mmINDUSTRI.co.id

Metode Ilmu Saraf dan Psikologis, Ciptakan Lingkungan Kerja Lebih Sehat

Dengan metode ilmu saraf, psikologis, dan ilmu  teknik berguna bagi seseorang penderita autis. Perusahaan sebaiknya menerapkan ilmu teknik ini guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Dalam pengujian praktis, tim peneliti menggunakan prosedur pengukuran neurofisiologis dan psikofisiologis multi-modal serta metode pembelajaran mesin untuk mengetahui seberapa banyak proses emosional dan kognitif yang dialami subjek – misalnya, saat mengoperasikan program perangkat lunak. Metode ilmu saraf dan psikologis (Foto/©: Fraunhofer IAO)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Bagaimana tim peneliti meningkatkan disiplin ilmu teknik untuk memecahkan masalah teknis berdasarkan keahlian ilmu saraf dan psikologis?

Langkah pertama untuk menjawab pertanyaan di atas adalah bagaimana cara mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang proses kognitif dan tanggapan afektif dalam skenario yang berbeda.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Untuk mencapai tujuan itu, para peneliti mengukur parameter dalam interaksi manusia-mesin, seperti tingkat stres, perhatian, dan bahkan beban kognitif manusia.

Dengan begitu maka peneliti  dapat menyimpulkan proses kognitif dan pengalaman emosional dari reaksi otak dan fisiologis yang dapat diukur.

Selanjutnya, tim peneliti  mengembangkan sistem yang memanfaatkan seluruh potensi manusia untuk mendorong kesejahteraan subjektif, sehingga menciptakan hari kerja yang berkelanjutan.

“Kita bisa mengukur sinyal otak dengan menggunakan metode pengukuran neurofisiologis seperti elektroensefalografi,” jelas Dr. Mathias Vukelic, Kepala grup riset Sistem Neurokognitif Terapan.

Sinyal neurofisiologis ini memberikan informasi tentang tekanan mental, kinerja perhatian dan konsentrasi, dan respons emosional saat menggunakan teknologi atau selama proses pelatihan dan pembelajaran berlangsung.

Dengan menggunakan kombinasi pemrosesan sinyal dan metode pembelajaran mesin yang canggih, maka kita dapat mengekstrak dan menafsirkan informasi ini dari sinyal.

Contohnya, apakah seseorang saat ini merasa kewalahan atau jika sedang termotivasi untuk mencapai keberhasilan dari dunia pendidikan atau pencapaian kebahagiaan hidup?

Oleh karena itu, peran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pemrosesan sinyal menjadi fokus utama dalam pekerjaan penelitian,  demikian Dr. Mathias Vukelic, Kepala grup riset Sistem Neurokognitif Terapan.

Saat ini, eksperimen yang melibatkan subjek uji masih berlangsung di lingkungan laboratorium yang terkontrol dengan metode pengukuran dan sensor yang ekstensif.

Dengan menggunakan fasilitas dan peralatan di NeuroLab, Dr. Mathias Vukelic dan timnya sedang merancang eksperimen baru yang memungkinkan mereka meninggalkan lingkungan dengan rangsangan rendah dan membuat skenario yang lebih realistis.

Tim peneliti pun mempromosikan inklusi profesional dengan penggunaan realitas virtual.

Tim tersebut saat ini terlibat dalam proyek UFO, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal Jerman (BMBF).

Dalam hal ini projek, virtual reality digunakan oleh tim peneliti untuk membantu orang autis dengan inklusi profesional.

Orang autis mengalami kesulitan untuk  memahami perasaan diri sendiri serta orang lain, dan sukar mengartikan emosinya sendiri.

Tim Dr. Mathias Vukelic bekerja untuk membantu orang autis agar mampu memahami emosi secara tidak langsung.

Aktivitas jantung dan otak, pernapasan, dan proses fisiologis lainnya terjadi sehubungan dengan emosi yang diukur dan dibuat terlihat melalui denyut taktil yang dipancarkan oleh gelang khusus.

Ide gelang khusus ini  adalah bahwa orang-orang dengan kebutuhan khusus dapat memelajari pola taktil yang dihasilkan oleh gelang, sehingga memungkinkan dia untuk memahami perasaannya sendiri.

Ini dapat dilatih dalam ruang belajar dan pengalaman virtual, dan teknologinya dapat diterapkan dalam kenyataan.

“Langkah selanjutnya adalah memungkinkan untuk mengalami emosi sesama manusia dengan cara itu,” tandas Dr. Mathias Vukelic, pakar ilmu saraf itu.

Apakah metode ilmu saraf dan psikologis berguna di lingkungan kerja agar tercipta kawasan yang lebih sehat?

Untuk itulah tim peneliti ingin berbagi pendekatan baru yang mereka peroleh. Pengalaman ilmiah mereka beguna untuk ilmu saraf, psikologi, ilmu data, dan pengguna alat pembelajaran mesin.

Para pelaku industri atau perusahaan  sebaiknya bersedia memberitahu tentang bagaimana kesehatan mental dan kesejahteraan dibangun  secara lebih berkelanjutan dengan bantuan teknologi.

Tim peneliti mensosialisasikan penemuan mereka melalui acara Pekerjaan dan Kehidupan Berkelanjutan dengan menghadirkan metode neuroscientific dan psikologis.

Cara pendekatan teknologi digital dapat disesuaikan dalam bentuk-bentuk baru pemrosesan data untuk memberikan dorongan untuk perubahan.

Acara sosialisasi akan berlangsung melalui jaringan milik Fraunhofer Institute for Industrial Engineering IAO pada 9 November 2022.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



1
Exit mobile version