhadap produksi sampah plastik di industri K-pop.

Kedua, kategori Sustainable Fan-call Rookie, yang mencerminkan pengakuan penggemar terhadap potensi perusahaan untuk memimpin praktik berkelanjutan dalam penjualan album.

Peringkat Perusahaan Hiburan ‘Terpanas’ Tahun 2024 adalah 1. HYBE (5,071 suara); 2. YG (2,442 suara); 3. SM (1,789 suara); dan 4. JYP (738 suara)—keempat perusahaan ini berbasis di Korea Selatan.

Sedangka kategori   Peringkat Sustainable Fan-call Rookie adalah 1. HYBE (3,712 suara); 2. YG (2,692 suara); 3. SM (2,230 suara); dan 4. JYP (1,406  suara).

Hasil Pemungutan Suara 2024 Sustainable K-Pop Awards dengan total 10,040 suara. Hasil ini sejalan dengan tren industri (hiburan)  yang lebih luas mengacu survei yang dilakukan oleh Kpop4Planet pada Agustus 2024.

Hasil survei terhadap 12 ribu penggemar di Korea Selatan dan di seluruh dunia mengidentifikasi sistem undian untuk fansign sebagai salah satu taktik pemasaran paling bermasalah yang digunakan oleh perusahaan hiburan K-pop.

Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung  di depan kantor pusat HYBE, para juru kampanye mempersembahkan dua lightstick sebagai piala dengan spanduk bertuliskan: Kemenangan Sia-sia HYBE: Titik Terendah atau Titik Balik?.

Timm Kpop4Planet juga mendatangi tiga perusahaan hiburan besar lainnya, yakni YG, SM, dan JYP Entertainment, dengan tuntutan yang sama agar mereka menghentikan praktik penjualan album plastik.

“Para pemangku kepentingan industri semakin menyadari tantangan ini, kami secara khusus meminta HYBE, sebagai penerima penghargaan, untuk mengubah strategi penjualan dan keterlibatan penggemar mereka,” tutur Nayeon Kim, juru kampanye Kpop4Planet di Korea Selatan.

Ini merupakan peluang bagi HYBE untuk memimpin praktik berkelanjutan yang akan menentukan masa depan K-pop demikian Nayeon Kim melanjutkan.

Ssundi, penggemar K-pop dan influencer di X dari Korea Selatan, mengungkapkan bahwa berbagai upaya perubahan yang telah dilakukan perusahaan hiburan seperti mengubah format album atau menggunakan teknologi NFC, tidak menyelesaikan isu keberlanjutan lingkungan di industri K-pop.

“Kami berharap HYBE merenungkan tindakannya, dan benar-benar terlibat dalam pembicaraan dengan penggemar dan kolektor untuk memahami bagaimana solusi yang lebih berkelanjutan dan tahan lama untuk mengurangi dampak salah satu perusahaan hiburan K-pop terbesar terhadap lingkungan,” kata Aka, Anggota K-pop Covers Portugal.

Pendapat dari Indonesia? “Industri K-pop tidak akan seperti sekarang ini tanpa dukungan penggemar. Saatnya HYBE mendengarkan suara dan harapan penggemar untuk memimpin transformasi industri K-pop yang lebih ramah lingkungan,” tegas Nurul Sarifah, juru kampanye Kpop4Planet di Indonesia.

Dengan tantangan yang diajukan oleh penggemar K-pop kepada HYBE, industri musik memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi lebih ramah lingkungan.

Mari mendukung inisiatif anak-anak muda ini dengan memilih produk musik yang lebih berkelanjutan dan mendesak perusahaan lain untuk mengikuti jejak HYBE.

HYBE, perusahaan industri hiburan lainnya, dan manufaktur yang membutuhkan kemasan pengganti plastik  dapat melakukan inovasi seperti penggunaan bahan yang ramah lingkungan.  Dikutip dari beberapa sumber, jamur dapat digunakan untuk membuat kemasan yang mirip dengan styrofoam.

Demikian juga gangang laut atau Algae yang diolah menjadi bioplastik. Contoh lain adalah biji-bijian seperti gandum yang digunakan untuk membuat peralatan makan yang bisa dimakan.

Bahkan kemasan dari bahan singkong seperti yang diproduksi oleh perusahaan Indonesia. Beberapa perusahaan yang memproduksi kemasan ramah lingkungan, seperti Evoware dan Avani Eco.

Evoware memproduksi kemasan dari rumput laut dan singkong yang dapat terurai secara alami dan bahkan bisa dimakan. Sedangkan  Avani Eco juga memproduksi bioplastik dari pati singkong yang lebih mudah didaur ulang dan aman bagi lingkungan.

Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan ini dapat membantu industri hiburan mengurangi dampak lingkungan dari produk mereka.

Masa depan industri musik ada di tangan penggemar, dan dengan langkah-langkah kecil, kita bisa membuat perubahan besar untuk lingkungan kita.

Salam #mmINDUSTRI


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



1
Exit mobile version