Astragraphia melakukan strategi digital, optimalkan teknologi inovasi yang berkelanjutan, dan minim jejak karbon—ini rangkuman penjelasan Trivena Nasalita, Direktur Direktur Astragraphia pada Astra Day 2025 yang berlangsung di Menara Astra belum lama ini.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT Astra Graphia Tbk. (sumber): Di era digital yang terus berkembang, transformasi digital menjadi langkah krusial bagi perusahaan untuk bertahan dan berkembang.
Manajemen PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia), sebagai penyedia solusi teknologi informasi dan layanan dokumen terkemuka di Indonesia, menyadari pentingnya inovasi berkelanjutan demi menjawab tantangan disrupsi digital.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Dengan strategi transformasi yang tepat, Astragraphia dapat meningkatkan efisiensi operasional, dan membuka peluang pertumbuhan bisnis baru yang lebih adaptif dan kompetitif di masa depan demikian disarikan dari paparan yang disampaikan oleh Trivena Nasalita, Direktur Astragraphia.
Kepada ratusan awak media, Trivena Nasalita menjelaskan bahwa Astragraphia membangun strategi digital platform melalui tiga pilar utama: teknologi, operasional, dan bisnis.
Ketiga elemen ini saling melengkapi untuk menciptakan fondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan industri dan memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin solusi dokumen dan teknologi informasi.
Bagaimana Astragraphia melakukan strategi teknologi? Menurut Trivena Nasalita, digital document management system (DDMS) diterapkan dengan pemanfaatan teknologi berbasis cloud dan AI untuk manajemen dokumen yang lebih cepat, aman, dan kolaboratif.
Selanjutnya melakukan integrasi perangkat dengan IoT (internet of things) nmemungkinkan monitoring otomatis, efisiensi biaya, dan peningkatan uptime mesin—diterapkan dengan layanan cetak berbasis cloud dan IoT.
Sedangkan integrasi cybersecurity bertujuan untuk penguatan sistem keamanan data dan informasi melalui pendekatan keamanan berlapis, untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
Sementara strategi operasional dilakukan dengan robotic process automation (RPA) yakni automasi proses-proses administratif dan keuangan untuk meningkatkan efisiensi dan untuk mengurangi human error.
Sedangkan sistem ERP terkini (modern) memungkinkan integrasi real-time antardepartemen, mempercepat pengambilan keputusan dan respons pasar.
Astragraphia melakukan smart customer service yakni implementasi chatbot dan analitik layanan pelanggan memberikan pengalaman yang lebih personal dan cepat tanggap.
Bagaimana dengan strategi bisnis? Dikutip dari laman Astragraphia, diversifikasi model bisnis dikembangkan skema langganan dan pay-per-use yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan modern.
Fokus pada eksekusi dan keberlanjutan transformasi
Lebih lanjut, Trivena menjelaskan membangun kemitraan strategis dengan cara berkolaborasi bersama penyedia teknologi global untuk mempercepat adopsi teknologi dan ekspansi layanan.
Contohnya Astra Graphia bekerjasama dengan Hewlett Packard Enterprise, dan Equinix Inc. untuk menghadirkan solusi private cloud berbasis artificial intelligence (AI) untuk mendukung kebutuhan bisnis perusahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Menurut Trivena Nasalita, Astragraphia melakukan layanan solusi dokumen end‑to‑end yang tidak hanya menjual mesin cetak, juga menyediakan rangkaian solusi dokumen dari input dokumen seperti pembuatan, pemindaian, penggabungan, perubahan, dan pengambilan gambar.
Selanjutnya, manajemen dokumen seperti pengindeksan, penyimpanan, pengarsipan, distribusi—termasuk output dokumen meliputi pencetakan, penerbitan, scanning, dan web viewing.
Hingga kini Astragraphia masih memasarkan mesin cetak digital‑offset seperti Fujifilm Jet Press 750S, yang menggabungkan kecepatan digital dengan kualitas offset, cocok untuk industri kreatif dan pelaku usaha cetak yang butuh fleksibilitas dan kualitas tinggi.
Produk‑produk yang dipasarkan menggunakan bahan baku ramah lingkungan, teknologi yang smart energy management, toner yang mengurangi emisi CO₂, serta fitur efisiensi untuk mengurangi konsumsi listrik.
Melalui entitas AGIT (Astragraphia Information Technology), lanjut Trivena Nasalita, pihaknya menawarkan berbagai layanan seperti: digital strategy, infrastruktur ICT generasi baru, aplikasi bisnis enterprise, managed services, data centre dan cloud.
Astragraphia menyediakan platform online/e‑Commerce berupa platform untuk pemesanan online: AXIQoe.com (peralatan kantor & IT), PrintQoe.com (online printing), PrinterQoe (marketplace online untuk printing), CourierQoe (logistik/distribusi), SpotQoe (sewa ruang meeting/event).
Bagaimana Astragraphia meningkatkan kemampuan SDM? Mereka fokus pada kompetensi sumber daya manusia agar relevan dengan kebutuhan bisnis digital, serta inisiatif untuk operational excellence di setiap lini usaha Astragraphia.
Pertumbuhan Astragraphia tentu tidak lepas dari loyalitas para pelanggan dan pengguna produk dan layanan (jasa)—serta dukungan pemerintah misalnya saat Astragraphia menyelenggarakan digital workshop untuk pemerintahan daerah PPU (Penajam Paser Utara)—guna mendukung transformasi digital di sektor publik.
Astragraphia mencatat laba bersih konsolidasian sebesar sekitar Rp205 miliar pada 31 Desember 2024, naik sekitar 45 perasen dibandingkan tahun 2023. Pendapatan bersihnya tercatat sekitar Rp2,814 triliun.
Kenaikan laba ini dipengaruhi oleh efisiensi operasional, digitalisasi proses bisnis, dan inovasi yang terus dijalankan. Pada kuartal pertama 2025, pendapatan konsolidasian Astragraphia mencapai Rp721,28 miliar, naik sekitar 17,98 persen dibanding Q1 2024.
Laba bersihnya melonjak ~60,68 persen menjadi sekitar Rp47,13 miliar (Q1 2025) dibanding periode yang sama sebelumnya. Per 30 Juni 2025, laba bersih konsolidasian Astragraphia sekitar Rp106 miliar, naik ~29 persen year-over-year. Pendapatan bersih meningkat sekitar 18 persen.
Kontribusi utama berasal dari unit usaha solusi teknologi informasi. Beberapa beban umum dan administrasi juga berhasil ditekan.
Transformasi digital adalah langkah strategis yang tidak bisa ditunda lagi bagi perusahaan di tengah disrupsi teknologi yang cepat.
Dengan terus memperkuat infrastruktur digital, membangun tim yang siap menghadapi perubahan, serta menggandeng mitra strategis, Astragraphia berada di jalur yang tepat untuk menjadi perusahaan digital-first yang inovatif dan kompetitif di masa depan.
Fokus pada eksekusi dan keberlanjutan transformasi akan tetap menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Optimalkan teknologi dan inovasi untuk masa depan bisnis.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form