mmINDUSTRI.co.id

Obligasi Ritel Infrastruktur Dorong Pembiayaan Pembangunan Nasional

Penerbitan obligasi ritel infrastruktur memperluas akses investasi masyarakat sekaligus memperkuat pembiayaan pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Kolaborasi antara institusi keuangan, pemerintah, dan pelaku pasar modal akan menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang (Foto/@: Bank DBS Indonesia)

 

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT Bank DBS Indonesia (sumber): Konglomerasi keuangan Bank DBS Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui partisipasi aktif dalam penerbitan Obligasi Ritel Infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Melalui sinergi antara PT Bank DBS Indonesia dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, penerbitan obligasi senilai Rp150 miliar itu memperluas akses investasi pendapatan tetap bagi investor ritel, dan memperkuat sumber pembiayaan untuk pengembangan infrastruktur berkelanjutan—fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia bertindak sebagai Penjamin Emisi Utama Bersama dan mengoordinasikan keseluruhan proses penerbitan obligasi ritel (ORIS) PT SMI, yang bertujuan mendanai pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Dengan peringkat idAAA dari Pefindo, obligasi ini memberikan akses kepada investor ritel ke peluang investasi pendapatan tetap di pasar Indonesia yang sedang berkembang.

Konglomerasi keuangan Bank DBS Indonesia, PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI) berhasil mendukung PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dalam penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2026.

Transaksi ini menandai penawaran obligasi korporasi bersejarah bagi investor ritel di Indonesia sekaligus mencerminkan meningkatnya permintaan akan produk investasi pendapatan tetap yang terjangkau dengan kategori investment grade.

Keberhasilan penerbitan ini juga menegaskan kelayakan kredit PT SMI yang kuat dan prospek cerah sektor infrastruktur Indonesia.

Lebih dari itu, transaksi ini sekaligus mewujudkan komitmen kuat Bank DBS dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan serta pertumbuhan ekonomi jangka panjang melalui solusi pembiayaan inovatif.

President Director PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong menjelaskan, “Kami merasa bangga menjadi mitra tepercaya dalam mendukung inisiatif pembiayaan yang dilakukan PT SMI. Kolaborasi ini menonjolkan kekuatan finansial Bank DBS Indonesia.”

Sekaligus memungkinkan pihak PT Bank DBS Indonesia untuk menyediakan solusi keuangan yang komprehensif serta mencerminkan dedikasi perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui solusi pembiayaan yang inovatif demikian PT Bank DBS Indonesia.

PT SMI, sebuah entitas khusus di bawah Kementerian Keuangan yang berfokus pada proyek-proyek infrastruktur di Indonesia, berhasil meluncurkan penawaran obligasi ritel pertamanya di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Antusiasme yang tinggi para investor

Penerbitan ini disambut dengan antusiasme yang tinggi dari para investor, yang mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental yang kuat serta peran strategis PT SMI di sektor infrastruktur Indonesia.

Obligasi yang baru diterbitkan itu memperoleh peringkat kredit idAAA, dari Pefindo, mencerminkan fundamental keuangan PT SMI yang solid dan perannya yang krusial dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.

Kondisi tersebut juga membuka peluang investasi yang menarik bagi masyarakat dalam mendukung pengembangan infrastruktur nasional.

Sementara Ad-interim President Director PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Andreas Oen menambahkan, “DBS Vickers Sekuritas Indonesia merasa terhormat bekerja sama dengan PT SMI dalam berbagai penerbitan obligasi yang sukses selama bertahun-tahun.”

Termasuk penawaran obligasi ritel terbaru ini di tengah kondisi pasar yang dinamis lanjut Andreas Oen.

Minat investor yang tinggi terhadap obligasi ini menegaskan kelayakan kredit PT SMI yang patut dicontoh sekaligus memperlihatkan prospek yang menjanjikan bagi sektor infrastruktur Indonesia.

Obligasi ritel korporasi, seperti ORIS dari PT SMI, memberikan jalan yang mudah bagi investor perorangan untuk turut serta dalam pembangunan infrastruktur Indonesia melalui instrumen pendapatan tetap dengan kategori investment grade.

Bagi penerbit, instrumen ini memberikan alternatif pendanaan yang lebih beragam dengan akses kepada investor yang lebih luas dan mampu memperkuat fleksibilitas pengelolaan keuangan perusahaan.

Pada saat yang sama, DBS Bank Ltd. juga bertindak sebagai Sole Global Coordinator (Koordinator Global Tunggal) untuk penerbitan obligasi global PT SMI senilai US$300 juta.

Obligasi ini memperoleh peringkat kredit internasional Baa2 dari Moody’s dan BBB dari Fitch, serta disambut dengan permintaan yang tinggi dari para investor dengan order book yang kuat.

Transaksi ini sekaligus menunjukkan kapabilitas terintegrasi DBS Group untuk mengelola penerbitan obligasi dalam denominasi Rupiah Indonesia (IDR) maupun dolar AS (US$).

Kolaborasi terbaru dengan PT SMI ini merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin lama antara DBS Bank Ltd. dengan perusahaan milik negara tersebut.

Selama bertahun-tahun, Bank DBS Indonesia dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia telah membangun hubungan erat dengan PT SMI melalui dukungan terhadap berbagai inisiatif pembiayaan, termasuk pinjaman dan transaksi pasar modal utang.

Kemitraan ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur Indonesia dan mendukung kemajuan bangsa melalui solusi keuangan dan keahlian yang inovatif. Beberapa kolaborasi penting tersebut meliputi: Obligasi Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur tahap I Tahun 2025.

Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multi Infrastruktur tahap II Tahun 2024; Obligasi Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur tahap IV Tahun 2023; dan Obligasi Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur tahap V Tahun 2020.

Dukungan pembiayaan yang komprehensif untuk berbagai jenis pinjaman, baik bilateral maupun sindikasi, termasuk Pinjaman Sindikasi Berbasis Keberlanjutan senilai US$600.000.000 yang ditutup pada Desember 2025.

DBS Bank Ltd bertindak sebagai salah satu Mandated Lead Arranger and Bookrunner, sedangkan Bank DBS Indonesia bertindak sebagai Facility Agent.

Oleh karena itu, PT SMI perlu terus mengembangkan instrumen pembiayaan yang inklusif dan mudah diakses oleh investor ritel guna memperluas basis pendanaan proyek infrastruktur nasional.

Sementara lembaga keuangan dan perusahaan sekuritas memperkuat edukasi pasar terkait manfaat investasi obligasi korporasi berperingkat tinggi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal.

Pemerintah dan regulator perlu mendorong terciptanya ekosistem investasi yang kondusif melalui kebijakan yang mendukung pengembangan instrumen pembiayaan infrastruktur berbasis pasar modal.

Investor ritel dapat mempertimbangkan obligasi korporasi berperingkat investment grade sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio yang memberikan potensi imbal hasil stabil sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Bank DBS Indonesia dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia diharapkan terus memperluas kolaborasi strategis dengan institusi pembiayaan pembangunan untuk menghadirkan solusi keuangan inovatif yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Keberhasilan penerbitan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI menjadi tonggak penting dalam pengembangan pasar obligasi korporasi ritel di Indonesia.

Dukungan Bank DBS Indonesia dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia dalam transaksi ini menunjukkan kapabilitas mereka dalam menghadirkan solusi pembiayaan terintegrasi yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Tingginya minat investor terhadap instrumen ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental PT SMI sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek sektor infrastruktur Indonesia.

Ke depan, kolaborasi antara institusi keuangan, pemerintah, dan pelaku pasar modal akan menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. #SalamSobatmmINDUSTRI

 

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version